Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)
Bab. 43


__ADS_3

Tuan Aldo yang melihat kejadian itu dari dalam mobilnya merasa kasihan melihat Maya terjatuh.


Tuan Aldo ingin menolong Maya yang sedang terjatuh tapi rasa gengsinya nya tidak mengijinkan dia untuk melakukan itu.


Akhirnya tuan Aldo mengurungkan niatnya menolong Maya dan dia hanya memperhatikan Maya dari dalam mobilnya.


"Aduh," pekik Maya sambil memegangi perutnya dan berusaha berdiri lagi.


Tuan Aldo sempat melongok ke kaca mobilnya ketika melihat Maya meringis sambil memegangi perutnya.


Tuan Aldo khawatir terjadi apa-apa dengan Maya.


"Maya kamu kenapa?" tanya seorang wanita menghampiri Maya.


"Tadi ada seseorang yang berjalan terburu-buru dan menabrak aku," kata Maya.


"Kamu tidak apa-apa? Ayo aku bantu," ucap wanita itu yang ternyata adalah teman kerja Maya.


"Perutku agak sakit sedikit," ucap Maya sambil memegangi perutnya.


Kemudian teman Maya itu memapah Maya berjalan menuju ke restoran tempat mereka bekerja.

__ADS_1


Tuan Aldo merasa sedikit lega melihat Maya di bantu sama temannya.


Tuan Aldo mengambil ponselnya yang ia letakkan di saku jas kerjanya.


Lalu dia menelpon seseorang yang bernama Eric " Eric," sapa tuan Aldo di telpon.


"Halo Al, tumben kamu telpon hah!!" teriak suara di seberang itu sambil tertawa terkekeh.


"Iya, aku minta tolong Eric," ucap tuan Aldo.


"Minta tolong apa Al?"


"Mmm ... begini aku mau nanti kamu suruh pulang karyawanmu yang bernama Maya," ujar tuan aldo pada Eric yang ternyata adalah pemilik restoran tempat Maya bekerja di sana.


Dan persisnya bisa di bilang tuan Aldo juga ikut andil dalam usaha restoran tersebut.


"Maya? karyawan baru yang baru masuk tiga hari kemaren itu, kenapa Al apa ada yang salah dengan dia, kalau perlu aku berhentikan saja dia," ucap Eric terburu-buru menduga yang tidak-tidak.


"Tidak Eric bukan begitu masalahnya, tadi di jalan aku lihat dia di tabrak oleh seseorang sewaktu berjalan berpapasan dengan orang itu dan akhirnya dia terjatuh dan seperti nya dia merasakan sakit di bagian perutnya," ucap tuan Aldo pada Eric.


Sejenak Eric mengerutkan keningnya mendengar penuturan dari tuan Aldo.

__ADS_1


"Al, dia hanya seorang pelayan kan kenapa kamu tiba-tiba jadi perhatian gitu sama dia?" tanya Eric keheranan.


"Iya, mmm...a- aku hanya kasihan saja melihat dia,"ujar tuan Aldo.


"Tumben kamu punya rasa kasihan pada pelayan?" tanya Eric masih penasaran.


Tuan Aldo tidak menjawab pertanyaan yang di lontarkan Eric padanya.


"Oh ya Ric, dan jangan ceritakan perihal aku pada Maya," kata tuan Aldo.


"Oke Al semua akan aman kamu tenang saja," ucap Eric.


"Oke makasih Ric," ucap tuan Aldo sambil mengakhiri percakapannya dengan Eric dan menutup teleponnya.


Lalu Eric menyuruh salah satu karyawannya untuk memanggil Maya ke ruang kerjanya.


Dan tak berapa lama Maya datang ke ruang kerja Eric.


"Permisi pak, bapak memanggil saya?" tanya Maya dengan sopan pada bos nya itu.


"Ya, aku dengar tadi kamu mendapat insiden kecil sewaktu berangkat kerja dan oleh karena itu saya mengijinkan kamu untuk pulang dan istirahat dulu di rumah," kata Eric sambil memperhatikan Maya dengan seksama.

__ADS_1


"Tapi saya tidak apa-apa pak," ujar Maya.


__ADS_2