
[Terhadap para penonton dan perwakilan setiap akademi, terima kasih telah menunggu! Sekarang! Kita akan mulai, pertandingan kedua di turnamen Magic Academy!]
Para penonton bersorak, mereka bersemangat, ingin mengetahui apa pertandingan kedua di turnamen ini.
[Pertandingan kedua di turnamen antar akademi adalah pertandingan fisik!]
Para penonton mulai ribut, kali ini apa yang dimaksud pertandingan fisik?
[Di pertandingan ini, kalian dilarang menggunakan sihir ataupun senjata. Untuk berjaga-jaga, yang ikut di pertandingan ini akan mendapatkan gelang pelacak sihir dan senjata. Jika kalian berani menggunakan sihir atau senjata, maka gelang itu akan berbunyi dan kalian akan dieliminasi dari pertandingan.]
[Untuk pertandingan kedua ini, setiap akademi akan memilih 1 anggota untuk ikut di pertandingan kedua.]
Tampak di ruang tunggu saat ini semuanya mulai berdiskusi mengenai siapa yang akan ikut di pertandingan kedua.
"Di pertandingan kedua ini, biar aku saja yang bertanding." Ucap Caelzen.
Mereka semua saling memandang satu sama lain, "Kau yakin? Pertandingan kali ini tidak menggunakan sihir atau senjata." Ucap Arzevian.
Caelzen tersenyum, "Ya, aku yakin."
Mereka saling melihat satu sama lain, lalu menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, Caelzen, kau yang akan bertanding di pertandingan kedua ini." Ucap Arzevian.
***
Semua perwakilan akademi yang ikut di pertandingan kedua masuk ke arena.
[Di pertandingan ini, kalian semua akan bertarung sekaligus. Yang paling pertama kalah, dialah yang akan menjadi yang terakhir, dan begitulah sampai yang mendapatkan juara pertama adalah orang yang berhasil bertahan sampai akhir.]
Para perwakilan di pertandingan kedua saling memandang satu sama lain.
[Mulai!]
Setelah mengucapkan hal itu, para perwakilan akademi di pertandingan kedua mulai menyerang satu sama lain.
Caelzen menyerang perwakilan dari Dream Academy, dan perwakilan Dream Academy itu menahan serangan Caelzen.
Mereka saling menyerang satu sama lain, hingga sebuah suara mengalihkan perhatian mereka.
"Jangan meremehkanku!"
Mereka menoleh, tampaknya suara itu berasal dari perwakilan Eagle Academy.
Perwakilan Eagle Academy itu baru saja memukul perwakilan Ice Academy hingga pingsan.
[Ice Academy tereliminasi!]
Setelahnya, perwakilan Eagle Academy itu kemudian memukul para perwakilan dari akademi lain, hingga mereka pingsan.
'Gadis itu bisa membuat mereka pingsan hanya dengan pukulan biasa?!' Perwakilan dari Sword Academy terkejut melihat perwakilan Eagle Academy yang membuat perwakilan akademi lain pingsan tanpa menggunakan sihir atau senjata.
***
Di ruang tunggu,
"Gadis itu... aku pernah mendengar tentangnya, dia adalah gadis yang terlahir dengan fisik yang sangat kuat!" Ucap seorang perwakilan dari Arriena Academy.
"Ya, aku juga pernah mendengarnya. Dia berasal dari desa yang tidak masuk ke wilayah 4 kekaisaran." Seorang perwakilan dari Academy lain menambahkan.
__ADS_1
***
Sekarang, telah banyak akademi yang tereliminasi. Yang tersisa hanyalah Magic Academy, Sword Academy, Wolf Academy dan Eagle Academy.
Mereka berempat saling bertarung, sambil waspada dengan apa yang direncanakan oleh musuh.
Caelzen sedari tadi telah mengalahkan perwakilan dari Dream Academy itu. Dia saat ini bertarung dengan perwakilan Wolf Academy.
Perwakilan dari Wolf Academy itu bertarung dengan cepat. Pukulannya beberapa kali mengenai Caelzen, meski pukulannya tidak terlalu kuat, tetapi kecepatannya itu yang menjadi masalah. Karenanya, Caelzen memilih untuk menghindari pukulannya.
"Ada apa ini? Ternyata hanya seperti ini kekuatan dari Magic Academy?" Perwakilan Wolf Academy itu tersenyum mengejek.
Kali ini, Caelzen menahan pukulan dari perwakilan Wolf Academy itu.
Perwakilan dari Wolf Academy itu tersenyum, dia pikir dia berhasil untuk memancing emosi Caelzen.
Tetapi, Caelzen tidak marah, dia tetap bersikap tenang.
"Aku lihat emosimu itu gampang sekali terpancing ya. Kalau begitu, bagaimana kalau sekarang kau belajar untuk mengendalikan emosimu terlebih dahulu?"
Caelzen menyerang perwakilan dari Wolf Academy itu. Perwakilan dari Wolf Academy terkejut, padahal, Caelzen terlihat seperti akan marah. Tapi, kenapa dia malah bersikap sangat tenang?
"Jika ada orang yang mengejekmu, jangan membalasnya. Tetaplah tenang, bagaimana?"
Caelzen teringat dengan masa-masa saat kepala sekolah Magic Academy melatihnya.
Dahulu, Caelzen berlatih dengan sangat keras, agar dia bisa menjadi perwakilan Magic Academy. Karena dia mendengar kepala sekolah sangat kuat, dia meminta untuk dilatih oleh kepala sekolah, kepala sekolah awalnya menolak, tetapi Caelzen tidak menyerah, dan pada akhirnya dia berhasil untuk membuat kepala sekolah melatihnya.
Caelzen berjuang dengan sangat keras, dia berlatih mulai setelah kelas sampai tengah malam, bahkan saat menjalankan misi, dia masih latihan jika ada waktu.
Caelzen terus menyerang perwakilan dari Wolf Academy itu, bahkan perwakilan dari Wolf Academy itu tidak sempat membalas ataupun menghindar.
Caelzen lalu menoleh, dia melihat, perwakilan dari Eagle Academy itu telah berhasil mengalahkan perwakilan dari Sword Academy. Sepertinya, mereka telah selesai bertarung sedari tadi.
[Sekarang! Yang tersisa hanyalah perwakilan dari Magic Academy dan perwakilan dari Eagle Academy. Siapakah yang akan mendapat juara 1? Apakah Magic Academy seperti pertandingan pertama? Atau.... Eagle Academy?]
Para penonton mulai bersemangat, tidak sabar melihat pertarungan terakhir di pertandingan kedua ini.
Perwakilan dari Eagle Academy itu berlari, dia memukul Caelzen. Caelzen menghindarinya, dia tahu kalau pukulan gadis di depannya itu sangat kuat.
"Hei, aku tertarik padamu."
Ucapan itu terdengar oleh para penonton. Beberapa orang mulai salah paham dengan perkataan perwakilan dari Eagle Academy itu.
"Namaku Alleo, siapa namamu?" Perwakilan Eagle Academy yang bernama Alleo itu memperkenalkan dirinya.
"Aku Caelzen. Aku juga tertarik padamu, Alleo." Ucap Caelzen tersenyum.
Beberapa penonton salah paham dengan ucapan mereka.
***
"Aku tidak mengira dia akan mendapatkan pacar di situasi begini." Ucap salah satu penonton yang merupakan teman Caelzen.
"Caelzen, kenapa dia selalu beruntung sih?" Tampaknya, teman Caelzen yang lain malah iri kepadanya.
***
Caelzen dan Alleo saling menyerang. Alleo menggunakan kakinya untuk menendang Caelzen, dan Caelzen menahan tendangan itu.
__ADS_1
Dia beberapa kali memukul Alleo, tetapi pukulannya ditahan oleh Alleo.
"Aku ingin melihat, seberapa kuat kau." Alleo menjauh dari Caelzen. Wajahnya yang tadinya tersenyum, kemudian berwajah serius.
Caelzen mulai waspada, entah apa yang direncanakan Alleo, tetapi dia tidak boleh lengah.
Alleo menyerang Caelzen, kali ini dia menjadi lebih cepat, dan pukulannya menjadi lebih kuat daripada tadi.
Caelzen menghindari serangan Alleo, dia beberapa kali membalasnya, meski Alleo dapat dengan mudah menahannya.
Pukulan Alleo mengenai Caelzen, membuat Caelzen kesakitan.
Alleo menendang Caelzen, Caelzen menahan tendangan Alleo, tetapi dia tetap terkena dampaknya.
'Tanpa sihir, sepertinya mustahil untuk menahan pukulan dan tendangannya tanpa dampak apapun.' Batin Caelzen.
"Caelzen, aku lihat, sepertinya kau sudah kelelahan saat bertarung melawanku tadi. Dengan kondisi begitu, rasanya mustahil untukmu bisa mengalahkanku. Apalagi, ini adalah pertandingan fisik." Alleo mengucapkannya tanpa ekspresi di wajahnya.
Alleo memukul Caelzen dengan kuat, lebih kuat dari sebelumnya, membuat Caelzen terjatuh di tanah.
[Pemenangnya, Eagle Academy!]
Poin tiap akademi berubah, sekarang poinnya menjadi,
Magic Academi, 23 poin
Eagle Academy, 21 poin
Fire Academy, 18 poin
Dragon Academy, 18 poin
Wolf Academy, 10 poin
Sword Academy, 9 poin
Trisian Academy, 6 poin
Earth Academy, 5 poin
Dream Academy, 4 poin
Arriena Academy, 3 poin
Flower Academy, 2 poin
Ice Academy, 0 poin
Para penonton bingung. Perwakilan dari Ice Academy juga tidak terima. Mengapa poin mereka nol?
[Oh, aku lupa mengatakannya, bagi akademi yang berada di juara terakhir, dia akan mendapatkan 0 poin.]
Para perwakilan dari setiap akademi terkejut mendengarnya. Kalau begitu, jika mereka tidak pernah mendapat juara, maka artinya poin mereka akan 0 terus menerus.
[Baiklah, turnamen antar akademi, hari pertama, berakhir di sini. Sampai jumpa di hari kedua turnamen antar akademi!]
Para penonton bersorak, dengan begini, turnamen antar akademi, hari pertama, selesai.
Bersambung...
__ADS_1