
Pagi ini di restoran tempat Maya bekerja terlihat di ruangan Eric, Maya dan Eric sedang berbicara sesuatu yang serius.
"Maya, mulai hari ini kamu tidak menjadi pelayan lagi di sini, kamu menjadi pengawas saja sesuai perintah tuan Aldo kepada ku tadi pagi," ucap Eric pada Maya.
"Maksudnya bagaimana pak?" tanya Maya tidak mengerti.
"Jadi begini, kamu tidak boleh melayani customer lagi dan tugas kamu hanyalah mengawasi kerja para karyawan di sini," Eric menjelaskan pada Maya.
Maya mengerutkan kedua alisnya menatap Eric sambil berkata padanya
"Tapi pak.....," ucap Maya.
"Tidak ada tapi ini perintah Aldo karena dia adalah pemilik restoran ini dan aku hanya orang yang di percaya untuk mengelolanya dan mulai sekarang jangan panggil aku pak lagi, panggil aku Eric saja oke," tutur Eric pada Maya.
Maya mengernyitkan keningnya mendengar penjelasan dari Eric lalu dia berkata " Tuan Aldo pemilik restoran ini?" tanya Maya tidak percaya sambil menatap Eric.
"Ya, dia pemiliknya," kata Eric.
__ADS_1
Maya mengangguk-anggukkan kepalanya lalu Eric berkata lagi pada Maya "Sekarang kamu adalah bos di restoran ini karena kamu istrinya Aldo pemilik restoran ini dan jangan sungkan kalau menyuruh aku, aku akan siap kerjakan," kata Eric sambil tersenyum pada Maya.
" Aku tidak tahu menahu soal restoran ini dan kamu adalah orang yang paling ahli dalam mengelola restoran ini jadi aku harus banyak belajar dari kamu Eric," kata Maya sambil tersenyum.
"Oke, nanti kita akan bekerjasama," ucap Eric.
Maya tersenyum pada Eric sambil membatin "Ternyata sekarang tuan memperhatikan aku," batin Maya dalam hatinya.
"Sekarang kamu duduk di sini," kata Eric sambil bangkit dari duduknya dan menyuruh Maya duduk di tempat duduknya tadi.
"Mau ngapain?" tanya Maya heran.
"Tapi......" ucap Maya menatap Eric cemas.
"Tidak ada tapi Maya karena Aldo yang menyuruhku untuk mengajari kamu," ujar Eric menaikkan kedua alisnya.
Maya mendengus, sebenarnya kalau boleh memilih Maya lebih suka menjadi pelayan restoran saja daripada harus belajar yang menguras pikiran.
__ADS_1
Kemudian dengan perlahan Eric mulai mengajari Maya tentang operasional restoran dan mau tidak mau dia akhirnya harus belajar juga.
"Bagus! kamu ternyata gadis yang smart juga Maya, dan pantas saja Aldo menjatuhkan pilihannya pada kamu sepertinya dia bisa melihat potensi kamu," kata Eric.
"Ah bisa aja kamu Eric," ucap Maya.
"Oke kalau begitu aku yang berjaga di luar sambil mengawasi kerja karyawan sementara kamu duduk di sini saja," kata Eric pada Maya.
"Tidak Eric aku juga mau bantu-bantu di luar aku gak nyaman kalau hanya duduk-duduk saja di sini," kata Maya.
"Aldo bilang....saat ini kamu sedang hamil jadi kamu harus tetap jaga kesehatan dan tidak boleh capek-capek," kata Eric.
"Tapi," ucap Maya.
"Kalau kamu tetap membantah aku akan kena marah sama Aldo nanti, jadi...mending kamu duduk di sini saja kalau ada apa-apa telpon aku saja," ucap Eric pada Maya.
Maya menipiskan bibirnya menatap Eric yang sudah berdiri di ambang pintu untuk keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
Eric berjalan keluar menuju ke depan dan tiba-tiba ponselnya berdering panggilan dari tuan Aldo.