Magic Academy

Magic Academy
54. Hukuman


__ADS_3

Etian mendekati Fal, "Apakah dia yang bernama Azarka?" Tanya Etian.


"Bukan, dia adalah Fal. Dulu, dia adalah bawahan Azarka, sekarang dia hanya dimanfaatkan oleh Azarka." Ucap Lisia.


Etian terkejut, "Dia bukan Azarka? Kalau begitu, kenapa kau lama sekali mengalahkannya?"


"Dia cukup kuat. Apalagi, kekuatanku dibatasi." Ucap Lisia.


"Bukannya meski dibatasi, batasan kekuatanmu itu cukup untuk menggunakan setidaknya 5 sihir tingkat S? Apa dia sekuat itu?" Tanya Azarka.


Lisia mengerutkan keningnya, "Apa maksud anda? Batasan kekuatan saya hanya bisa menggunakan 1 sihir tingkat S dalam waktu berdekatan." Ucap Lisia.


"Hanya 1? Bukannya keputusan rapat 1 tahun yang lalu adalah 5?" Tanya Etian.


"Ya, tapi tadi pagi, saya merasakan batasan kekuatan saya berubah. Saya pikir, itu adalah keputusan dari 4 Kaisar, karena menganggap saya sebagai ancaman." Ucap Lisia.


"Jika pun ada keputusan seperti itu, pasti 3 Kaisar lainnya akan memberitahuku menggunakan batu komunikasi. Tapi, aku tidak mendapatkan kabar seperti itu." Ucap Etian.


'Apa ada salah satu Kaisar yang mengubah batasan kekuatan Lisia tanpa sepengetahuan kami?' Pikir Etian.


Lisia bingung, hanya 4 Kaisar yang bisa mengubah batasan kekuatannya. Apa salah satu Kaisar yang melakukannya?


"Aku akan membicarakan hal ini dengan 3 Kaisar lainnya." Ucap Etian.


"Baiklah." Ucap Lisia.


Narz menggendong Fal. Mereka berjalan keluar dari mansion itu.


***


Banyak penduduk kota berada di depan mansion. Ada orang yang menangis, dan ada yang marah.


"Kaisar sialan!"


"Beraninya kau membunuh penyelamat kami!"


"Apa tidak cukup dengan membiarkan kami kelaparan, kau bahkan membunuh penyelamat kami?!"


"Seharusnya kau tidak datang ke sini!"


Para penduduk kota marah, mereka melemparkan batu pada Etian.


Hampir semua rakyat kekaisaran Arkailian membenci Etian. Saat Etian baru saja lulus Magic Academy 2 tahun yang lalu, dia naik tahta menjadi Kaisar.


Saat masa pemerintahannya, Etian tidak pernah peduli dengan rakyatnya, jika ada kota yang kekeringan, dia tidak mempedulikannya. Bahkan saat organisasi penjahat berkeliaran di kekaisaran, dia juga tidak mempedulikannya. Karena itu banyak rakyat yang membencinya.


Lisia menggunakan sihir pelindung untuk melindungi Etian.


"Tenanglah! Orang yang kalian sebut sebagai penyelamat itu adalah organisasi penjahat!" Ucap Jain, dia berusaha menenangkan penduduk.


"Organisasi penjahat atau bukan, itu lebih baik dari Kaisar yang lebih mempedulikan wanita dari pada rakyatnya sendiri!"


Lisia menyerang penduduk kota yang mengatakan itu, dia sengaja membuat serangannya meleset.


Para penduduk terdiam.


"Lebih baik? Orang yang kalian sebut sebagai penyelamat itu telah membunuh banyak orang, apa itu yang kalian sebut lebih baik?" Tanya Lisia.

__ADS_1


"Mereka pasti memiliki alasan melakukan itu!" Ucap penduduk kota.


"Lalu? Apa Kaisar tidak memiliki alasan untuk membunuh mereka?" Tanya Lisia.


Para penduduk kota terdiam.


"Pergilah, jangan membuatku kesal dengan berkumpul di sana." Ucap Lisia.


Para penduduk kota pergi dari sana, wajah mereka terlihat kesal pada Lisia.


Lisia menghampiri Rill dan yang lainnya.


"Sekarang kita harus kembali ke Magic Academy." Ucap Lisia.


Lisia melihat Van, dia merangkul Van, "Kalian memiliki batu teleportasi bukan?" Tanya Lisia pada Naya, Rill dan Jain.


Rill mengeluarkan batu teleportasi, "Ya, ayo." Ucap Rill.


"Yang Mulia, biar saya yang membawanya." Ucap Jain pada Etian.


"Tidak perlu, aku akan ikut dengan kalian, karena urusanku belum selesai." Ucap Etian.


Semuanya memegang Rill, lalu mereka semua berteleportasi kembali ke Magic Academy, di ruang misi.


***


"Kerja bagus." Ucap profesor Sala.


"Aku akan membawanya ke ruang pengobatan." Ucap Lisia.


Lisia keluar dari ruang misi, dia membawa Van menuju ruang pengobatan.


"Silahkan, Yang Mulia." Ucap profesor Sala.


Etian keluar dari ruang misi, dia pergi ke penjara akademi.


Profesor Amlia yang menjaga penjara menunduk pada Etian, "Hormat kepada Yang Mulia Kaisar.


Etian menurunkan Fal, "Kurung dia untuk sementara, dan juga laporkan ini kepada kepala sekolah. Sebentar aku akan menginterogasi dia." Ucap Etian.


"Baik." Ucap profesor Amlia.


Etian pergi dari sana, dia berlari menuju ruang pengobatan.


***


Lisia membawa Van ke ruang pengobatan.


Profesor Viasra yang menjaga ruang pengobatan segera memeriksa kondisi Van.


"Saya pergi dulu, profesor." Ucap Lisia.


Dia keluar dari ruang pengobatan, dia ingin pergi ke kamar asramanya, tapi karena terlalu jauh, dia berhenti di samping gedung di mana tidak ada orang.


Lisia muntah darah, dia merasakan sakit yang luar biasa dari seluruh tubuhnya. Sedari tadi, dia menahan rasa sakit itu.


Itu adalah hukuman karena telah melanggar sumpah.

__ADS_1


***


Etian melihat Lisia yang berlari ke samping gedung, dia berlari menyusul Lisia.


Di samping gedung, dia melihat Lisia muntah darah.


Etian segera menghampiri Lisia, dia menghentikan hukuman Lisia.


Etian adalah salah satu dari 4 Kaisar, karena itu dia bisa menghentikan hukuman yang diterima Lisia karena melanggar sumpah.


"Kenapa anda tahu jika saya melanggar sumpah?" Tanya Lisia.


"Aku menebaknya, karena kau tidak mungkin bisa mengalahkan orang itu jika kau hanya bisa menggunakan 1 sihir tingkat S." Ucap Etian.


"Kenapa kau tidak memberitahuku? Apa kau tidak percaya padaku?" Tanya Etian.


"Saya tidak percaya pada siapa pun, baik itu anda, 3 Kaisar lainnya, atau siapa pun itu." Ucap Lisia.


"Tapi, terima kasih kerena telah menyelamatkan saya." Ucap Lisia.


Lisia berbalik, dia pergi dari sana.


Etian melihat punggung Lisia yang semakin menjauh, 'Apakah dia berpikir kalau aku juga menganggapnya sebagai ancaman dan ingin menyingkirkannya, seperti kaisar lainnya?'


***


Lisia pergi ke ruang misi.


Yang lain telah melaporkan apa yang dia tahu pada profesor Sala, dan juga mendapat bayaran atas misi kali ini. Mereka bertiga juga telah kembali ke asrama mereka masing-masing.


Lisia melaporkan semuanya pada profesor Sala. Tentang dirinya yang menghancurkan organisasi black, lalu Fal ingin membalas dendam padanya, lalu bagaimana dia mengalahkan Fal.


Profesor Sala sudah tahu jika Lisia adalah salah satu dari anggota sufours, karena itu Lisia tidak menyembunyikan tentang balas dendam Fal.


"Baiklah, laporanmu diterima." Ucap profesor Sala.


Lisia berbalik, dia berjalan menuju pintu.


"Lisia." Panggil profesor Sala.


Langkah Lisia berhenti, Lisia berbalik.


"Apa kau tahu alasan mengapa aku mengirim Van ke sana?" Tanya profesor Sala.


"Bukannya karena lokasi misinya berada di kekaisaran Arkailian?" Tanya Lisia, dia ingat jika profesor Sala mengatakannya sebelum dirinya dan Van pergi menjalankan misi.


"Kurang tepat." Ucap profesor Sala.


"Itu karena Van juga adalah salah satu anggota sufours, jadi untuk urusan dengan organisasi penjahat, aku mempercayakannya pada kau dan juga Van." Ucap profesor Sala.


Lisia terkejut, 'Van anggota sufours?'


"Dan juga, sama sepertimu, kekuatannya juga dibatasi. Tapi, dia tidak senekat dirimu sehingga melanggar sumpah." Ucap profesor Sala.


"Jika saya tidak nekat, maka saya tidak akan menang." Ucap Lisia.


Dia keluar dari ruang misi.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2