Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)
Bab. 84


__ADS_3

Tuan Aldo berlari menuju ke pintu hendak keluar dari kamar sambil mengancingkan bajunya yang masih terbuka tadi.


"Brengsek Karin, bisa-bisanya dia mengerjai aku tadi," umpat tuan Aldo ketika sudah berada di dalam mobilnya.


Kemudian tuan Aldo mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi, dia ingin segera sampai di rumah sakit untuk menemui Maya.


Dan tak berapa lama kemudian tuan Aldo pun sudah tiba di halaman rumah sakit tempat di mana Maya sedang di rawat di sana.


Tuan Aldo turun dari mobilnya dan dengan berlari dia menyusuri koridor demi koridor rumah sakit dan akhirnya tuan Aldo pun tiba di depan kamar Maya.


"Eric!! Bagiamana Maya? apa dia baik-baik saja?" tanya tuan Aldo yang melihat Eric sedang duduk-duduk di kursi di depan kamar Maya.


"Dokter sedang melakukan pemeriksaan pada Maya saat ini," kata Eric yang memperhatikan baju tuan Aldo.


"Mudah-mudahan dia tidak apa-apa," ucap tuan Aldo cemas.


Eric melihat ke arah kancing baju tuan Aldo masih ada yang terlepas lalu ia berkata " Kamu habis ngapain sama Karin Al!?" tanya Eric agak kesal.


"Aku, aku gak ngapa-ngapain," jawab tuan Aldo menatap Eric heran.

__ADS_1


Eric memicingkan matanya sambil melihat lagi ke arah kancing baju tuan Aldo yang masih terlepas itu.


"Jangan bohong kamu Al, kamu habis bercinta dengan Karin ya!! keterlaluan sekali kamu Aldo, di sini istrimu sedang kesakitan kamu malah enak-enakan bersama Karin di sana," ucap Eric geram.


"Aku tidak ngapa-ngapain dengan Karin," kata tuan Aldo lagi.


"Ini yang kamu bilang tidak ngapa-ngapain hah!!" jari telunjuk Eric menunjuk ke arah kancing baju tuan Aldo yang masih terlepas.


"Eric aku bisa jelaskan semua ini, ini hanya salah paham aku berani bersumpah kalau aku tidak melakukan apapun dengan Karin tadi," kata tuan Aldo.


Eric mencibir kan bibirnya mendengar pembelaan dari tuan Aldo.


"Dokter, bagaimana keadaan istri saya? apa dia baik-baik saja? " tanya tuan Aldo pada dokter yang baru saja memeriksa Maya tersebut.


"Tadi istri anda mengalami pendarahan sedikit, itu bisa di akibatkan karena stress atau terlalu kecapekan," kata dokter itu pada tuan Aldo.


"Terus bagaimana dengan kandungan istri saya Dok?" tanya tuan Aldo cemas.


"Kandungan istri anda baik-baik saja tetapi anda harus tetap waspada untuk menjaga istri anda jangan sampai kecapekan dan stress karena itu bisa berpengaruh juga pada kandungannya."

__ADS_1


Tuan Aldo mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar penjelasan dokter yang memeriksa Maya tersebut.


"Saya permisi dulu," pamit dokter itu pada tuan Aldo.


"Baik Dok terimakasih," ucap Aldo pada dokter itu.


Lalu dengan segera Aldo menghambur masuk ke dalam kamar Maya dan di dalam kamar tuan Aldo melihat Maya masih tiduran di atas tempat tidur rumah sakit itu.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya tuan Aldo sambil mengusap kening Maya dengan lembut.


"Masih terasa sakit tuan," ucap Maya.


"Maafkan aku, aku tadi tidak sempat ngabari kamu kalau aku datang terlambat," kata tuan Aldo sambil menggenggam tangan Maya.


"Tidak apa tuan," kata Maya lirih.


"Kalau begitu kamu istirahat saja dulu jangan banyak bergerak, aku akan menunggu kamu di sini," ucap tuan Aldo sambil tersenyum pada Maya.


Maya menganggukkan kepalanya sambil mengulas senyumnya juga pada tuan Aldo.

__ADS_1


__ADS_2