Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)
Bab.27


__ADS_3

"Tapi kenapa harus seperti itu ma?" tanya tuan Aldo pada nyonya Lucia.


"Masalahnya Oma gak mau kalau aset Mega group nanti jatuh ke tangan Kenji,anak dari cinta kedua papa kamu," ujar nyonya Lucia dengan geram.


"Lalu apa hubungannya dengan pernikahan?" tanya tuan Aldo masih bingung.


"Oma akhirnya membuat perjanjian untuk kamu dan Kenji, siapa yang bisa membuktikan kalau dia bisa menikahi wanita yang smart dan dari kalangan yang berkelas juga maka Oma akan memberikan sebagian aset Mega group padanya," kata nyonya Lucia pada Aldo.


"Lantas mama menyuruh aku untuk segera menikah dengan Karin begitu?"


"Iya Al, supaya kamu tidak di dahului oleh Kenji Abang tiri kamu itu."


"Tapi ma...kemaren aku kan sudah bilang kalau Karin masih harus menyelesaikan studinya di luar negeri ma."


"Al, mama tidak ingin kehilangan dari aset Mega group!" pekik nyonya Lucia.


Tuan Aldo terdiam, nyonya Lucia tampak marah kali ini.


"Baiklah kalau Karin memang tidak mau segera menikah dengan kamu dan lebih memilih studinya, mama akan carikan gantinya," ujar nyonya Lucia menatap tuan Aldo.


"Pengganti? Tapi ma...aku hanya cinta sama Karin dan aku sudah berjanji untuk menikahinya ma....," ucap tuan Aldo.

__ADS_1


"Abaikan cinta kamu itu Al, sekarang yang terpenting adalah kamu harus secepatnya menikah paham!!"


"Tapi ma....," belum selesai tuan Aldo berbicara tiba-tiba nyonya Lucia sudah memotongnya.


"Tolong Al...demi mama dan aset Mega group, mama tidak mau Mega group jatuh ke tangan Kenji anak dari cinta kedua papa kamu itu, karena kamu adalah cucu asli dari Oma," kata nyonya Lucia.


Tuan Aldo mengerutkan kedua alisnya mendengar perkataan mamanya barusan.


Dia tidak tahu harus berbuat apa dalam hal ini, dia tidak bisa berpikir lagi.


"Ma, aku tidak berambisi dengan aset Mega group, kalau memang harus jatuh ke tangan Kenji aku tidak apa-apa ma," ucap tuan Aldo.


Tuan Aldo terdiam mendengar teriakan nyonya Lucia yang penuh amarah itu.


"Mama tidak sudi kalau sampai Mega group jatuh ke tangan Kenji, kamu dengar Al, mama tahu Kenji itu licik dia dan mamanya berambisi untuk menguasai harta Oma," ucap nyonya Lucia pada Aldo.


"Terus aku harus bagaimana ma?" tanya tuan Aldo lelah.


"Kamu harus nurut apa kata mama Al."


Tuan Aldo menghela nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya dengan kesal.

__ADS_1


"Kalau begitu aku berangkat ke kantor dulu ma," pamit tuan Aldo pada nyonya Lucia.


"Iya Al," jawab nyonya Lucia.


Kemudian tuan Aldo berjalan keluar dari rumah dan menuju ke arah mobilnya yang sudah di siapkan di halaman depan oleh Toni.


Tak berselang lama tuan Aldo sudah masuk ke dalam mobilnya dan melaju pergi meninggalkan rumahnya.


Tuan Aldo menjemput Karin pagi ini untuk mengantarkannya ke bandara.


"Al.....aku pasti akan sangat merindukanmu sayang....," ucap Karin yang merebahkan kepalanya di pundak tuan Aldo ketika mereka menunggu pesawat berangkat.


"Karin, pesawat mu akan berangkat sebentar lagi," ujar tuan Aldo sambil melirik ke arah jam tangannya.


"Al, cium aku sebagai ucapan sayangmu padaku," kata Karin sambil memejamkan matanya bersiap menerima ciuman dari tuan Aldo kekasihnya itu.


Lalu tuan Aldo mencium pipi Karin dan Karin pun tersenyum mendapat ciuman dari tuan Aldo.


"Kamu hati-hati di sana ya," pesan tuan Aldo pada Karin.


"Ya sayang," ucap Karin sambil mengusap pipi tuan Aldo.

__ADS_1


__ADS_2