Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)
Bab. 15


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan pukul tujuh pagi ini dan Maya sudah berdiri di samping meja makan tersebut sebelum pukul tujuh tiba.


Terlihat nyonya Lucia memasuki ruang meja makan itu dan Maya menundukkan kepalanya dengan ramah ketika melihat nyonya Lucia berjalan mendekat ke arah meja makan.


"Pagi nyonya," ucap Maya pada nyonya Lucia.


"Pagi," kata nyonya Lucia sambil tersenyum pada Maya.


Tak lama kemudian datang lagi seorang laki-laki yang umurnya kira-kira dua puluh lima tahunan seumuran dengan Maya.


Laki-laki itu mengenakan stelan jas berwarna blue baby dia kelihatan sangat tampan dan sangat manly sekali.


Lagi-lagi Maya menundukkan kepalanya dengan ramah ketika laki-laki itu berjalan melewatinya.


Kemudian laki-laki itu berjalan mendekat juga ke arah meja makan dan duduk di sana.


"Pagi ma," sapa laki-laki itu pada nyonya Lucia.


"Pagi juga Al," jawab nyonya Lucia tersenyum pada tuan Aldo.


"Dia itu tuan Aldo seperti yang Bik Atik bilang tadi," batin Maya.

__ADS_1


Dengan perlahan Maya berjalan mendekat ke meja makan dan berdiri di samping tuan Aldo.


Maya mengambil piring lalu menanyakan pada tuan Aldo tentang makanan apa yang mau di makan.


"Tuan mau saya ambilkan makanan apa?" tanya Maya melakukan seperti perintah bik Atik.


Tuan Aldo menoleh melihat ke arah Maya lalu pandangnya beralih pada nyonya Lucia.


"Dia asisten baru penggantinya Bik Jum," ujar nyonya Lucia seperti mengerti apa yang mau di tanyakan tuan Aldo.


Tuan Aldo tidak memberi komentar apapun akan hal itu lalu ia berkata pada Maya " Ambilkan aku nasi dan sop daging," ucap tuan Aldo datar.


Kemudian Maya meletakkan piring yang berisi makanan itu di depan tuan Aldo.


"Silahkan tuan," katanya pada tuan Aldo.


Tuan Aldo tidak menjawab apapun dia meraih piring di depannya itu dan mulai memakan makanannya.


Maya kembali berdiri agak menjauh dari meja makan tersebut.


"Begini kalau jadi orang kaya, apa-apa yang dia mau selalu ada yang melayani," batin Maya dari jauh sambil memperhatikan nyonya Lucia dan tuan Aldo yang sedang makan.

__ADS_1


Tiba-tiba saja tuan Aldo mengangkat gelasnya yang masih kosong tidak terisi air putih.


Maya membelalakkan matanya melihat hal itu dari jauh, tadi dia lupa menuangkan air putih ke dalam gelas tuan Aldo.


Dengan segera Maya berlari mendekati tuan Aldo dan ketika sudah berdiri di sampingnya Maya berkata pada tuan Aldo.


"Maaf tuan tadi saya lupa menuangkan air putih ke dalam gelas tuan," ucap Maya.


Aldo diam saja tidak melihat Maya dan tidak berkata apapun, lalu tuan Aldo meletakkan kembali gelas kosong itu di atas meja.


Kemudian Maya mulai menuangkan teko yang berisi air putih itu ke dalam gelas tuan Aldo.


"Silahkan tuan," ujar Maya pada tuan Aldo setelah mengisi gelas itu dengan air putih.


Tuan Aldo melirik ke arah gelas ya g sudah berisi penuh air putih tersebut.


Lalu tuan Aldo mengambil gelas itu dan mulai meminum air putih itu sampai habis.


Maya sepertinya ketakutan takut kalau tuan Aldo akan marah padanya karena tidak melayani dengan baik.


"Ma, aku berangkat ke kantor," kata tuan Aldo pada nyonya Lucia sambil bangkit dari duduknya.

__ADS_1


__ADS_2