Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)
Bab. 14


__ADS_3

Pagi ini dengan bersemangat sekali Maya sudah bersiap-siap untuk berangkat kerja di rumah nyonya Lucia.


Dengan mengenakan pakaian sederhana stelan rok panjang dan blues lengan pendek berwarna coklat warna kesukaan nya.


Dan dengan membawa tas pinggang kecil tempat handphone dan dompetnya lalu Maya bergegas keluar dari rumah kontrakannya itu.


Maya berjalan menuju ke jalan besar untuk mencari angkot menuju ke perumahan Kertanegara perumahan elit nyonya Lucia.


Maya lalu masuk ke dalam angkot yang kemudiannya melaju ke jalan Kertanegara.


"Kertanegara!!! Kertanegara...!!" teriak kenek angkot itu.


Lalu Maya segera turun setelah membayar ongkos angkot tersebut.


Maya berjalan memasuki perumahan elite itu dan tak lama kemudian sampailah Maya di depan rumah nyonya Lucia.


Lalu Maya memencet bel rumah itu dan tak lama keluar lagi satpam yang kemaren marah-marah padanya.


"Ayo masuk!" ucap satpam itu pada Maya.

__ADS_1


"Iya pak," ucap Maya sambil masuk ke dalam.


Kemudian Maya berjalan menuju ke arah rumah nyonya Lucia yang jaraknya dari pintu gerbang kira-kira lima puluh meter.


Setelah tiba di depan pintu ketika Maya hendak memencet bel rumah itu tiba-tiba muncul seorang ibu-ibu seumuran ibunya.


"Maya kan?" tanya ibu itu sambil tersenyum pada Maya dengan ramah.


"Iya Bu," ucap Maya tersenyum juga pada ibu itu.


"Aku bik Atik asisten rumah tangga di rumah ini juga dan tadi aku sudah di beritahu oleh nyonya kalau akan ada asisten rumah tangga baru," katanya.


Di dapur Bik Atik mulai mengajari Maya dengan berbagai pekerjaan yang setiap harinya di lakukan di rumah itu.


"Nah sekarang kamu bereskan meja makan ya, karena sebentar lagi tepat jam tujuh pagi ini nyonya Lucia dan tuan Aldo akan sarapan," ujar Bik Atik pada Maya.


"Baik bik," ucap Maya.


Lalu Maya bergegas masuk ke ruang meja makan dan mulai mengelap meja makan itu.

__ADS_1


Setelah selesai membersihkan meja makan kemudian Maya berjalan ke dapur lagi menemui Bik Atik.


"Sudah aku bersihkan mejanya, sekarang tugasku apa lagi?" tanya Maya pada Bik Atik dengan semangat.


Bik Atik tersenyum dia teringat akan anak gadisnya yang ada di kampung sana.


Lalu Bik Atik berkata pada Maya " Sekarang kamu bawa makanan-makanan ini ke meja makan dan kamu hidangkan serapi mungkin di sana ," tutur Bik Atik .


"Baik," kata Maya yang kemudian membawa beberapa piring makanan untuk di tata di meja makan.


Maya mulai meletakkan satu persatu makanan-makanan itu ke meja dan setelah beres semua Maya kembali lagi ke belakang menemui Bik Atik lagi.


"Aku sudah selesai bik," ujar Maya mendekati Bik Atik yang sedang membereskan meja dapur.


"Kamu tunggu dulu, sebentar lagi nyonya Lucia dan tuan Aldo akan sarapan dan ketika mereka sarapan kamu berdiri di ruang meja makan itu untuk melayani keperluan mereka," ucap Bik Atik.


"Maksudnya bagaimana?" tanya Maya tidak mengerti.


"Begini nanti kamu harus mengambilkan piring untuk tuan Aldo dan kamu tanyai dia mau makan apa terus setelah dia jawab kamu ambilkan makanan yang dia mau dan letakkan di depannya dengan sopan ya," ujar Bik Atik mengajari Maya.

__ADS_1


"Baik bik," kata Maya.


__ADS_2