Magic Academy

Magic Academy
51. Etian


__ADS_3

Di sebuah tempat, tampak seorang pria berambut pirang dan iris mata hijau yang sedang membaca sebuah buku di taman.


Seorang pria berpakaian prajurit datang, dia berlutut pada pria berambut pirang itu, "Hormat kepada Yang Mulia Kaisar." Ucapnya.


Pria berambut pirang itu meletakkan bukunya, dia menatap prajurit yang berlutut di hadapannya, "Ada apa?"


Pria itu adalah Kaisar kekaisaran Arkailian saat ini, Kaisar Etian Lesa de Arkailian.


"Ini gawat, Yang Mulia. Para penyihir di menara penyihir mendeteksi kekuatan yang sangat kuat dari Kota Lijian." Ucap prajurit itu.


"Lalu?" Etian tampak tidak peduli.


"Masalahnya, kekuatan itu tidak berhenti sejak tadi." Ucap prajurit itu.


Etian terkejut, 'Kota Lijian... bukankah itu adalah kota yang didatangi murid dari Magic Academy? Kekuatan yang sangat kuat itu apakah kekuatan Lisia? Tapi, kenapa kekuatannya belum berhenti? Apa lawannya sangat kuat? Itu sulit dipercaya kecuali lawannya adalah Azarka.'


Etian tidak pernah bertemu dengan Lisia. Tapi dia pernah mendengar tentang salah satu anggota sufours bernama Lisia yang merupakan putri pertama kekaisaran Arrilla. Dia juga mendengar tentang kekuatan Lisia yang katanya sangat kuat. Dan juga, musuh terbesar Lisia, Azarka.


Dia diberi tahu oleh kepala sekolah Magic Academy, jika Lisia ikut dalam misi untuk mencari tahu tentang organisasi penjahat di kota Lijian.


Etian tidak pernah mempedulikan rakyatnya dan hanya peduli pada para wanitanya. Hal itu tidak sepenuhnya benar. Dia sering meminta bantuan Magic Academy untuk membantu masalah di kekaisaran Arkailian.


Dia tidak terlibat langsung, karena sebuah alasan.


"Cepat ambil batu teleportasi menuju kota Lijian di menara sihir. Lalu berikan padaku." Perintah Etian.


"Dan juga ingat baik-baik, jangan sampai ada yang mengetahui hal ini." Peringat Etian.


"Baik!" Prajurit itu berdiri dan berbalik, lalu berlari menuju menara sihir.


'Jika aku turun tangan, maka banyak orang akan curiga. Tapi soal itu, aku tinggal memikirkan penyelesaiannya nanti.' Batin Etian.


Tak lama kemudian, prajurit itu datang dengan membawa batu teleportasi menuju Kota Lijian.


Etian mengambil batu teleportasi itu. Sebelum berteleportasi, dia mengeluarkan pedang dan menusuk jantung prajurit itu.


"K-kenapa?" Prajurit itu tidak merasa melakukan kesalahan, tapi kenapa dia dibunuh?


'Siapa yang tahu jika dia berkhianat nantinya..' Batin Etian.

__ADS_1


Etian menyimpan kembali pedang itu lalu dia mencoba berteleportasi ke kota Lijian, tetapi tidak bisa.


'Apa ada penghalang yang menghalangiku?' Batin Etian.


Etian menggunakan sihirnya dan mengubah koordinat batu teleportasi itu menjadi berada di dekat kota Lijian. Lalu, Etian berteleportasi ke sana.


Setelah berteleportasi, dia melihat sebuah penghalang yang menghalangi orang-orang keluar atau masuk ke kota Lijian.


Etian memegang penghalang itu, lalu tak lama penghalang itu hancur.


Etian masuk ke kota Lijian. Para penduduk kota menatap tidak percaya pada Etian, tidak mereka sangka jika Kaisar yang terkenal hanya memperdulikan wanitanya datang ke kota itu.


Etian merasakan kekuatan yang hebat dari mansion yang berada di sebelah timur kota. Dia bergegas pergi ke sana.


Di dekat mansion itu, terlihat orang-orang yang memakai seragam Magic Academy berhadapan dengan orang-orang berjubah hitam. Para murid Magic Academy itu terlihat kesulitan menghadapi orang-orang berjubah hitam itu.


Etian tiba-tiba berada di belakang ketiga orang berjubah hitam itu.


Tuan kedua dengan cepat berada di depan Etian, dia menyerang Etian. Etian menahan serangan tuan kedua.


'Tidak mungkin! Dia menandingi kecepatanku?!' Batin tuan kedua.


Nona Zero dan tuan pertama menatap tidak percaya, bagaimana bisa tuan kedua dikalahkan?


Etian menyerang nona Zero, tapi ditahan oleh tuan pertama.


"Pergilah, nona! Dia berbahaya!" Ucap tuan pertama. 'Mungkin kekuatannya setara dengan tuan...'


Etian mengambil pedangnya lalu dia menusuk perut tuan pertama.


"Sudah kuduga, kau menggunakan sihir agar orang-orang mengira kau kuat dan berbahaya. Tapi sebenarnya, kau lemah." Etian menatap tuan pertama dengan tatapan meremehkan.


Tuan pertama mencoba menyerang Rtian, tapi Etian terlebih dahulu memenggal kepala tuan pertama.


'Dia berbahaya! Aku harus melaporkannya kepada tuan!' Nona Zero menggunakan kekuatannya untuk pergi. Tapi, sebelum itu, Etian terlebih dahulu memenggal kepala nona Zero.


Rill, Naya dan Jain menatap tidak percaya. Padahal mereka telah bertarung sedari tadi, tapi tak juga bisa menang. Tapi pria yang baru saja datang itu bisa menang dengan begitu mudah.


Naya melihat orang yang mengalahkan ketiga orang itu, dia terkejut, tentunya dia mengenali orang itu, Kaisar kekaisaran Arkailian saat ini, Kaisar Etian Lesa de Arkailian.

__ADS_1


'Kenapa dia berada di sini?' Batin Naya. Dia teringat dengan perkataan Lisia.


"Menurutku, mungkin Kaisar sendiri yang akan turun tangan."


'Kenapa? Padahal dia sama sekali tidak mempedulikan rakyatnya selama ini...' Naya teringat bagaimana kondisi kekaisaran Arkailian sejak Etian menjadi Kaisar.


Etian melihat ke arah Rill, Naya dan Jain, "Di mana putri Arlisia?" Tanya Etian. Dia tidak melihat Arlisia di antara mereka. Meski tak pernah bertemu sebelumnya, tapi dia pernah mendengar ciri-ciri Lisia, dan dia tidak ada diantara ketiga orang itu.


"Untuk apa anda mencari Putri?" Tanya Rill.


'Untuk membantunya. Tapi aku tidak mungkin mengatakan itu.' Batin Etian.


"Katakan saja!" Ucap Etian.


"Putri masuk ke sebuah portal tadi, aku tidak tahu portal itu menuju ke mana." Ucap Rill.


Etian melihat mension itu, dia menebak jika Lisia berada di sana. Karena dia merasakan kekuatan yang sangat hebat dari mansion itu. Awalnya dia ragu, tapi setelah mendengar jawaban Rill, sepertinya tebakannya benar.


Etian berjalan pergi ke mansion itu.


"Tunggu!"


Langkah Etian berhenti, dia berbalik dan melihat Naya.


"Kenapa kau datang ke sini? Padahal kau tidak pernah mempedulikan rakyatmu sebelumnya." Ucap Naya, dia mengeluarkan air mata mengingat semua yang dialami oleh kekaisaran ini, tapi Kaisar tidak mempedulikannya.


"Untuk apa aku memberitahu alasannya padamu?" Tanya Etian dingin.


Naya terdiam sejenak, lalu dengan suara pelan, dia menjawab, "...karena aku juga rakyat kekaisaran Arkailian."


Etian berbalik, dia tidak mempedulikan Naya. Dia berjalan pergi ke mansion itu.


Jujur saja, saat melihat wajah Naya, dan juga mendengar perkataan Naya, dia merasa bersalah.


Tapi dia harus melakukan itu.


Dan juga, saat ini dia harus fokus. Karena lawannya mungkin adalah Azarka, dia harus menangkap Azarka.


Azarka bukan hanya musuh terbesar Lisia. Tapi, Azarka juga adalah orang yang harus dimusnahkan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2