Macau Love Story

Macau Love Story
Nayla dalam bahaya?


__ADS_3

Aku membaringkan tubuhku di atas kasur, tidak lama kemudian mas Pandu ikut membaringkan tubuhnya di sampingku. Meskipun aku tidak melihatnya, tapi bisa ku pastikan kalau mas Pandu tidur dalam posisi terlentang.


"Aku sengaja merahasiakan statusku dari Delita supaya Alvin melupakanmu" Cicitnya yang membuatku bingung.


"Aku berusaha mengecoh Alvin agar perhatiannya beralih mengejar Delita"


"Apa itu artinya mas menjadikan Delita umpan?" tanyaku masih dengan posisi membelakanginya.


"Iya" jawab Mas Pandu singkat, dan itu membuat dadaku terasa sesak.


"Mas menyelamatkanku dari Alvin, tapi membahayakan Delita adik mas sendiri"


"Aku memang egois, tapi semua aku lakukan demi kamu, meskipun kamu melarangku, aku tidak akan merubah rencanaku, karena aku tidak mau kehilanganmu lagi"


Mendengar kalimat terakhirnya, reflek dahiku mengernyit, dan per sekian detik aku membalikkan badanku.


Ku lihat mas Pandu tidur dengan berbantalkan kedua lengannya yang ia lipat.


"Memangnya kapan mas kehilanganku?" tanyaku lengkap dengan mata yang memicing.


Mas Pandu bergerak miring menghadapku, menopang kepalanya dengan tangan kiri, sementara tangan kanannya membelai pipiku sebelah kiri.


"Aku tidak mau kehilanganmu untuk yang kedua kali ketiga kali atau keberapapun itu"


"Tapi kenapa harus membahayakan orang lain demi aku?"


"Aku tidak punya cara lain" jawab mas Pandu, netranya tertuju pada manik hitamku. "aku akan memastikan keselamatan Delita, aku janji"


"Apa mas yakin kalau rencana mas mengecoh Alvin itu akan berhasil?"


"Aku tidak yakin setelah tahu bahwa kemarin orang suruhan Alvin mengikutiku"


"Kalau begitu katakan pada Delita bahwa kamu kakaknya, dan hentikan rencana mas untuk membuat Alvin mengalihkan perhatiannya dariku"


"Aku sudah bilang akan mengatakannya, tapi tidak sekarang, aku akan cari waktu yang tepat, dan aku tidak akan menghentikan usahaku sampai kamu benar-benar aman"


"Kenapa begitu?" tanyaku datar.


Bukannya menjawab, mas Pandu justru menyuruhku tidur.


"Kamu lihat ini jam berapa?" ucapan berbalut pertanyaan, membuatku reflek melirik jam di atas meja tv. "Tidurlah, si adek perlu istirahat" sambungnya seraya merapatkan tubuhnya padaku. Ku hirup napas berat, mencoba menghapus semua prasangka yang tiba-tiba masuk silih berganti ke dalam pikiranku.


"Aku tidak akan memaafkan mas jika terjadi sesuatu pada Delita" gumamku yang membuat mas Pandu merenggangkan pelukannya.

__ADS_1


"Kamu diam-diam tapi ganas ya" ujarnya lalu mencium keningku. "Dari tadi ngancam terus"


"Aku serius mas"


"Tidurlah sudah malam"


"Aku belum ngantuk"


Melihat mas Pandu menatapku dengan kerlingan jahil, jantungku tiba-tiba berdebam sangat kencang.


"Apa mau main-main dulu" selorohnya yang langsung membuatku mencebik sebal, reflek tanganku mencubit pinggangnya. Dia tergelak sambil mengeratkan kembali pelukannya. "Aku mencintaimu Nayla" ucapnya setelah tawanya reda. "Ngo kwaju lei" lanjutnya diam-diam tangan mas Pandu menyusup kedalam pakaianku, memberikan getaran aneh yang membuat tubuhku seketika berjengit.


Tangan mas Pandu memegang daguku, lalu mempertemukan netra kami.


"Besok malam aku kembali ke Macau" ucapnya bisik-bisik tanpa menimbulkan suara. "Kita sudah lama tidak melakukannya, sayang kan kalau malam ini di lewatin begitu saja" Setelah mengatakan itu, mas Pandu langsung meraup bibirku, menciumnya dengan begitu hangat dan lembut. Hingga di pagi hari kami bangun dalam kondisi yang sama-sama tidak memakai baju sehelaipun.


Aku menggeliat ketika mendengar suara paraunya. Membuka mata secara perlahan, mataku sedikit menyipit menatap jam. Hawa dingin di pagi hari membuatku tidak ingin menyingkirkan selimutku.


"Sudah jam enam mas"


"Iya" jawab mas Pandu. "Kalau masih ngantuk tidur lagi"


"Bukannya masih ngantuk mas, tapi malas bangun karena cuaca sangat dingin"


"Tetaplah seperti ini" kata mas Pandu lalu menghirup napas panjang "Jangan rubah perasaanmu terhadapku. Dan tetaplah mencintaiku sampai kapanpun"


"Harusnya katakan itu pada diri mas"


"Harusnya aku yang khawatir karena kamu masih menyimpan sapu tangan kenangan dari pria masa kecilmu"


"Baiklah, akan aku buang kain itu"


"Jangan" sergahnya masih dengan posisi tidur sambil memeluku "Simpan saja untuk mengobati rindumu padaku"


"Dari semalam kok omongan mas ngaco si"


"Ngaco bagaimana?, aku kan sudah bilang, anggap aku pria di masa kecilmu, dengan begitu rindumu padanya pasti akan terobati"


Heran, itulah yang aku rasakan di hatiku.


"Bangun yuk" ajaku. "Anakmu lapar, minta makan"


"Baiklah papanya akan menyiapkan sarapan buat si adek, mamanya tiduran saja" ucapnya lalu mencium rambutku.

__ADS_1


Aku tersenyum melihat pria ini berjalan tanpa berpakaian, memunguti baju kami di lantai yang dia lempar ke sembarang arah tadi malam.


Priaku, benar-benar sangat manis.


*****


Author's pov


Meskipun suruhan Hermawan kehilangan jejak Pandu, tapi mereka tidak kehabisan akal untuk mencari tahu di mana keberadaanya. Kemarin, mereka bahkan mengancam salah satu pegawai hotel.


"Katakan apakah kamu mengenal pria ini?" tanya dua orang suruhan Hermawan. Mereka bertanya pada salah satu pegawai hotel yang sempat Pandu kunjungi kemarin malam, saat baru tiba di Hongkong.


"A-aku tidak tahu" jawabnya tergagap dengan perasaan takut dalam dirinya.


"Cepat katakan atau kamu tidak akan bertemu lagi dengan keluargamu"


Mendengar ancamannya yang menakutkan, petugas hotel itu susah payah menelan ludahnya.


"I-itu pak Pandu, pemilik hotel ini"


"Katakan dimana dia sekarang"


"Di-dia di apartemen miliknya"


"Dimana alamatnya, cepat katakan"


"S-saya tidak tahu"


Kedua orang itu menatapnya tajam membuatnya kian takut. "Cari tahu tentang bosmu dalam waktu 1x24 jam, jika kamu tidak memberitahu kami dimana apartemennya, maka kami akan membuatmu menyesal"


"Jika kamu bersedia memberikan alamat bosmu, kami akan merahasiakan ini dan akan memberimu hadiah"


"B-baiklah, aku akan mencari tahu alamatnya"


"Secepatnya" potongnya dengan suara lantang.


"I-iya"


Dan kini mereka sudah menggenggam alamat di mana Pandu menyembunyikan Nayla. Mereka bersiap untuk melakukan rencana selanjutnya setelah Pandu kembali ke Macau.


Bersambung...


Ngo kwaju lei sama saja wo ai ni atau I love you

__ADS_1


maaf ya up nya lama-lama, cobaan datang bertubi-tubi, jadi belum sepenuhnya fokus dan alhamdulillah masih semangat hingga detik ini. 😇


__ADS_2