Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)
Bab. 11


__ADS_3

Dan tak lama kemudian setelah Maya memencet bel itu tiba-tiba seorang satpam membuka pintu pagar itu.


Satpam itu membuka pintu pagar itu hanya sedikit saja kemudian dia menyembulkan kepalanya dari dalam.


Satpam itu melihat Maya dari atas ke bawah sambil mengerutkan kedua alisnya.


"Kamu siapa? Mau apa kesini?" tanya satpam itu agak galak pada Maya.


Maya jadi agak takut melihat wajah satpam yang sangar itu.


"Mmm ... saya mau ketemu dengan nyonya Lucia," jawab Maya.


"Nyonya Lucia?" satpam itu mendelik menatap Maya.


Maya menganggukkan kepalanya dengan ketakutan menatap satpam itu.


"Emang kamu kenal sama nyonya?" tanya satpam itu lagi sambil mencibir pada Maya.


Maya menganggukkan kepalanya lagi, lalu satpam itu menatap Maya lekat-lekat sambil berkata lagi "Gak mungkin nyonya Lucia punya kenalan seperti kamu, kamu gak terlihat seperti orang berkelas," cibir satpam itu lagi.


Maya diam, lalu ia ingat akan kartu nama yang pernah di berikan oleh nyonya Lucia padanya waktu itu.

__ADS_1


"Iya benar pak, saya kenal sama nyonya Lucia ini saya punya kartu namanya," ujar Maya sambil memperlihatkan kartu nama itu pada satpam itu.


Satpam itu kemudian mengambil dengan kasar kartu nama itu dari tangan Maya.


Lalu dengan seksama si satpam itu membaca kartu nama tersebut.


Sejenak satpam itu mencebikkan bibirnya sambil menatap Maya lagi dengan seksama.


"Pasti bukan nyonya yang memberikan kartu ini pada kamu, pasti kamu menemukan kartu ini di jalan iya kan!!?" tanya satpam itu.


"Tidak pak, saya sungguh di kasih sendiri oleh nyonya Lucia," ujar Maya.


Maya diam menatap satpam itu, dia tidak bisa meyakinkan satpam itu lagi meski telah menyodorkan kartu nama dari nyonya Lucia.


"Ayo sana pergi...!!!" teriak satpam itu mengusir Maya.


Tiba-tiba terdengar suara klakson mobil dari arah belakang Maya.


"Dhin dhin .....!!!" sepertinya mobil itu mau masuk ke dalam rumah nyonya Lucia.


Lalu dengan bergegas satpam itu membukakan pintu pagar itu dengan lebar-lebar.

__ADS_1


Sementara Maya masih tetap berdiri di sana dan dia melihat ke arah mobil yang hendak masuk ke dalam rumah nyonya Lucia.


"Heh ngapain kamu masih berdiri di situ hah!!! Ayo cepat pergi sana!!!" teriak satpam itu lagi pada Maya.


Maya jadi terkejut tapi dia masih tetap berdiri di tempatnya itu.


Toni sopir keluarga nyonya Lucia yang membawa mobil yang hendak masuk itu tiba-tiba menghentikan mobilnya dan melihat dari jendela ke arah Maya yang sedang di bentak-bentak oleh satpam.


"Ada apa Ton? Kenapa berhenti?" tanya tuan Aldo ketika dengan tiba-tiba saja Toni menghentikan mobilnya.


"Maaf tuan sepertinya saya mengenal gadis yang sedang di marahi sama si Juned," ujar Toni dengan menyebut nama satpam yang memarahi Maya.


"Siapa?" tanya tuan Aldo yang biasanya tidak ingin tahu dengan siapapun orang yang tidak di kenalnya.


"Gadis itu adalah gadis yang dulu pernah menolong nyonya Lucia sewaktu hampir tertabrak truk di depan butik Elizabeth tuan," tutur Toni.


"Oh," ucap tuan Aldo sambil sekilas melihat keluar jendela mobilnya.


"Saya mau menemui gadis itu ya tuan mungkin dia ada perlu dengan nyonya," kata Toni kemudian.


"Kamu antar aku dulu masuk ke dalam," kata tuan Aldo pada Toni.

__ADS_1


__ADS_2