
Malam ini Maya di suruh nyonya Lucia untuk bermalam di rumahnya saja karena masih dalam keadaaan belum sehat.
Maya tidur bersama Bik Atik di dalam kamar Bik Atik.
"Kamu minum obatnya lagi ya May, supaya cepat turun panasnya," ujar Bik Atik pada Maya.
"Iya Bik," jawab Maya.
Tengah malam ini tiba-tiba Maya terbangun dari tidurnya, dia melihat ke sisi sebelah kirinya.
Bik Atik masih tertidur dengan sangat pulasnya, Maya tersenyum melihat wajah Bik Atik.
"Makasih Bik Atik, bibik baik banget sudah merawat aku dari kemaren sejak aku sakit," gumam Maya sambil menatap wajah Bik Atik.
Tiba-tiba Maya merasakan perutnya melilit sekali.
"Aku lapar," ucap Maya sambil memegangi perutnya yang terasa sakit akibat lapar.
Lalu Maya turun dari tempat tidur dan dengan perlahan berjalan menuju ke arah dapur untuk mencari makanan.
Maya membuka kulkas dan melihat di sana ada telur lalu dengan segera Maya mengambil satu butir telur itu untuk di masak.
__ADS_1
Di dalam kamarnya sana tuan Aldo masih juga belum tidur sampai jam satu malam ini, sepertinya sedari tadi dia sibuk mengerjakan sesuatu di laptopnya.
"Aku lapar," gumam tuan Aldo yang kemudian menghentikan pekerjaannya dan turun dari tempat tidur.
Tuan Aldo berjalan menuju ke arah dapur dan ketika tiba di dapur, tuan Aldo melihat Maya yang sedang menggoreng telur di dapur.
Maya merasa ada seseorang yang masuk ke ruang dapur juga.
Lalu dengan perlahan Maya memutar kepalanya melihat ke belakang dan alangkah terkejutnya dia ketika melihat tuan Aldo sudah berdiri di depan pintu dapur.
Tubuh Maya gemetaran dia sangat takut sekali melihat tuan yang satu itu.
"T-tuan maafkan s-saya, saya telah lancang malam-malam begini mencari makanan di dapur," ujar Maya ketakutan.
Dan seperti biasa tuan Aldo tidak menjawab iya ataupun tidak.
Dia lalu duduk di meja dapur dan berkata tanpa ekspresi pada Maya.
"Buatkan aku nasi goreng dan telur ceplok," ucap tuan Aldo pada Maya.
"B-baik tuan," jawab Maya bisa bernafas sedikit lega karena ternyata tuannya itu sedang lapar juga.
__ADS_1
Lalu Maya bergegas membuat nasi goreng dan telur ceplok permintaan tuan Aldo.
Setelah selesai menaruh nasi goreng dan telur ceplok itu di atas piring Maya lalu berjalan mendekat ke meja tempat tuan Aldo duduk.
"Silahkan tuan," ucap Maya sambil menyodorkan piring yang berisi nasi goreng itu di depan tuan Aldo.
Maya berdiri agak jauh dari meja tempat tuan Aldo sedang makan.
Maya menahan perutnya yang semakin keroncongan karena lapar, dia menelan ludah ketika melihat tuan Aldo yang sedang makan.
Tuan Aldo sekilas melirik pada Maya yang terlihat menelan ludahnya.
"Pergilah, aku bisa sendiri," kata tuan Aldo seperti mengerti Maya yang sedang menahan rasa lapar.
"Baik tuan," ucap Maya yang kemudian pergi sambil meraih piringnya yang berisi nasi dan telur.
Maya bergegas berjalan kembali menuju ke kamar Bik Atik.
Maya masuk ke dalam kamar dan duduk di sebuah kursi lalu dengan segera Maya menyantap makanannya karena sudah tidak tahan dengan rasa laparnya.
"Ternyata tuan baik juga menyuruh aku segera pergi dari sana, kalau tidak aku bisa pingsan menahan lapar," gumam Maya sambil tersenyum kecil.
__ADS_1