Magic Academy

Magic Academy
32. Van vs tuan keempat dan tuan kelima


__ADS_3

Tuan keempat mengayunkan kapaknya, Van menunduk untuk menghindari kapak itu.


Tuan kelima menggunakan sihir petirnya untuk menyerang Van, Van menghindari petir itu.


Air mengelilingi Van, membuat tuan keempat dan tuan kelima tidak dapat melihat Van.


Tuan keempat mengayunkan kapaknya, mencoba membelah air itu. Sementara Van, dia berteleportasi dan berada di belakang tuan kelima.


Van menggunakan sihir cahaya untuk menciptakan pedang dan menusuk perut tuan kelima.


Tuan kelima melihat Van 'Sejak kapan dia berada di sana?' Pikir tuan kelima, dia tidak bisa merasakan keberadaan Van, "Kau.."


Mendengar suara tuan kelima, tuan keempat melihat tuan kelima yang ditusuk pedang oleh Van, 'Dia, sejak kapan dia berada di sana?' Pikir tuan kelima.


'Mereka tidak bisa merasakan keberadaanku?' Batin Van bertanya-tanya.


Tuan kelima menggunakan sihir petirnya dan menyerang Van, Van melompat ke belakang untuk menghindari petir itu.


Van menatap tuan kelima dan tuan keempat secara bergantian 'Mereka tidak bisa merasakan keberadaanku, kalau begitu kenapa mereka bisa tahu kalau aku menyusup ke sini?' Batin Van bertanya-tanya.


Tuan keempat dan tuan kelima mulai mewaspadai Van, mereka merasa kalau Van berbahaya.


Tuan kelima mencabut pedang sihir cahaya yang menusuk perutnya, pedang itu langsung menghilang.


Tuan kelima menatap Van 'Aku terlalu meremehkannya, tikus itu bisa menyembunyikan keberadaannya. Siapa dia sebenarnya?'


Tuan keempat mengayunkan kapaknya, dia menyerang Van dan Van menghindari serangan itu. Tuan keempat tidak menyerah, dia terus menyerang Van dan Van terus menghindari serangan itu.


Tuan kelima tiba-tiba berada di belakang Van, dia membuat pedang petir menggunakan sihirnya, lalu menyerang Van. Van menyadari keberadaan tuan kelima, dia menoleh, Van membuat sihir pelindung di tangannya dan menahan serangan tuan kelima menggunakan pelindung itu.


Tuan keempat memanfaatkan kesempatan itu, dia menyerang Van menggunakan kapaknya.


Van menoleh, melihat tuan keempat yang menyerangnya, tuan kelima tersenyum. Dia menarik pedangnya, memperkuat pedangnya dan menyerang Van menggunakan pedang itu.


Van tidak panik, dia tetap tenang. Sedetik sebelum serangan tuan keempat dan tuan kelima mengenainya, Van berteleportasi.


'Dia berteleportasi!' Batin tuan keempat dan tuan kelima.


Hal itu membuat kapak tuan keempat dan pedang petir tuan kelima saling menyerang. Karena perbedaan kekuatan, pedang petir tuan kelima patah, dan membuat tuan kelima terkena serangan kapak itu. Tuan kelima terjatuh ke lantai, dia pingsan akibat serangan itu.


'Satu telah kalah.' Batin Van tersenyum.

__ADS_1


Tuan keempat melihat tuan kelima, lalu melihat Van, dia menatap Van dengan penuh kebencian "Kau! Beraninya kau!"


Tuan keempat mengayunkan kapaknya dan menyerang Van, Van menghindari serangan itu. Tuan keempat terus mengayunkan kapaknya untuk menyerang Van, Van terus menghindarinya.


"Kau! Akan aku bunuh kau!" Ucap tuan keempat.


Pipi Van tergores kapak itu saat mencoba menghindarinya. Serangan kapak itu tidak bisa terus dihindari oleh Van, dia terkena serangan kapak itu dan membuat dirinya terluka.


Van menggunakan sihir pelindung untuk melindungi dirinya dari serangan tuan keempat, Van melihat tuan keempat, 'Gawat, dia marah.' Batin Van.


Sihir pelindung Van hancur, tuan keempat menyerang Van menggunakan kapaknya.


***


Lisia menatap kalung yang diberikan Van, sudah 20 menit berlalu sejak Van masuk ke mansion itu, tapi Van tidak juga keluar, batu sihir di kalung itu juga tidak berubah warna.


Lisia melihat mansion itu 'Apakah terjadi sesuatu di sana?' Batin Lisia bertanya-tanya.


'Apa aku masuk saja ke sana?' Batin Lisia.


Lisia menatap kalung itu 'Tidak, tunggu sebentar lagi.' Batinnya.


***


"Keluar kau dari sana! Tikus pengecut!" Ucap tuan keempat.


Van tiba-tiba menghilang, tuan keempat melihat sekeliling mencoba untuk mencari keberadaan Van.


"Dimana kau?! Keluar!" Ucap tuan keempat.


Van berada di belakang tuan keempat, dia menutup matanya dan berkonsentrasi, dia memusatkan semua kekuatannya di tangan. Van membuka matanya, lalu menyerang tuan keempat menggunakan sihir cahaya itu.


Tuan keempat yang tidak menyadari keberadaan Van, terkena sihir cahaya Van. Tuan keempat jatuh di lantai, dia pingsan akibat dari serangan Van.


Van duduk di lantai, dia melihat tuan keempat yang pingsan, dia telah banyak menggunakan kekuatan sihirnya untuk mengalahkan tuan keempat.


Van menoleh, melihat tuan kelima yang telah pingsan. Van mendekati tuan kelima, dia melihat tuan kelima yang masih menggunakan topeng 'Aku penasaran dengan wajahnya.' Batin Van.


Van membuka topeng tuan kelima. Serangan Van tadi, menembus topeng tuan kelima dan membuat goresan di pipi tuan kelima. Van memperhatikan wajah tuan kelima, dia merasa tidak asing. Van berusaha mengingat-ingatnya, setelah beberapa saat, dia mengingatnya.


'Dia kan... buronan peringkat S yang telah membunuh banyak prajurit kuat?' Batin Van, 'Kenapa dia berada di sini?' Batin Van bertanya-tanya.

__ADS_1


Van mengingat Lisia 'Aku harus segera kembali, sebelum Lisia masuk ke mansion ini.' Batin Van.


Van berdiri, dia berjalan keluar dari mansion itu. Orang-orang di mansion itu pasti telah mengetahui ada orang yang telah berhasil menyusup masuk ke mansion, agar mereka tidak menemukan Van, dia menyembunyikan aura keberadaannya dan berjalan dengan hati-hati.


Tubuh Van terluka, sehingga membuat dirinya kesusahan. Hal itu juga membuat Van tidak bisa bergerak secepat biasanya.


Van merasakan keberadaan tiga orang yang mendekat ke sini, dia segera bersembunyi di belakang tembok.


Van mengintip keluar, ketiga orang itu bukanlah anggota utama organisasi penjahat. Karena mereka tidak menggunakan jubah hitam dan topeng.


"Hei, kau dengar? Katanya ada orang yang berhasil menyusup masuk ke mansion ini loh!" Ucap salah seorang diantaranya.


"Ya, aku telah mendengarnya. Apa dia orang kota?" Tanya orang yang lain.


"Mana mungkin, jika mereka sekuat itu sehingga berhasil menyusup ke sini, mereka pasti tidak akan menderita." Ucap orang lainnya.


"Benar sekali, hahaha." Ketiga orang tersebut tertawa.


"Katanya tuan keempat dan tuan kelima mengejarnya, dia pasti akan segera tertangkap dan mati!" Ucap orang itu.


"Benar!" Kedua orang lainnya menyetujui ucapan temannya.


"Hei, kalian!" Seseorang memanggil ketiga orang itu.


Van mengintip, melihat siapa yang memanggil mereka. Orang itu adalah orang yang tadi dilihatnya di lantai bawah.


"Dari mana saja kau?" Tanya salah satu dari tiga orang itu.


"Tadi aku menghitung persediaan makanan." Orang itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Oh iya, apa kalian tahu apa yang aku dengar?" Tanyanya bersemangat.


"Apa?" Tanya ketiga orang itu.


"Nona ketiga mengejar teman penyusup itu!" Ucap orang itu.


Van terkejut mendengarnya, 'Lisia?'


***


Lisia menunggu Van, dia mengawasi mansion itu dari jauh 'Dimana Van? Apa dia baik-baik saja?'


Nona ketiga tiba-tiba berada di belakang Lisia, Lisia terkejut saat merasakan aura keberadaan seseorang di belakangnya. Dia menoleh, dan mendapati seorang wanita berjubah hitam yang memakai topeng, di jubah wanita itu terdapat angka tiga.

__ADS_1


"Apa kau telah puas mengawasi mansion kami?" Tanya nona ketiga.


Bersambung...


__ADS_2