
Usai mengatakan jika Delita bersedia menjadi istri kedua Pandu, Alvin yang geram menahan gelegak amarah, langsung menarik tangan kiri Nayla dan akan membawa kembali kerumahnya. Dia berniat melampiaskan kemarahannya pada Nayla, tapi dengan sekuat tenaga Nayla menepisnya. Mengetahui hal itu, Pandu dengan cepat menarik tangan Kanan istrinya. Dia tidak akan membiarkan Alvin menyakiti Nayla dan calon anaknya.
Para tamu undangan yang ada di dalam gedung diam menyimak bak menonton bioskop secara langsung. Begitu juga dengan media, ini akan menjadi berita terhangat sepanjang masa.
"Ayo kak, kita lanjutkan" kata Delita mengabaikan genggaman tangan Pandu dan tatapan nanar Nayla.
Melihat Hermawan hanya diam tanpa melakukan pergerakan apapun, dan sepertinya tak berniat memberitahukan tentang status Pandu, Pandupun akhirnya mengalah. Ia tidak akan menjadi orang bodoh yang mengorbankan cintanya demi sebuah pengakuan.
"Maaf Del, kita tidak bisa menikah"
Delita seperti tersengat listrik usai mendengar ucapan Pandu. Dengan susah payah ia menelan saliva, tubuhnya seketika lemah, ia buru-buru berpegangan pada sandaran kursi saat hendak terjatuh.
Sementara Hermawan tersenyum lega. Dengan begitu, Hermawan memiliki kesempatan untuk mengambil alih semua harta Maria, jika Maria tidak bisa menerima kenyataan tentang istri pertamannya, saat mengatakan kebenaran tentang Pandu. Setidaknya dia tidak bisa mengusir Hermawan dari rumahnya. Hanya butuh tanda tangan Maria, maka Hermawan akan menguasai seluruh Asset yang Maria miliki.
"Kenapa kak?" tanya Delita dengan tatapan kosong, matanya sudah meluncurkan buliran bening.
"Aku tidak mencintaimu?"
"Apa?" Delita berusaha menahan emosinya. "Bukankah selama ini kita sudah saling mengenal satu sama lain, dan kamu bilang bahwa kamu mencintaiku?" lanjut Delita.
Hermawan segera menghampiri Delita dengan rasa cemas. Berusaha memberikan kekuatan padanya. Tapi menurutnya, lebih baik Delita hancur karena gagal menikah, dari pada harus menikah dengan kakaknya sendiri.
"Sudah papah bilang, dia bukan pria baik-baik, dia tidak tepat untukmu, dia hanya mempermainkanmu" bisik Hermawan lirih di telinga Delita, sangat lirih, namun suara itu masih dengan jelas bisa di tangkap oleh telinga Pandu. Dan itu membuat kemarahan Pandu kian memuncak.
"Tapi aku mencintainya pah" balasnnya dengan nada tinggi. "Aku harus menikah dengannya, dia harus bertanggung jawab atas perasaanku ini"
"Aku tidak bisa Del" sambar Pandu cepat
"Aku tidak mau tahu, kamu harus menikah denganku" sergah Delita
"Aku ini ka_" Belum sempat Pandu menyelesaikan kalimatnya, Nayla memotong dengan menggamit lengannya. Saat Pandu mempertemukan netra mereka, Nayla tengah menggelengkan kepala.
"Jangan katakan sekarang, kasihan Delita jika dia tahu tentang kamu dan papahnya" bisik Nayla.
Pandupun patuh dengan permintaan istrinya.
__ADS_1
Alvin yang sudah merencanakan sesuatu terhadap Delita tanpa sepengetahuan Nayla, Dia melirik ke arah anak buahnya agar menjalankan rencana lain. Anak buah Alvin mengangguk paham dan bergegas lari ke arah Maria lalu menyandranya dengan senjata tajam di lehernya.
"Arrghh" Teriak Maria takut-takut. "To-tolong" desisnya terbata.
Mereka pun kompak memindai pandangan pada Maria yang saat ini dalam kuasa dua anak buah Alvin.
Beberapa dari para hadirin termasuk Clara dan Rondy pun terkejut. Situasi yang sangat mencengangkan dengan pintu gedung aula sudah tertutup rapat.
Pandu segera memberi perlindungan pada Nayla dengan memeluk tubuhnya, takut jika Alvin akan mencelakai Nayla juga. Delita yang sempat melihat perlakuan Pandu pada Nayla, rasa cemburu tiba-tiba singgah di hatinya, namun ia berusaha mengabaikannnya, fokus Delita hanya pada sang mamah sekarang.
Situasi seperti ini, benar-benar di luar dugaan Pandu.
"Mamah" teriak Delita seraya melangkah ke arah Maria, tapi Alvin segera mencegahnya dan menarik tangan Delita.
Hermawanpun tak kalah shock dengan seseorang yang ingin mencelakai istrinya.
"Diam di tempat" teriak Alvin yang mampu memecahkan gendang telinga, tangannya dengan kuat mencengkram pergelangan tangan Delita, matanya berkilat merah. "Kalau dari kalian ada yang bergerak sedikit saja, maka nyawa ibu dan anak ini taruhannya"
Sunyi, orang-orang terdiam dengan raut takut serta was-was, mereka sibuk mengkhawatirkan keselamatan dirinya sendiri. Selang kurang lebih sepuluh detik, Alvin tiba-tiba bersuara.
Deg Jantung Delita tiba-tiba berdesir sangat kuat. Dia berusaha keras memahami maksud dari ucapan Alvin.
"Aku mencintaimu" akunya dengan suara teredam. "Aku berjanji akan membahagiakanmu"
"Aku tidak bisa"
Sanggahan delita memancing emosi Alvin kembali naik.
"Dia sudah menikah Delita, kamu tahu sendiri dia menolakmu dan memilih istrinya" pekik Alvin.
Seketika pandangan Delita ia alihkan pada Nayla yang masih berada dalam pelukan Pandu. Bahkan hanya untuk menelan ludahnya sendiri Delita merasa kesulitan saat netranya menangkap pemandangan yang bagi dia sangat menyakitkan.
Mendapat tatapan sinis dari Delita, Nayla segera melepas pelukan Pandu, sempat ragu, akhirnya Pandu melepaskan Nayla dari dekapannya.
Ketika langkah Nayla hendak menuju Alvin dan Delita, Pandu segera menarik kembali tangan Nayla.
__ADS_1
"Jangan Nay, ini bahaya"
Tak terucap sepatah katapun, Nayla melepaskan genggaman tangan Pandu.
"Menikahlah dengannya Delita, dia sangat mencintaimu" ucap Nayla ketika sudah berada di hadapan Delita dan Alvin. "Kamu akan menyesal jika menolaknya"
"Apa yang akan aku sesali?" tanya Delita dengan sorot mata tajam.
"Kamu akan bahagia dengan orang yang mencintaimu, bukan dengan Pandu"
"Tahu apa kamu tentang kebahagiaanku?"
"Aku tahu sesuatu yang tidak kamu ketahui, dan jika kamu mendengarnya, kamu pasti akan merasakan sakit yang lebih dari ini"
"Apa maksudmu?" tanya Delita.
"Setelah kamu menikah dengan Alvin, minta papahmu untuk menjelaskan" Nayla menjeda ucapannya, lalu melirik Hermawan yang tampak menunjukan raut gelisah. "Selain kamu akan bahagia hidup dengannya, kamu juga bisa menyelamatkan mamahmu" Pandangan Delita yang tadinya terarah ke Nayla, kini beralih ke sang papa lalu mamahnya.
"Selamatkan mamahmu, karena Pandu tidak akan pernah menikahimu. Kamu hanya akan memilikinya sebagai saudara bukan sebagai suamimu"
Delita semakin di buat bingung dengan perkataan Nayla.
"Aku yang akan menjamin kebahagiaan kalian" lanjut Nayla dengan sorot serius. "Jika Alvin menyakitimu, datang padaku dan aku akan langsung menghajarnya" imbuhnya seraya menatap Alvin.
"Kamu tidak ada pilihan lain untuk menyelamatkan mamahmu selain menikah dengannya Delita"
**Bersambung
Pahamkah wahai para readers apa yang aku tulis disini??????
Ah kalau nggak paham, itu bukan urusanku ya,
Aku buru-buru up demi kalian 😙😙😙...
belum mandiin anak gara-gara baca komen kalian yang minta next 🙄🙄🙄**
__ADS_1