Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)
Bab. 16


__ADS_3

"Iya Al," ucap nyonya Lucia pada tuan Aldo.


Lalu tuan Aldo berjalan keluar ruang meja makan tersebut dan dia berjalan melewati Maya yang sedang berdiri sambil tertunduk.


"Maafkan saya tuan," ucap Maya ketika tuan Aldo persis berjalan di depannya.


Tuan Aldo menghentikan langkahnya tapi dia diam tidak berkata apa-apa dan tidak melihat ke arah Maya.


Lalu tuan Aldo kembali berjalan keluar dari ruang meja makan tersebut.


Setelah tuan Aldo pergi Maya segera menghambur ke arah meja makan dan mulai membereskan semua makanan dan minuman.


"Nyonya maafkan saya, tadi saya lupa mengisi gelas tuan Aldo," kata Maya pada nyonya Lucia yang masih duduk di kursinya.


"Tidak apa-apa lain kali kamu jangan sampai lupa ya," kata nyonya Lucia pada Maya.


Lalu nyonya Lucia beranjak dari tempat duduknya dan pergi keluar dari ruang meja makan tersebut.

__ADS_1


Sementara itu tuan Aldo yang sudah tiba di kantor perusahaan miliknya itu langsung saja berjalan menuju ke ruangan nya.


"Pagi pak..." ucap beberapa karyawan sambil menundukkan kepalanya memberi hormat pada sang CEO tersebut.


Tuan Aldo terus berjalan menuju ke ruang kantornya.


Tuan Aldo masuk ke dalam ruang kantornya lalu ia duduk di kursi kerjanya.


"Pagi Al," sapa seorang wanita cantik dengan rambut hitamnya yang panjang terurai, wanita itu mengenakan dress selutut berwarna peach dan dengan sepatu high heels nya yang berwarna senada dengan dress nya.


Terlihat sekali dari penampilannya wanita ini adalah wanita dari kalangan orang berkelas juga sama dengan tuan Aldo.


"Karin, kapan kamu datang kenapa tidak memberitahu aku dulu kalau kamu sudah pulang dari luar negeri," ucap tuan Aldo pada wanita itu yang bernama Karin.


"Surprise lah Al....aku ingin memberi kamu kejutan yang paling indah setelah dua tahun kita tidak pernah bertemu," ucap Karin berjalan mendekat ke arah tuan Aldo yang masih duduk di kursi kerjanya itu.


Tuan Aldo tersenyum, tampak ada rona kebahagiaan yang terpancar di wajahnya karena pacar yang ia sayangi sudah kembali ke tanah air.

__ADS_1


"Aku sangat merindukanmu Al....," ucap Karin sambil bergelayut manja di pundak tuan Aldo.


"Ya, aku juga tapi jangan di sini Karin, aku tidak mau ada yang melihat kita bermesraan di sini oke," ujar tuan Aldo menepis dengan perlahan wajah Karin yang semakin mendekat ke arah wajah nya.


"Tapi, kenapa Al....," ujar Karin sambil mengerucutkan bibirnya menatap tuan Aldo.


"Ini kantor Karin, dan aku seorang CEO di kantor ini jadi aku harus bisa menjaga sikapku di sini," ujar tuan Aldo.


"Justru karena kamu CEO di sini Al, jadi kamu akan bisa bebas berbuat semau kamu iya kan, lagian ini kan perusahaan milik kamu sendiri," bantah Karin.


"Aku bukan CEO yang seperti itu jadi tolong lah kamu harus bisa menghargai prinsip ku," ujar tuan Aldo lagi.


"Oke oke ...!! aku akan hargai itu tapi ingat nanti malam kita harus menghabiskan malam berdua saja ya....,"ucap Karin pada tuan Aldo.


"Ya aku janji," jawab tuan Aldo.


"Oke CEO ku yang paling tampan....kalau begitu aku pergi dulu dan selamat bekerja, cup," tiba-tiba sebuah kecupan dari bibir Karin mendarat di bibir tuan Aldo.

__ADS_1


Tuan Aldo tak mengira akan hal itu, dia mau marah sebenarnya pada Karin tapi keburu Karin sudah kabur dulu dari ruangannya.


__ADS_2