
Tuan Aldo dan Karin kemudian duduk di salah satu meja yang masih kosong.
Karin melihat ke sekeliling cafe tersebut dan dia tersenyum sambil berkata "Ternyata suasana cafe ini masih sama seperti yang dulu," ujarnya.
"Ya," tuan Aldo menimpali Karin.
Kemudian datang seorang pelayan cafe yang mengantarkan makanan dan minuman yang sudah mereka pesan.
Lalu keduanya pun makan bersama dan di sela-sela makan itu tuan Aldo membicarakan soal hubungan mereka berdua.
"Karin?" ucap tuan Aldo.
"Ya Al," jawab Karin sambil menyeruput minumannya.
"Tadi mama sempat menanyakan soal hubungan kita, dia ingin kita segera menikah?" ujar tuan Aldo.
Karin terdiam sejenak lalu ia berkata pada tuan Aldo "Aku tidak bisa Al," ujar Karin.
"Kenapa?" tanya tuan Aldo dengan heran.
"Karena aku masih harus kembali ke luar negeri," ucap Karin.
"Luar negeri? bukankah studimu di sana sudah selesai?" tanya tuan Aldo sambil mengerutkan keningnya.
"Belum Al, masih ada sedikit urusan di sana yang harus aku selesaikan," ucap Karin.
Tuan Aldo menganggukkan kepalanya sambil menatap heran pada Karin.
__ADS_1
Tepat jam sebelas malam ini Karin dan tuan Aldo pulang dari dinner mereka.
"Makasih Al untuk malam ini, aku sangat happy bersamamu," ujar Karin.
"Ya," ucap tuan Aldo mengulas senyumnya pada Karin.
Kemudian tuan Aldo membawa mobilnya untuk mengantarkan Karin pulang.
**********
Pagi ini waktunya jam sarapan untuk nyonya Lucia dan tuan Aldo.
Maya sudah mempersiapkan semua makanan di meja makan untuk sarapan nyonya Lucia dan tuan Aldo.
"May, kamu sakit?" tanya Bik Atik ketika memegang tangan Maya yang terasa hangat.
"Lain kali kalau hujan deras kamu gak usah pulang ya, kamu nginep di sini tidur sama aku," kata Bik Atik pada Maya.
Maya tersenyum menatap Bik Atik yang selalu baik padanya itu.
"Bik, aku ke ruang meja makan ya sebelum nyonya dan tuan memulai sarapannya," kata Maya.
"Iya cepetan sana gih dan jangan lupa menuangkan air putih ke dalam gelas tuan ya," pesan Bik Atik pada Maya.
"Iya Bik," jawab Maya tersenyum.
Lalu Maya berjalan menuju ke ruang meja makan meninggalkan Bik Atik sendiri di dapur.
__ADS_1
"Al, bagaimana semalam? apa kamu sudah membicarakannya dengan Maya?" tanya nyonya Lucia ketika mereka baru sampai di meja makan.
"Sudah ma, tapi Karin masih mau melanjutkan studinya lagi ke luar negeri ma," ucap tuan Aldo.
Nyonya Lucia mengerutkan kedua alisnya menatap tuan Aldo.
"Telepon Karin, suruh dia kesini sekarang," perintah nyonya Lucia pada tuan Aldo.
"Ya ma," jawab tuan Aldo yang kemudian menelpon Karin.
Mereka tidak segera makan karena menunggu kedatangan Karin.
Dan setelah beberapa menit menunggu akhirnya Karin datang juga.
"Pagi Tante, Al ," sapa Karin ketika sudah masuk ke dalam ruang meja makan.
"Pagi Karin," jawab nyonya Lucia dengan tersenyum melihat Karin.
Lalu Karin menarik kursi dan duduk bersebelahan dengan tuan Aldo.
"Ayo silahkan Karin makan," ucap nyonya Lucia pada Karin.
"Iya Tante," kata Karin.
Maya mendekat ke arah tuan Aldo dan seperti biasa menanyakan makanan apa yang di inginkan tuan Aldo.
"Tuan mau makan apa?" tanya Maya sembari memegang piring di tangannya.
__ADS_1