Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)
Bab. 29


__ADS_3

"Tidak bisa, pernikahan ini tidak bisa di tunda-tunda lagi, karena Omanya Aldo yang ada di luar negeri menginginkan pernikahan ini segera di langsungkan," kata nyonya Lucia.


Maya semakin tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan oleh nyonya Lucia.


"Karena Karin tidak lebih memilih studinya daripada menikah dengan Aldo, maka....aku akan jadikan kamu sebagai gantinya Karin untuk menikah dengan Aldo," kata nyonya Lucia sambil tersenyum pada Maya.


"Tapi nyonya bukankah Oma nya tuan Aldo nantinya akan tahu kalau saya bukanlah Karin," kata Maya.


"Oma Grace tidak pernah ketemu dengan Karin selama ini, jadi dia tidak tahu wajah Karin dan tidak masalah seandainya kamu yang menggantikan posisi Karin," ujar nyonya Lucia.


"Tapi nyonya....," Maya masih menyangkal.


"Anggap saja ini balas budi dari aku karena kamu pernah menyelamatkan nyawa ku dari tabrakan truk itu," ujar nyonya Lucia.


"Tapi nyonya, saya tidak mengharapkan balasan apapun dari nyonya, saya ikhlas menolong nyonya waktu itu," ucap Maya.


"Ya aku tahu kamu gadis yang baik yang tidak mengharapkan pamrih atas Budi baik mu, tapi anggap saja ini kamu menolong aku untuk menyelamatkan harta Oma Grace dari tangan orang yang serakah," ujar nyonya Lucia.

__ADS_1


Lagi-lagi Maya mengerutkan keningnya dengan sejuta pertanyaan yang masih berkecamuk di otaknya.


"Apa sebenarnya yang sedang terjadi di keluarga ini?" batin Maya semakin tak mengerti.


"Bagaimana Maya? kamu mau kan menolong aku?" tanya nyonya Lucia lagi.


Maya diam sejenak ia tidak langsung menjawab pertanyaan nyonya Lucia.


"Nyonya, saya rasa tuan Aldo tidak akan menyetujui hal ini saya tahu tuan Aldo sudah punya kekasih dan tidak mungkin tuan Aldo akan mau menikah dengan saya apalagi saya hanyalah seorang pelayan di rumah nyonya," Maya mencoba beralibi.


Maya diam dia tidak tahu harus berkata apa, nyonya Lucia memaksanya dan entahlah dia harus ikut andil di dalamnya.


"Ada apa May? kenapa nyonya memanggil kamu tadi?" tanya Bik Atik pada Maya setelah Maya kembali ke dapur.


"Entahlah Bik ini perkara yang sangat rumit sekali," ucap Maya sambil meletakkan kepalanya di atas meja dapur.


'Rumit? maksudnya bagaimana bibik kok gak ngerti?" tanya Bik Atik sambil melongok wajah Maya di meja.

__ADS_1


"Jangankan Bibik aku sendiri juga masih gak ngerti dengan semua ini," kata Maya sambil memegangi kepalanya yang agak pening memikirkan ini semua.


"Emangnya ada apa sih May?" tanya Bik Atik penasaran.


"Nyonya berniat menikahkan aku dengan tuan Aldo," ucap Maya pada Bik Atik.


"Apa!!!" pekik Bik Atik.


Maya buru-buru menutup mulut Bik Atik dengan tangan kanannya sampai membuat wanita itu tenang.


"Aku tidak salah dengar ini May?" tanya Bik Atik lagi masih dengan wajah keheranan menatap ke arah Maya tajam-tajam.


Maya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil berucap " Tadinya aku juga punya pertanyaan yang sama sewaktu tadi nyonya Lucia mengatakan hal itu padaku, tapi ternyata ini semua benar adanya Bik," kata Maya.


"Bukankah tuan Aldo sudah punya non Karin?" tanya Bik Atik lagi pada Maya.


"Nah itu masalahnya Bik, tadi aku juga sudah bilang ke nyonya seperti itu..." ujar Maya mengerutkan kedua alisnya menatap Bik Atik.

__ADS_1


__ADS_2