
"Oh iya, ada juga orang-orang yang tidak berjubah hitam dan menggunakan topeng, sepertinya dia bukanlah anggota dari organisasi itu, tapi anak buah mereka." Ucap Jia.
"Terima kasih atas informasinya, Jia. Kalau begitu, kami pergi dulu." Van berdiri, Lisia juga ikut berdiri.
"Ini tidak seberapa, pangeran. Tolong berhati-hatilah." Ucap Jia.
"Ya." Ucap Van tersenyum.
***
Lisia dan Van pergi ke mansion itu, mereka berhenti ketika mansion telah berada tak jauh dari sana.
"Lisia, kau tunggu disini, aku akan menyusup masuk ke mansion itu," Van mengeluarkan sebuah kalung berwarna ungu dan memberikannya pada Lisia "Jika batu di kalung itu berubah menjadi berwarna hijau, maka kau masuk ke mansion itu juga, artinya aku butuh bantuanmu. Tapi jika batunya berubah menjadi warna merah, maka jangan masuk ke sana, artinya nyawa kita berdua akan dalam bahaya, jika itu terjadi maka kau harus segera kembali ke Magic Academy. Jangan mencoba-coba untuk masuk ke sana."
Lisia mengangguk mengerti "Baiklah."
Van berjalan pergi dari sana, hawa keberadaan Van tiba-tiba menghilang, 'Sama seperti tadi, aku tidak bisa merasakan hawa keberadaannya sama sekali meskipun aku melihat dirinya.'
Lisia melihat sekitarnya, ada sebuah gang sempit di sana. Lisia masuk ke gang sempit itu dan menunggu di sana.
***
Van telah menyusup masuk ke mansion itu. Dia berjalan dengan hati-hati, agar tidak ketahuan.
Van merasakan hawa keberadaan seseorang, membuat dia lalu bersembunyi di belakang tembok yang berada di sana.
2 orang sedang berjalan di lorong, Van mendengar percakapan mereka.
Van melihat kedua orang itu, mereka tidak menggunakan jubah hitam dan topeng seperti yang dikatakan Jia, artinya mereka bukan anggota organisasi penjahat.
__ADS_1
"Persediaan makanan hampir habis, padahal kita harus membagikan makanan pada penduduk kota ini." Ucap salah satu dari mereka.
"Nona ketiga telah pergi ke kota lain untuk membeli persediaan makanan, mungkin akan sampai sebentar lagi." Ucap orang lainnya, "Tapi, kenapa kita hanya membagikan sedikit makanan pada penduduk kota ya? Padahal kita tidak kekurangan makanan atau pun uang."
"Aku juga kurang mengerti, tapi katanya ini agar penduduk kota tetap berbuat baik kepada kita." Balas yang lainnya.
'Mereka sangat pandai mengambil kepercayaan orang-orang, lalu juga mempertahankan kepercayaan itu. Dengan memberikan hanya sedikit makanan saja, maka penduduk kota tidak akan mengkhianati mereka, karena masih membutuhkan mereka. Kecuali, jika ada orang lain yang memberikan bantuan yang lebih kepada penduduk kota. Tapi, memangnya siapa yang akan peduli dengan kota ini jika Kaisarnya tidak peduli?' Pikir Van.
"Rakyat? Kenapa aku harus membuang-buang waktuku untuk mereka? Daripada disini terus, lebih baik aku pergi, para wanitaku sedang menungguku saat ini."
Van teringat perkataan Kaisar, dia mengepalkan tangannya, 'Aku masih tidak mengerti, kenapa ayah memberikan posisi Kaisar padanya? Padahal kakak pertama lebih pantas untuk posisi itu.'
2 orang itu telah pergi dari sana, Van melanjutkan jalannya. Mansion ini sangat luas dan memiliki 2 lantai, Van berada di lantai 1. Meski luas, tapi mansion ini sangat sepi.
Van sampai di depan tangga, dia merasakan aura yang sangat kuat dari atas, yaitu di lantai 2.
Van bersembunyi di balik tangga, 'Sepertinya anggota organisasi ini berada di atas. Tapi,' Van memegang tangan kanannya yang gemetaran, 'Dari auranya saja sudah dipastikan kalau mereka kuat, kekuatannya mungkin sebanding dengan Kaisar.' Batin Van.
Van naik ke lantai 2, dia menjadi lebih waspada dibandingkan sebelumnya.
Van merasakan keberadaan seseorang yang semakin mendekat, dia segera bersembunyi di sebuah ruangan.
Van mengintip keluar, 'Orang berjubah hitam dan memakai topeng!' Batin Van. Van melihat jubah orang itu, ada angka lima di sana.
Orang berjubah hitam itu melihat ke kanan dan kiri, seperti mencari sesuatu, "Jangan bersembunyi! Aku tahu kau berada di sini!" Ucap orang itu.
'Jadi dia telah mengetahui kalau aku menyusup ke mansion ini.' Van mengintip keluar, dia melihat orang itu yang masih mencari dirinya 'Tapi, sepertinya dia tidak menyadari kalau aku berada di sini. Lalu kenapa dia mengetahui kalau ada yang menyusup?'
"Sepertinya tikus ini sangat pandai bersembunyi." Seseorang tiba-tiba berada di belakang Van.
__ADS_1
Van menoleh, orang itu dengan cepat menendang Van, dan Van menahannya menggunakan tangan.
"Kau cukup kuat!" Ucap orang itu. Dia menggunakan jubah hitam, namun tidak memakai topeng. Di jubahnya terdapat angka empat.
Orang yang berada di luar ruangan itu mendengar suara teman, dia segera membuka pintu ruangan itu "Jadi di sini tikus ini bersembunyi." Ucapnya tersenyum.
"Jahat sekali memanggilku seperti itu." Ucap Van tersenyum, 'Mereka kuat!' Batin Van.
Van melihat jubah mereka kembali, dia teringat perkataan 2 orang tadi, 'Sepertinya angka itu menunjukkan dia adalah tuan atau nona ke berapa. Jadi dia adalah tuan keempat, lalu..' Van melihat ke belakangnya 'Dia adalah tuan kelima.'
Tuan kelima melihat tuan keempat, "Kau! Kenapa kau tidak memakai topeng?" Dia menunjuk tuan kelima.
"Aku tidak nyaman menggunakan topeng itu!" Ucap tuan keempat.
"Meski begitu, kau harus memakainya tahu!" Ucap tuan kelima.
"Itu hanya akan memperlambatku!" Ucap tuan keempat.
Van menggunakan sihirnya untuk menyerang tuan keempat dan tuan kelima yang masih berdebat.
Tuan keempat dan tuan kelima menghindari serangan itu, tapi pipinya terkena serangan Van dan terluka.
'Dia kuat!' Batin tuan keempat dan tuan kelima, mereka mulai bersemangat.
Van tersenyum "Sepertinya kalian lupa, aku masih berada di sini." Ucap Van.
Tuan keempat mengeluarkan senjatanya, sebuah kapak besi dengan ukuran cukup besar, tuan keempat tersenyum "Keluarkan seluruh kemampuanmu! Penyusup!"
Percikan petir terjadi di sekitar tuan kelima, "Ayo kita bertarung!" Tuan kelima menjadi semangat.
__ADS_1
Van menatap tuan keempat dan tuan kelima secara bergantian 'Mereka kuat, apa aku bisa mengalahkan mereka?'
Bersambung...