Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)
Bab. 40


__ADS_3

Sudah tiga bulan ini usia pernikahan antara Maya dan tuan Aldo tapi tetap saja tuan Aldo memperlakukan Maya sebagai pembantu.


Hingga pada akhirnya Maya pun memilih untuk pergi meninggalkan rumah nyonya Lucia.


Maya pergi dengan membawa kehamilannya yang masih berusia dua bulan.


"Nyonya, Maya pergi meninggalkan rumah ini," kata Bik Atik pada nyonya Lucia.


"Ya, aku tahu mungkin dia tidak betah dengan sikap Aldo yang terlalu kejam padanya," ucap nyonya Lucia menarik nafas panjang.


"Nyonya, saat ini Maya dalam kondisi hamil," kata Bik Atik lagi.


"Hamil," pekik nyonya Lucia.


"Iya nyonya," jawab Bik Atik.


"Baiklah, aku harus ceritakan ini semua pada Aldo," ucap nyonya Lucia.


Pagi ini ketika di ruang meja makan, ketika nyonya Lucia dan tuan Aldo sedang makan.


"Al, kamu tahu tidak ketika Maya pergi dari rumah ini dia sedang hamil dan itu anak kamu Al," ucap nyonya Lucia pada Aldo.


Tuan Aldo menghentikan makannya dan melihat pada mamanya.


Sepertinya ada sesuatu yang sedang dia pikirkan.

__ADS_1


"Al, kamu harus membawa Maya kembali ke rumah ini Al, kasihan dia," ucap nyonya Lucia.


"Tidak, aku tidak akan membawanya kembali ke sini," ucap tuan Aldo kesal.


"Tapi Maya sedang mengandung anak kamu Aldo...!!"pekik nyonya Lucia geram pada tuan Aldo.


"Aku tunggu anak itu lahir dan setelah itu aku akan bawa anak itu ke rumah ini," ucap tuan Aldo.


"Aldo!! kamu ingin memisahkan anak dan ibunya?!" kata nyonya Lucia.


"Mama, sudahlah aku lagi tidak ingin membahas soal itu," tuan Aldo beranjak dari kursinya dan bergegas pergi meninggalkan ruang meja makan tersebut.


Nyonya Lucia menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sikap tuan Aldo yang keras kepala.


Setiba di ruang kantornya, tuan Aldo duduk termangu di kursi kerjanya.


"Toni, cepat kamu ke kantor dan temui aku di ruangan ku," ucap tuan Aldo di telpon.


"Baik tuan," lalu dengan segera Toni mengambil kunci kontak mobil dan bergegas menjalankan mobilnya menuju ke kantor tuan Aldo.


Setiba di halaman kantor Mega group, setelah memarkir mobilnya di basemen.


Toni kemudian setengah berlari menuju ke ruangan tuan Aldo.


"Tuan memanggil saya?" ucap Toni setelah tiba di depan tuan Aldo.

__ADS_1


"Ya," jawab tuan Aldo.


Tuan Aldo kemudian mengeluarkan kartu ATM yang ada di dompetnya lalu dia menyodorkan kartu ATM itu pada Toni.


"Berikan ini pada Maya, bilang pada dia di dalam kartu ini terdapat saldo sebesar 500juta suruh dia gunakan untuk keperluannya sehari-hari," ucap tuan Aldo pada Toni.


"Baik tuan," ujar Toni sembari mengambil kartu ATM yang berwarna hitam tersebut.


"Saya permisi dulu tuan," kata Toni pada tuan Aldo.


"Ya," kata tuan Aldo.


Lalu Toni berjalan keluar dari ruangan tuan Aldo.


Toni masuk ke dalam mobilnya dan tak berapa lama dia pun sudah mengemudikan mobilnya menuju ke rumah kontrakan Maya.


"Tok tok tok," Toni mengetuk pintu rumah yang terbilang sederhana itu.


Tak berselang lama Maya keluar membukakan pintu untuk Toni.


"Pak Toni silahkan masuk," kata Maya pada Toni.


"Makasih non," ucap Toni sambil berjalan masuk ke dalam ruang tamu.


"Ada apa pak?" tanya Maya pada Toni dengan tatapan heran.

__ADS_1


__ADS_2