
Sebagai seorang Putri dari Kekaisaran Arrilla, Lisia tidak mungkin menggunakan wujudnya sebagai Arlisia Erisla de Arrilla menjadi anggota sufours. Untuk itu, dia menggunakan sihir pengubah wujud, dia membuat wujud seorang gadis berambut hitam panjang dan mata merah, kemudian menamakannya Eris.
Eris adalah wujud Lisia sebagai anggota sufours, kebanyakan organisasi penjahat mengenal Lisia sebagai Eris.
Terkadang, dia akan menggunakan wujud aslinya sebagai Lisia untuk misi-misi tertentu, seperti yang berkaitan dengan Azarka.
Eris dikenal dengan kekuatannya yang luar biasa, membuatnya banyak ditakuti oleh organisasi penjahat. Dia sangat terkenal di dunia bawah.
Lisia menatap Eris yang berada di dalam cermin. Di sana, terlihat Eris dilumuri darah, bukan darahnya melainkan darah orang lain. Wajahnya tersenyum… Tapi senyum itu adalah senyum yang ditakuti oleh banyak orang di dunia bawah.
‘Wah… Berani sekali mereka menunjukkannya, padahal pertandingan ini disaksikan seluruh dunia.’ batin Lisia, dia melihat ke sekitarnya, ‘Tapi sepertinya mereka tidak mungkin menunjukkannya dengan jelas.’
“Lisia…”
Mendengar namanya dipanggil, membuat Lisia beralih menatap ke cermin.
”Lisia dari Magic Academy…”
Tidak, kali ini bukan dari cermin di depannya. Alleira menoleh ke belakang, dan kini melihat cermin lain.
Kali ini, yang ditunjukkan dari cermin itu adalah dirinya, dengan gaun dan perhiasan. Ya, dirinya sebagai seorang putri dari kekaisaran Arrilla.
Lisia tertawa, “Wah… Apa cermin ini menunjukkan wujud lain diriku?” ucapnya.
...****************...
Semua yang terjadi di dunia cermin itu ditunjukkan pada dunia, membuat banyak orang mulai beropini.
“Dua cermin… satu adalah wujudnya sebagai putri, dan satu lagi?” Zerian tidak melanjutkannya, dia tidak tahu wujud apa yang lainnya itu karena tidak terlalu jelas.
’Kenapa cermin yang satunya tidak jelas?’ batin Rill, apa yang penting sehingga apa yang terlihat di cermin itu tampak buram?
’Seharusnya wajahnya sama dengan Lisia, tapi kenapa malah ditutup—eh?’ Irisa terdiam sejenak saat memperhatikan sesuatu dari cermin itu, ‘Rambutnya berwarna hitam?’
“Apa yang berada dalam cermin itu?” Levin bergumam, kenapa cermin itu buram?
...****************...
“Turnamen ini disiarkan ke seluruh dunia, apa tidak akan jadi masalah jika wujur Eris ditampakkan?” Kaisar Arkailian berbicara.
”Ya… Pastinya akan menimbulkan kecurigaan. Tapi ini untuk menjatuhkan mental Arlisia.” balas Kaisar Arrilla, terlihat senyuman di bibirnya saat mengatakannya.
“Wah… bisa-bisanya kau berkata seperti itu, pada putrimu sendiri.” balas Kaisar Arkailian.
__ADS_1
Kaisar Arrilla terdiam sejenak kemudian berkata, “Di sini, dia adalah perwakilan dari akademinya.”
...****************...
Lisia menggunakan sihir pelindung pikiran, tapi sihir itu tidak berfungsi.
”Percuma saja, Lisia… Kau tidak bisa melarikan diri dari kenyataan.” Terdengar suara dari cermin Putri Arlisia.
“Lisia… Apa kau telah melupakan masa lalumu?” Kali ini, adalah suara dari cermin Eris, “Kau melupakan semua kesalahanmu?”
Lisia mengeluarkan pedang, dan dengan cepat dia menghancurkan cermin Eris.
”Kenapa kau menghancurkannya? Lisia…” Cermin itu kembali pulih, Lisia menghancurkannya sekali lagi, tapi cermin itu kembali pulih dengan cepat.
”Meski kau menghancurkanku sekalipun, itu tidak akan mengubah kenyataan…. Lisia.” Terlihat, Eris yang berada di cermin itu menyeringai.
“Lisia.” Kali ini, adalah panggilan dari cermin Putri Arlisia.
Lisia yang mendengarnya, kemudian menoleh dan menatap cermin itu, “Aku ingin bebas… di sini rasanya sangat memuakkan.”
Lisia menatap ke sekelilingnya, tanpa mempedulikan kedua cermin itu, “Apa tujuan pertandingan ini adalah keluar dari sini?” gumamnya.
”Lisia… Kenapa kau mengabaikanku?”
”Lisia, lihat aku.”
”Lisia, berhenti.”
Kedua cermin itu tiba-tiba berada di hadapannya, Lisia langsung menghancurkannya dan lanjut berjalan.
Cermin itu kembali seperti semula dan terus mengikuti Lisia, “Hei, Lisia… Kita belum selesai berbicara.”
Lisia berhenti berjalan, kemudian dia menatap ke arah kedua cermin itu, “Apa jika selesai berbicara dengan kalian, aku bisa keluar dari sini?” tanyanya.
”Entahlah… Itu tergantung dirimu sendiri.”
“Aku?”
”Ya, jika kau sanggup keluar dari tempat ini. Karena bukan hanya kami yang berada di sini.”
‘Bukan hanya mereka? Kalau begitu…’ Lisia terdiam, memikirkan kemungkinan apa saja yang akan terjadi di dunia cermin ini, ‘Kaisar-kaisar itu sudah gila, ya?’
“Lisia… Kau melupakan perbuatanmu?” Cermin Eris berada di depan Lisia.
__ADS_1
”Kau pikir aku bisa melupakan semua itu dengan mudah?” balas Lisia dengan sinis.
”Ha… Jadi tidak, ya?” Cermin Eris kemudian tersenyum, “Kalau begitu, apa kau menyesal?”
”Menyesal pun tidak ada gunanya.” balas Lisia, ‘Kenapa pertanyaannya seperti tes kejiwaan?’ batinnya.
”Lisia, aku ingin bebas.” Kali ini, adalah suara dari cermin Putri Arlisia.
“Kau pikir aku bebas?” balas Lisia, “Kalian adalah wujud lain dariku, aku juga merasakan bagaimana jadi kalian.” lanjutnya.
“Begitu ya… Ya, kau benar. Kau juga pastinya merasa hancur tanpa kak Lais, ya?”
Perkataan cermin Putri Arlisia itu membuat Lisia terdiam. Cermin Putri Arlisia menghilang perlahan, hingga akhirnya menghilang sempurna.
...****************...
“Ini tidak seperti yang kuharapkan… Dia tidak mengatakan isi hatinya dengan langsung, hanya cermin itu yang mengatakannya.” keluh Kaisar Kairilin.
“Karena dia seorang Putri, dia pastinya sudah di didik untuk tidak mengatakan isi hatinya sembarangan.” balas Kaisar Erlin, dia melirik ke arah Kaisar Arrilla yang hanya terdiam.
...****************...
Sementara itu, terlihat saat ini Profesor Levin yang menyaksikan itu dari kursi penonton, ‘Lais, ya? Membayangkan bagaimana perasaan Lisia saat kehilangannya saja… rasanya sakit.’ batinnya.
Dia merasa sesak mengingat saat dirinya mendapatkan kabar kematian Lais dan saat pemakaman Lais.
...****************...
“Hei, Lisia… Bagaimana perasaanmu pada saat itu?” Cermin Eris berbicara setelah hening beberapa saat.
Lisia menatap cermin Eris, “Pertanyaanmu itu, kurasa kau tahu sendiri bagaimana jawabannya.” ucap Lisia.
“Hm… Sepertinya perasaanmu sedang tidak baik ya. Kau juga tidak suka ditanya seperti ini,” Cermin Eris terdiam sesaat, “Ini aneh bukan? Kita bertiga sebenarnya adalah orang yang sama. Tapi di sisi lain, kita juga berbeda.”
“Karena kalian adalah wujud lain dariku.” ucap Lisia.
“Bagaimana pun, kau yang asli.” Setelah mengucapkan itu, cermin Eris perlahan menghilang.
Pada saat itu, Lisia tahu, apa maksud kedatangan dari 2 cermin itu, kemunculan mereka adalah untuk menjatuhkan mentalnya, karena itu pastinya akan ada hal menantinya selama ini.
Tapi bagi wujud lain darinya itu, mereka muncul untuk mengungkapkan perasaannya yang hanya tersimpan di hatinya selama ini. Mereka datang untuk mengungkapkannya, dan dia berusaha sebisa mungkin untuk hanya membalas secukupnya.
Bersambung…
__ADS_1