
"Lepaskan tuan, lepaskan saya, saya bukan Karin saya Maya tuan....," ucap Maya berusaha melepaskan tangan tuan Aldo yang memeluk tubuhnya dengan erat.
"Kamu Karin, aku tahu kamu sangat mencintai aku kan.....," ucap tuan Aldo meracau.
"Tuan....saya Maya," Maya berusaha dengan keras untuk melepaskan tangan tuan Aldo dari tubuhnya tapi tetap tidak bisa.
Tuan Aldo semakin kuat mencengkram tubuh Maya dan dengan kasar tuan Aldo menarik tubuh Maya.
Alhasil tubuh Maya jatuh menindih tubuh tuan Aldo dan dengan refleks wajah Maya pun berhadapan sangat dekat sekali dengan wajah tuan Aldo.
Spontan Maya memejamkan matanya tak berani menatap mata tuan Aldo.
"Karin, aku mencintai kamu....jangan tinggalkan aku Karin......," ucap tuan Aldo menyebut nama Karin lagi sambil tetap memeluk tubuh Maya.
Maya mencoba membuka matanya dan berusaha menyadarkan tuan Aldo sambil berkata padanya.
"Tuan......saya Maya, bukan Karin....sadar tuan......saya ini Maya tuan......," ucap Maya.
Tuan Aldo tak menggubris ucapan Maya dia malah menarik tubuh Maya dan mendekapnya dengan erat ke dalam pelukannya.
Maya memejamkan matanya ketika tuan Aldo mulai mencium bibirnya dengan perlahan.
__ADS_1
Dan malam itu tuan Aldo memperlakukan Maya selayaknya seorang istri tapi tetap dengan menyebut nama Karin dalam setiap ucapannya.
"Ya Tuhan....maafkan aku karena telah menikah dengan orang yang sudah mempunyai kekasih,"batin Maya yang masih dalam pelukan tuan Aldo.
Keesokan paginya tuan Aldo sangat kaget sekali ketika terbangun dari tidurnya.
Dia melihat maya yang sedang tertidur pulas dalam pelukannya.
Tuan Aldo mendapati dirinya yang tanpa busana, tiba-tiba Maya terbangun dari tidurnya dan seketika bergeser menjauh dari tuan Aldo sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Apa yang terjadi!? apa yang kamu lakukan padaku semalam?" tanya tuan Aldo menuduh Maya.
"Maksudmu apa hah!?" bentak tuan Aldo pada Maya.
Tubuh Maya mengkerut di bentak oleh tuan Aldo.
"T-tuan semalam pulang dalam keadaan mabuk dan tuan memanggil-manggil nama Karin sambil memeluk tubuh saya dengan erat, saya sudah berusaha melepaskan pelukan tuan tapi tuan malah semakin erat memeluk tubuh saya dan....,"
"Cukup!!!" pekik tuan Aldo pada Maya.
Lalu dengan segera tuan Aldo bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju ke arah kamar mandi.
__ADS_1
Sementara Maya masih duduk di atas tempat tidur sambil menyelimuti tubuhnya dengan selimut.
"Al ....Aldo.....!!! terdengar teriakan nyonya Lucia dari luar kamar dan tiba-tiba nyonya Lucia sudah masuk ke dalam kamar tuan Aldo.
Nyonya Lucia menghentikan langkahnya di depan pintu ketika melihat Maya di atas tempat tidur yang bertelanjang dada.
Maya terkejut setengah mati melihat nyonya Lucia yang menatapnya dengan tertegun.
Begitu juga dengan tuan Aldo yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Tuan Aldo tidak mengira akan mendapati dirinya dan Maya dalam kondisi seperti itu.
Pandangan nyonya Lucia beralih pada tuan Aldo yang masih mengenakan baju mandi.
Lalu dengan segera tuan Aldo mengalihkan perhatian nyonya Lucia dengan bertanya padanya " Ada apa ma? kenapa mama tiba-tiba masuk ke sini?" tanyanya.
"Mmm ...tidak ada Al, mama cuma mau mengecek kondisi kamu, kata Toni semalam kamu pulang dalam keadaan mabuk berat," ucap nyonya Lucia.
"Ya, tapi aku baik-baik saja," kata tuan Aldo.
"Oke, kalau begitu mama permisi," ucap nyonya Lucia yang kemudian pergi keluar dari kamar tuan Aldo.
__ADS_1