
Tuan Aldo terlihat mulai mabuk berat dan tak di sangka ternyata ada seseorang yang sedari tadi memperhatikan tuan Aldo.
Laki-laki itu adalah Kenji, kakak tiri tuan Aldo anak dari cinta kedua papanya.
Kenji tersenyum melihat tuan Aldo yang mulai mabuk, lalu dia berjalan ke arah sofa tempat tuan Aldo duduk.
"Aldo....Aldo....," ucap Kenji ketika sudah berdiri di hadapan tuan Aldo.
Tuan Aldo mengangkat wajahnya dan melihat orang yang sedang berdiri di depannya.
Tuan Aldo berdiri dari sofa tempat duduknya dan dengan setengah sempoyongan dia melemparkan pukulan ke arah Kenji.
"Dasar pecundang!!!!" teriak tuan Aldo sambil melayangkan pukulannya pada Kenji.
Dengan mudah Kenji menepis pukulan tangan tuan Aldo.
Lagi-lagi tuan Aldo melemparkan pukulannya dengan penuh amarah pada Kenji.
"Kenapa kamu merebut Karin dariku hah..!!!?" bentak tuan Aldo pada Kenji.
__ADS_1
"Merebut?? ya, aku memang merebut Karin dari kamu karena apa!!? karena aku iri pada kamu, karena selama ini cucu yang selalu Oma sayang hanyalah kamu Aldo!! sementara aku, aku hanya di pandang sebelah mata oleh Oma hanya karena aku adalah cucu dari cinta kedua papa, kamu paham itu hah!!?" Kenji menarik kerah baju tuan Aldo dan menariknya tepat di depan wajahnya.
Tuan Aldo menghempaskan dengan kasar tangan kenji sambil berkata padanya "Belajarlah untuk bersaing dengan sehat Kenji!!!" ucap tuan Aldo dengan geram pada Kenji.
"Bersaing dengan sehat katamu!! Hahahaha....!!" Kenji tertawa terbahak meledek tuan Aldo.
Tuan Aldo menatap tajam-tajam ke arah Kenji yang sedang tertawa terbahak-bahak mengejek dirinya.
"Oke!! aku siap bersaing dengan kamu adikku, tuan Aldo ....!!!" kata Kenji tersenyum sinis menatap tuan Aldo.
Lalu Kenji pergi begitu saja dari hadapan tuan Aldo setelah berkata demikian.
Lalu tuan Aldo meraih botol bir yang masih tersisa di meja dan dia langsung menenggak bir itu langsung dari botolnya.
Malam semakin larut dan waktu sudah menunjukan pukul dua malam ini, dengan sempoyongan tuan Aldo beranjak dari sofa itu dan berjalan menuju ke pintu keluar.
Tuan Aldo berjalan menuju ke arah mobilnya, lalu dia masuk ke dalam mobil dan tak lama kemudian mobil itupun pergi meninggalkan cafe tersebut.
Maya yang sudah tertidur di sofa di dalam kamar tuan Aldo tiba-tiba merasa sangat kaget sekali ketika mendengar suara seperti orang yang sedang terjatuh.
__ADS_1
Maya bangun dari tidurnya dan melihat ke arah pintu kamar, ternyata tuan Aldo sudah jatuh ke lantai.
Buru-buru Maya bangkit dan berlari mendekat ke arah tuan Aldo yang jatuh ke lantai.
"Tuan, tuan kenapa?" tanya Maya sambil berusaha mengangkat tubuh tuan Aldo.
"Karin," ucap tuan Aldo meracau.
Maya mengibas-ngibaskan tangannya di hidungnya karena bau mulut tuan Aldo.
"Tuan mabuk rupanya," ucap Maya.
Dengan sekuat tenaga Maya mencoba mengangkat tubuh tuan Aldo dan membawanya ke atas tempat tidur.
"Karin.....," berkali-kali tuan Aldo memanggil-manggil nama Karin.
Maya sudah sampai membawa tuan Aldo di bibir tempat tidurnya, lalu dengan perlahan Maya merebahkan tubuh tuan Aldo ke atas tempat tidur.
Tapi tiba-tiba saja tuan Aldo memeluk dengan kencang tubuh Maya sambil menyebut nama Karin terus menerus.
__ADS_1