Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)
Bab. 87


__ADS_3

"Tuan," panggil Maya dengan pelan takut tuan Aldo terkejut.


Tapi tuan Aldo belum bangun juga dari tidurnya lalu Maya mencoba memanggilnya lagi.


"Tuan," ucap Maya sambil mengusap lengan tuan Aldo perlahan.


Dan akhirnya tuan Aldo membuka matanya perlahan dan dia melihat Maya yang sedang berdiri di hadapannya.


"Kamu sudah bangun?" tanya tuan Aldo sambil membetulkan letak duduknya.


"Iya tuan, tuan pasti tidak nyaman karena semalaman sudah tidur di kursi ini," kata Maya.

__ADS_1


"Tidak apa," kata tuan Aldo sambil meraih tangan Maya dan mengulas senyum untuknya.


"Tuan, kita pulang hari ini kan?" tanya Maya.


"Kamu bagaimana? apa sudah merasa baikan?" tuan Aldo balik tanya.


"Saya sudah tidak apa-apa tuan," ucap Maya.


"Kemaren dokter juga bilang kalau hari ini kamu sudah boleh pulang," ucap tuan Aldo.


"T-tapi tuan, saya tidak bisa," ucap Maya gugup.

__ADS_1


"May....kita ini sudah menjadi suami istri jadi tolong jangan panggil aku tuan lagi ya," ucap tuan Aldo lagi.


"Kita sangat beda jauh tuan dan saya masih tidak berharap terlalu jauh pada tuan apalagi Oma Grace yang sangat menentang hubungan kita ini tuan dan saya sadar diri kalau saya memang sebenarnya tidak pantas untuk tuan tapi tuan yang selalu bersikap baik dan perhatian pada saya sehingga membuat saya terkadang lupa status saya," tutur Maya.


"Sayang," bisik tuan Aldo pada Maya dan membuat hati Maya berdesir dan merasa nyaman sekali mendengarnya.


Tuan Aldo menatap Maya cukup lama lalu ia berkata padanya " Sejak aku mengenalmu, aku baru tersadar kalau semua itu tidak bisa hanya di ukur dengan materi dan aku sadar kalau ternyata aku sudah jatuh cinta pada seorang pembantu cantik dan baik hati yang sudah bisa merebut hatiku dan sudah mengajarkan aku tentang hidup yang sesungguhnya yang tidak hanya memikirkan harta belaka," tutur tuan Aldo menatap Maya.


Maya merasa dirinya sangat tersanjung dan seolah berada di atas awan saat ini karena ucapan tuan Aldo yang hampir membuatnya melambung jauh ke angan-anganya tapi buru-buru Maya menyadarkan dirinya sendiri untuk tidak terlalu berharap yang berlebihan.


Maya tersenyum ramah pada tuan Aldo sambil berkata padanya " Terimakasih tuan saya merasa sangat tersanjung dengan kata-kata tuan, saya hanyalah orang biasa yang selalu menerapkan hidup seadanya seperti yang ibu saya selalu ajarkan pada saya tuan dan kata ibu kita harus selalu bekerja keras dan di larang untuk meminta-minta," ucap Maya.

__ADS_1


"Ya, kamu benar maka itu aku sangat menyayangi kamu dan akan selalu memberikan kebahagiaan buat kamu dan calon anak kita nanti," tuan Aldo merengkuh tubuh Maya dan membawanya masuk ke dalam pelukannya.


Maya pun tak menolak ketika tuan Aldo memeluknya dengan penuh kasih sayang, Maya merasa sangat damai berada dalam pelukan tuan Aldo dan tak terasa buliran bening itu menetes satu persatu mengaliri pipinya yang putih bersih " Semoga saja ini bukan mimpi tuan dan semoga tuan tulus mencintai saya dan calon anak ini," batin Maya dalam hatinya sambil membenamkan kepalanya di dada tuan Aldo.


__ADS_2