Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)
Bab. 49


__ADS_3

"Kalau Oma tidak percaya silahkan Oma tanyakan sendiri pada Aldo dan yang lebih parah lagi pacar yang seharusnya Aldo nikahi malah di campakkan begitu saja oleh Aldo," ujar Kenji sengaja memutar balikkan fakta


"Benar-benar keterlaluan sekali Aldo," ucap Oma Grace menahan amarahnya.


"Janet....... !!!!! carikan aku pesawat untuk penerbangan besok ke Indonesia segera.....!!!" teriak Oma Grace dengan marah.


Terlihat Kenji tersenyum dengan puas karena rencana yang dia susun berjalan dengan lancar.


Malam ini Maya masih beres-beres di restoran tempatnya bekerja karena dia mendapat sif lembur hari ini.


Meskipun sedari pagi tadi dia merasakan perutnya mual-mual terus tapi dia tetap bertahan untuk lembur sampai malam ini.


"Permisi pak, pak Aldo tidak pulang?" tanya asisten tuan Aldo ketika masuk ke dalam ruangan tuan Aldo.


"Tidak aku pulang nanti saja," ucap tuan Aldo pada asistennya.


"Saya boleh pulang pak?" tanya asisten tuan Aldo lagi.

__ADS_1


"Ya, kamu pulang saja," ucap tuan Aldo pada asistennya itu.


Tuan Aldo sengaja tidak pulang karena dia mendapat kabar kalau hari ini Maya sedang lembur pulang malam.


Lalu tuan Aldo menelpon Eric "Ric resto mu tutup jam berapa malam ini?" tanya tuan Aldo pada Eric.


"Biasanya jam sepuluh tapi karena hari ini istri tuan Aldo yang lembur maka resto aku tutup jam sembilan saja," ucap Eric sambil terbahak.


Tuan Aldo hanya tersenyum tipis mendengar seloroh dari Eric dan tepat pukul delapan malam ini tuan Aldo sudah mengemudikan mobilnya menuju ke restoran Eric.


Dari tempat biasa tuan Aldo memperhatikan resto itu dan menunggu Maya keluar.


Tak berapa lama kemudian terlihat Maya dan para karyawan resto yang lain berhamburan keluar untuk pulang.


Maya mulai berjalan kaki menyusuri jalanan menuju ke arah rumahnya.


Tuan Aldo yang sedari tadi sudah menunggunya keluar dengan segera menghidupkan mesin mobilnya dan berjalan perlahan mengikuti Maya dari belakang.

__ADS_1


Tiba-tiba Maya menghentikan langkahnya dia mengalami mual-mual lagi dan kepalanya sangat pusing sekali.


Tuan Aldo yang melihat akan hal itu langsung saja menghentikan mobilnya tepat di belakang Maya.


Lalu tuan Aldo turun menghampiri Maya yang masih mual-mual sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing sekali.


Tuan Aldo meraih lengan Maya sambil bertanya padanya "Kenapa?" tanya nya pada Maya yang tidak menyadari akan kehadiran tuan Aldo.


Maya sedikit menegakkan badannya dan menoleh ke belakang melihat siapa yang memegangi lengannya.


"Perut saya mual-mual terus sejak dari pagi tadi dan kepala saya sangat pusing sekali tuan," ujar Maya.


Tanpa menunggu persetujuan dari Maya tuan Aldo dengan refleks membopong tubuh Maya yang kecil dan membawanya masuk ke dalam mobil.


"T-tuan apa yang sedang tuan lakukan??" tanya Maya terkejut mendapati dirinya sudah di bopong oleh tuan Aldo.


"Ikut aku pulang ke rumah," ucap tuan Aldo datar sambil terus berjalan menuju ke mobilnya dan setelah itu dia memasukkan tubuh Maya ke dalam mobil.

__ADS_1


Lalu tuan Aldo pun segera masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelah Maya.


"Tuan saya tidak mau pulang ke rumah tuan, saya mau pulang ke rumah saya sendiri saja," kata Maya sambil menoleh pada tuan Aldo yang duduk di sampingnya.


__ADS_2