Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)
Bab. 12


__ADS_3

"Baik tuan," kemudian Toni menjalankan mobilnya masuk ke dalam rumah itu.


Sementara Juned satpam yang masih berdiri di dekat Maya langsung menundukkan kepalanya ketika mobil tuan Aldo melewati mereka.


Tuan Aldo kemudian keluar dari mobil itu dan berjalan masuk ke dalam rumah.


Dengan segera Toni berlari menuju ke arah pintu pagar di mana Maya dan Juned masih ada di sana.


"Ayo pergi sana.....!!! sebelum aku usir kamu dengan kasar, cepat pergi....!!!" teriak satpam itu dengan kencang pada Maya.


"Juned...!!! hentikan....!!!" teriak Toni sambil berlari mendekat kearah Maya dan satpam itu.


Juned melihat ke arah Toni dengan pandangan keheranan.


"Jangan usir gadis itu," ucap Toni setelah tiba di depan Juned dan Maya.


"Kenapa!!?" tanya Juned tidak suka.


Dia adalah gadis yang pernah menyelamatkan nyonya Lucia dari truk yang hampir menabraknya waktu itu," ucap Toni pada juned si satpam itu.


Juned diam sambil menatap Maya kembali.


"Kamu tahu dari mana?" tanya Juned masih tidak percaya.


"Aku sendiri yang melihat dia waktu itu mengobati kaki nyonya yang terluka akibat menghindari truk yang mau menabrak nyonya."

__ADS_1


Juned masih diam dia masih belum percaya sepenuhnya lalu Toni berkata lagi pada Juned.


"Dan aku juga melihat sendiri ketika nyonya memberikan kartu namanya pada gadis itu."


Juned masih diam lalu dengan perlahan dia mundur dan giliran Toni yang mendekat ke arah Maya.


Toni mendekat pada Maya dan bertanya padanya " Kamu ke sini ada perlu apa?" tanya Toni pada Maya.


Maya sedikit lega karena ada Toni sopirnya nyonya Lucia yang mengenali dirinya.


"Saya mau ketemu dengan nyonya Lucia pak," kata Maya pada Toni.


"Ada keperluan apa?" tanya Toni lagi.


"Baiklah kamu ikut aku masuk ke dalam," ujar Toni.


"Iya pak," jawab Maya dengan mata berbinar-binar.


Lalu Toni dan Maya berjalan menuju ke rumah nyonya Lucia yang masih jauh ada di depan sana.


Satpam itu melihat Maya lagi ketika Maya dan Toni berjalan melewatinya.


Kemudian Toni dan Maya masuk ke dalam rumah nyonya Lucia.


Alangkah terkejutnya Maya ketika melihat rumah yang sebesar itu dan ia tercengang berhenti di depan pintu.

__ADS_1


Toni menoleh ke belakang ke arah Maya yang masih berdiri di depan pintu.


"Ayo masuk," ajak Toni pada Maya yang masih tertegun melihat keadaan rumah mewah tersebut.


"I-iya pak," jawab Maya tergagap.


Lalu Maya melangkah masuk ke dalam mengikuti Toni sopir keluarga nyonya Lucia.


"Kamu tunggu di sini ya, aku mau melihat nyonya Lucia dulu," ujar Toni pada Maya.


"Iya pak," ucap Maya sambil menganggukkan kepalanya.


Kemudian Toni masuk ke dalam mencari nyonya Lucia.


Sementara Maya masih berdiri di ruang tamu yang sangat-sangat luas sekali itu.


Maya memperhatikan kursi di ruang tamu itu, kursi-kursi yang besar dan kokoh dengan ukiran-ukiran yang sangat indah.


Mata Maya menyapu ke seluruh ruang tamu tersebut.


Dia melihat banyak berbagai lukisan yang terpajang di dinding tembok ruang tamu tersebut.


Maya memperhatikan lukisan seorang ibu yang sedang menggendong seorang anak laki-laki nan tampan.


Maya berjalan mendekat ke arah lukisan itu dan ia memperhatikan dengan seksama lukisan ibu dan anak itu.

__ADS_1


__ADS_2