Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)
Bab. 7


__ADS_3

Pagi ini di dalam kamar tempat ibu nya Maya di rawat tiba-tiba saja Bu Mira hendak beranjak dari tidurnya.


Dia tidak mau membangunkan Maya karena sepertinya Maya masih tertidur dengan pulas.


Bu Mira kasihan pada anak gadisnya itu yang mungkin kecapekan.


Lalu dengan perlahan dan berusaha dengan sekuat tenaga Bu Mira turun dari ranjang tempat tidur itu.


Setelah itu Bu Mira berjalan dengan perlahan-lahan menuju ke kamar mandi.


Dan tiba-tiba terdengar suara seperti seseorang sedang terjatuh di dalam kamar mandi.


Dan benar saja ternyata Bu Mira jatuh terpeleset di dalam kamar mandi itu.


Kepala Bu Mira membentur tembok kamar mandi.


Maya yang masih dalam posisi tertidur sangat terkejut sekali mendengar suara gedebug itu.


Maya melihat ke arah ranjang ibunya dan ternyata ibunya tidak ada di sana.


Maya mulai panik lalu ia melihat ke sekeliling tapi ia tidak melihat ibunya.


"Ibu kemana?" gumam Maya.

__ADS_1


Lalu pandangan Maya beralih pada sebuah kamar mandi yang ada di sudut kamar itu.


Maya segera menghambur ke arah kamar mandi itu.


Lalu dengan segera Maya membuka pintu kamar mandi itu dan alangkah terkejutnya dia ketika melihat ibunya yang tergeletak di sana.


"Ibu....!!" teriak Maya terkejut.


Kemudian Maya berlari keluar kamar untuk memanggil perawat.


Dan tak lama datang dua orang perawat yang membantu mengevakuasi Bu Mira dari dalam kamar mandi tersebut.


Bu Mira tak sadarkan diri, Lalu para perawat itu segera memberikan pertolongan pada Bu Mira.


"Kenapa ibu tidak membangunkan aku tadi.....," gumam Maya sambil terus menatap ibunya yang masih tak sadarkan diri itu.


Tiba-tiba kedua perawat itu hendak keluar dengan membawa ranjang Bu Mira.


"Mau di bawa kemana ibu saya suster?" tanya Maya pada salah seorang perawat itu.


"Ibu mbk mengalami serangan jantung dan kami harus membawanya ke ruang ICU untuk segera mendapatkan penanganan di sana," ujar perawat itu.


Maya terdiam dia hanya bisa memandang kedua suster itu yang berjalan dengan membawa ibunya keluar dari kamar itu.

__ADS_1


Lalu dengan langkah lunglai Maya mengikuti kedua suster yang membawa ibunya itu.


Dan ketika tiba di ruang ICU suster itu menahan Maya untuk tidak masuk ke dalam kamar ICU.


"Maaf mbak, mbak tidak boleh masuk dan silahkan tunggu di luar ya," ucap suster itu dengan ramah pada Maya.


Maya menganggukkan kepalanya dengan lemah, ia tidak tahu apa yang akan terjadi pada ibunya.


Maya berdiri di depan kamar ICU itu dengan perasaan kalut.


Kedua perawat itu kemudian memasukkan ranjang bu Mira dan lalu menutup pintu kamar tersebut.


Maya terduduk dengan lemas di sebuah bangku yang ada di depan kamar ICU itu.


"Ibu...ibu harus bertahan demi aku," ucap Maya sambil menitikkan buliran bening di sudut-sudut matanya.


Di dalam kamar ICU itu tiba-tiba Bu Mira tersadar tapi dalam kondisi mengalami sesak nafas yang berat.


Kemudian dokter yang sudah berada di dalam ruangan itu pun segera mengambil alat pacu jantung.


Dokter mulai memasang alat pacu jantung itu di dada Bu Mira.


Berkali-kali dokter mencoba merangsang ritme jantung Bu Mira dengan alat pacu itu.

__ADS_1


Tetapi sejauh ini alat pacu jantung itu tidak bisa merangsang ritme jantung Bu Mira untuk kembali normal lagi.


__ADS_2