Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)
Bab. 41


__ADS_3

"Non Maya, saya di suruh ngantarkan kartu ATM ini untuk non Maya," ucap Toni sambil mengeluarkan kartu ATM berwarna hitam itu dari dompetnya dan menyodorkannya pada Maya.


"Dari siapa pak?" tanya Maya pada Toni.


"Dari tuan Aldo non," ucap Toni.


"Maaf pak, saya tidak bisa menerima kartu ini, pak Toni kembalikan lagi saja pada tuan dan bilang padanya saya tidak mau menggunakan uangnya, saya bisa mencari uang sendiri," kata Maya sembari menyodorkan kembali kartu ATM itu pada Toni.


"Tapi non, ini perintah tuan sendiri," ujar Toni.


"Saya tahu pak justru itu saya tidak mau menggunakannya, tolong pak Toni kembalikan saja pada tuan," kata Maya.


"Baik non kalau memang non Maya tidak mau menerimanya saya akan kembalikan pada tuan," Toni mengambil lagi kartu ATM tersebut dan memasukannya kembali ke dalam dompetnya.


"Terimakasih pak Toni," ucap Maya sambil tersenyum ramah pada Toni.


"Saya permisi ya non, non hati-hati di rumah sendirian," ucap Toni mengkhawatirkan keadaan Maya.


"Iya, makasih pak Toni," ujar Maya.


Kemudian Toni masuk ke dalam mobilnya dan melaju pergi meninggalkan rumah kontrakan Maya.


Tak berapa lama kemudian Toni pun sudah sampai ke ke kantor tuan Aldo.

__ADS_1


"Permisi tuan," ucap Toni sambil melangkah masuk ke ruangan tuan Aldo.


"Ya," jawab tuan Aldo yang sedang mengamati sebuah laporan di mejanya.


"Tuan, non Maya tidak mau menerima kartu ATM pemberian tuan," kata Toni sambil menyodorkan kartu ATM itu pada tuan Aldo.


Tuan Aldo mendongakkan kepalanya dan menatap Toni sesaat.


"Kenapa?" tanya tuan Aldo.


"Kata non Maya dia akan mencari uang sendiri tuan," ucap Toni.


Tuan Aldo menipiskan bibirnya sambil menggenggam kartu ATM itu di tangan nya.


"Baik tuan," lalu Toni keluar dari ruangan kantor tuan Aldo.


Tuan Aldo menyandarkan kepalanya di punggung kursi yang sedang di duduki nya saat ini.


Pandangan tuan Aldo menerawang kemana-mana sambil memutar-mutar kartu ATM yang ada di tangannya itu.


Sesaat pandangan tuan Aldo menoleh pada ponselnya yang tergeletak di atas di meja kerjanya.


Dalam hatinya ia ingin menghubungi Maya untuk sekedar menanyakan perihal kartu ATM itu.

__ADS_1


Tapi tiba-tiba tuan Aldo mengurungkan niatnya untuk menelpon Maya.


Waktu sudah menunjukan pukul empat sore ini dan waktunya semua karyawan untuk mengakhiri pekerjaannya.


Tuan Aldo meraih kunci kontak mobilnya yang tergeletak di atas meja kerjanya.


Lalu dia meraih jasnya yang di gantungkan di punggung kursinya.


Dan tak berapa lama tuan Aldo sudah masuk ke dalam mobilnya dan melaju pergi meninggalkan gedung perkantoran Mega group.


Maya yang sudah tiga hari ini bekerja di sebuah restoran juga bersiap-siap hendak pulang.


Maya baru saja keluar dari restoran tempatnya bekerja.


Tiba-tiba tuan Aldo melambatkan laju mobilnya ketika tanpa sengaja dia melihat Maya yang baru saja keluar dari sebuah restoran.


Tuan Aldo menghentikan mobilnya dan dari jauh dia memperhatikan Maya dari dalam mobilnya.


Maya lalu berjalan dengan perlahan menyusuri jalanan untuk pulang ke rumahnya.


Pelan-pelan tuan Aldo mengikuti Maya dari belakang dari jarak yang agak jauh.


Maya tidak mengetahui kalau dirinya sedang di ikuti oleh seseorang.

__ADS_1


__ADS_2