Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)
Bab. 50


__ADS_3

Tuan Aldo menoleh pada Maya dan menatapnya lurus-lurus sambil berkata pada Maya " Saat ini kamu sedang hamil dan aku tidak mau kamu kenapa-kenapa," katanya.


Maya diam sejenak dia berpikir darimana tuan Aldo tahu kalau dirinya sedang hamil sekarang.


"Tidak apa-apa tuan saya sudah terbiasa sendiri dan saya bisa atasi semua sendiri," ucap Maya lagi.


"Jangan keras kepala, kamu di rumah hanya seorang diri," kata tuan Aldo menahan Maya.


Maya menarik nafas panjang sambil menyandarkan kepalanya pada punggung kursi mobil.


"Huek huek huek....., " tiba-tiba Maya mengalami mual lagi.


Tuan Aldo menoleh pada Maya dan berkata padanya "Kita ke dokter," ucapnya.


"Tidak tuan saya tidak apa-apa," kata Maya dengan lemas karena merasakan perutnya sakit dan kepalanya yang pusing.

__ADS_1


Tuan Aldo tidak memperdulikan ucapan Maya dan dia mengemudikan mobilnya menuju ke rumah sakit.


Setiba di rumah sakit tuan Aldo menghentikan mobilnya dan membukakan pintu depan untuk Maya.


Mau tidak mau Maya pun harus menuruti tuan Aldo untuk periksa ke dokter.


Tuan Aldo sudah mendekati Maya dan bersiap untuk membopongnya lagi tapi tiba-tiba Maya berkata " Tidak usah tuan saya bisa jalan sendiri," ucap Maya sambil berusaha keluar dari mobil.


Lalu tuan Aldo menggandeng lengan Maya dan mengajaknya masuk ke ruang periksa.


Tuan Aldo mendampingi Maya masuk ke dalam ruang periksa dokter dan setelah beberapa menit Maya menjalani pemeriksaan Maya pun kembali duduk di samping tuan Aldo.


"Selamat tuan, istrimu sedang hamil saat ini dan baru menginjak bulan pertama dan biasanya pada trimester kehamilan itu pasti akan mengalami mual dan pusing dan untuk itu aku akan memberi vitamin untuk istri tuan ," ucap dokter itu pada tuan Aldo dan Maya.


Tuan Aldo mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar penuturan dari dokter lalu dokter itu menatap tuan Aldo dan bertanya padanya "Anda suami dari nona ini kan tuan?" tanya dokter itu memastikan.

__ADS_1


"Ya saya suaminya," kata tuan Aldo sambil menoleh pada Maya dan begitu juga dengan Maya yang refleks menoleh pada tuan Aldo ketika mendengar perkataan tuan Aldo itu.


Maya dan tuan Aldo saling menatap tanpa berucap apa-apa, Maya tidak percaya tuannya yang dingin itu sekarang mau mengakui dirinya istri.


Tuan Aldo pun sepertinya agak kaget juga dengan apa yang barusan dia katakan tapi perkataan itu sudah terlanjur dia lontarkan di depan Maya dan dokter.


"Silahkan ini resep vitamin dan obatnya,' ucap dokter itu sambil menyodorkan secarik kertas ke hadapan Maya dan tuan Aldo.


Seketika Maya dan tuan Aldo mengalihkan pandangan mereka pada dokter tersebut.


"Terimakasih dokter," kata tuan Aldo sambil meraih kertas yang di sodorkan oleh dokter tadi.


Lalu tuan Aldo dan Maya pun bergegas kembali masuk ke dalam mobil setelah sebelumnya menebus obat sesuai resep dokter tadi.


Tuan Aldo mengemudikan mobilnya menuju ke arah rumahnya dan perlahan Maya menoleh pada tuan Aldo yang duduk menyetir di sampingnya.

__ADS_1


"Tuan saya di antar pulang ke rumah saya saja ya?" ujar Maya pada tuan Aldo.


"Jangan memaksa aku tidak akan biarkan kamu kembali ke rumahmu," kata tuan Aldo kesal sambil tetap fokus memandang jalan di depannya.


__ADS_2