Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)
Bab. 35


__ADS_3

Teriakan nyonya Lucia tidak di hiraukan oleh tuan Aldo dan dia terus saja berjalan pergi meninggalkan ruang meja makan tersebut.


"Benar-benar keterlaluan," ucap nyonya Lucia dengan kesal.


Maya kembali meletakkan piring yang masih ada di genggamannya itu.


"Sudah tidak usah di hiraukan sikap Aldo ayo, kita makan," ajak nyonya Lucia pada Maya.


"Iya nyonya," ucap Maya sambil menemani nyonya Lucia sarapan.


"Dari tadi aku sudah menduga kalau kehadiranku di meja makan ini bakalan membuat tuan Aldo marah," batin Maya.


Maya menghela nafas panjang, selera makannya pun tidak ada meski banyak tersaji makanan yang enak-enak di hadapannya saat ini.


Dia melihat nyonya Lucia juga makan dengan terpaksa karena menahan amarahnya melihat sikap tuan Aldo tadi.


"Nyonya..." panggil Maya pada nyonya Lucia.


"Ada apa?" tanya nyonya Lucia menatap Maya.


"Sebaiknya saya tidak usah ikut sarapan bareng nyonya dan tuan tiap pagi, karena pasti tuan tidak akan menyukai kehadiran saya di sini," ujar Maya pelan.

__ADS_1


"Sudah gak usah pikirin sikap Aldo, kamu tetap ikut sarapan setiap pagi," kata nyonya Lucia.


"I-iya nyonya," jawab Maya tak berani menyangkal lagi.


"Dan ingat jangan panggil aku nyonya lagi," kata nyonya Lucia sedikit kesal pada Maya.


"B-baik," ucap Maya.


Tuan Aldo berjalan menuju ke mobilnya, dan tak berapa lama kemudian mobil itupun sudah melaju meninggalkan halaman rumahnya.


Sesampai di kantornya, tuan Aldo langsung menghempaskan tubuhnya di atas kursi sofa.


"Akhh....," ucap tuan Aldo dengan geram dan kesal.


"Aku harus meracuni pikiran Aldo dengan foto-foto ini," kata Kenji sambil memperhatikan foto-foto dirinya bersama Karin.


"Ting," terdengar suara pesan masuk ke dalam ponsel tuan Aldo.


Tuan Aldo yang sedang merebahkan kepalanya di punggung sofa dengan malas meraih ponselnya.


"Kenji, ngirim apa dia?" gumam tuan Aldo sambil memperhatikan pesan yang masuk itu dari Kenji kakak tirinya.

__ADS_1


Lalu tuan Aldo mulai membuka pesan masuk yang di kirim oleh Kenji.


"Jangan kaget adikku ini hanya permulaan saja," begitu isi pesan dari Kenji yang dikirim ke ponsel tuan Aldo.


Tuan Aldo mulai melihat semua foto-foto yang dikirim oleh Kenji itu.


Tuan Aldo membelalakkan matanya ketika melihat satu persatu foto-foto Karin dan Kenji yang sedang berfoto berduaan.


"Apa-apaan ini, kenapa Karin bisa bersama Kenji??" tuan Aldo tidak habis pikir melihat foto-foto pacarnya bersama kakak tirinya itu.


Wajah tuan Aldo tiba-tiba berubah jadi penuh amarah dan tiba-tiba saja ponselnya berdering.


Tuan Aldo menerima panggilan itu yang ternyata dari Kenji.


"Halo Al, sudah melihat foto-fotonya, bagus bukan?" ucap Kenji sambil tersenyum mencibir.


"Apa maksud itu semua Ken!!?" tanya tuan Aldo emosi.


"Hahahaha, maksudnya sudah jelas adikku....., aku dan Karin sudah menjalin hubungan dan kami akan segera menikah menyusul dirimu yang sudah menikah terlebih dulu," ujar Kenji.


"Brengsek kamu Kenji..!!! kamu tahu siapa Karin hah!!?" bentak tuan Aldo di telpon.

__ADS_1


"Tahu, dan justru karena itulah aku ingin memilikinya dan menikahinya karena dia sudah tidak cinta lagi sama kamu Al," ucap Kenji membuat darah tuan Aldo naik sampai ke ubun-ubun.


Tuan Aldo mematikan ponselnya seketika dan " Brak...!!" refleks tangan tuan Aldo memukul meja kerja yang ada di depannya.


__ADS_2