
Perlahan Maya melepaskan tangan tuan Aldo yang sedari tadi masih mencekal lengannya.
"Permisi tuan," ucap Maya sambil menundukkan kepalanya dengan ramah
Kemudian maya berjalan perlahan keluar dari kamar tuan Aldo dan kemudian sudah menghilang dari pandangan tuan Aldo.
Tuan Aldo menghela nafas panjang dan menatap nanar ke arah luar kamar dia merasakan ada sesuatu yang hampa di relung hatinya yang paling dalam.
"Aldo...!!! mulai sekarang kamu harus fokus mengembalikan reputasi Mega group!!" teriak Oma Grace pada tuan Aldo.
Oma grace tidak memperdulikan perasaan hati tuan Aldo saat ini yang sedang sakit akibat ulahnya.
Tuan Aldo diam saja dia tidak merespon apa yang di katakan oma Grace padanya.
"Aldo...!!! Oma sedang bicara sama kamu, kenapa kamu diam saja seperti patung!!!" teriak Oma Grace marah pada tuan Aldo.
Tuan Aldo menoleh pada Oma grace dan berkata dengan suara pelan "Ya Oma," ucap tuan Aldo.
__ADS_1
Kemudian Oma Grace melangkah keluar dari kamar tuan Aldo, tuan Aldo terduduk di bibir tempat tidurnya, pandangan tuan Aldo tertuju pada gawai pipih miliknya itu.
Lalu dengan segera tuan Aldo mengambil gawai pipih miliknya itu yang ia letakkan di nakas.
"Toni!" panggil tuan Aldo pada Toni lewat ponselnya itu.
"Iya tuan ada apa?" tanya Toni pada tuan Aldo.
"Kamu sekarang cari Maya dia sedang menuju ke jalan arah pulang lalu kamu antarkan dia pulang ke rumah kontrakan nya, dan pastikan dia sampai rumahnya dengan kondisi baik-baik saja," perintah tuan Aldo pada Toni sang sopir itu.
"Baik tuan," ucap Toni yang kemudian segera tancap gas untuk pergi menyusul Maya.
Di dalam kamarnya sana terlihat tuan Aldo tidak tenang dia terus kepikiran Maya, lalu tuan Aldo menelpon Toni lagi.
"Bagaimana Ton, apa kamu sudah mengantar Maya pulang ke rumahnya?" tanya tuan Aldo pada Toni.
"Saya belum menemukan non Maya sedari tadi tuan," ucap Toni sambil masih menyetir menyusuri jalanan.
__ADS_1
"Kamu sudah susuri jalanan yang menuju ke arah rumahnya?" tanya tuan Aldo lagi agak panik.
"Sudah tuan, tapi tetap saya tidak menemukan non Maya," ucap Toni.
"Kalau begitu kamu terus cari dia sampai ketemu!!" perintah tuan Aldo pada Toni.
"Baik tuan, saya akan terus cari non Maya," kata Toni yang kemudian berbalik arah lagi menyusuri jalanan yang telah di laluinya itu.
"Kamu pergi kemana Maya....." ucap tuan Aldo dengan gusar.
Kemudian tuan Aldo mencoba menghubungi Maya lewat ponselnya tapi hasilnya nihil, Maya tidak menerima panggilan dari tuan Aldo.
Tuan Aldo semakin panik dan berulang-ulang dia mencoba menghubungi Maya lewat ponselnya.
Sementara Maya yang sedang berada di dalam restoran sedang berbicara dengan Eric " Kamu kan masih sakit Maya, kenapa kamu memaksa untuk masuk kerja hari ini?" tanya Eric pada Maya dengan mengerutkan kedua alisnya.
"Tidak pak, saya sudah sembuh dan saya siap untuk bekerja lagi," ujar Maya sambil mengulas senyumnya.
__ADS_1
"Aku tidak mau nanti Aldo marah kalau tahu kamu sekarang masuk kerja," ucap eric khawatir.
"Pak Eric tidak usah takut karena tuan sudah tidak akan memperdulikan saya lagi," kata Maya sambil menipiskan bibirnya.