
Beberapa saat yang lalu
Arzevian kini telah menangkap beberapa hewan, dan total bintangnya adalah 21.
'Ini lebih mudah dari yang kupikirkan.' Pikir Arzevian, 'Meski begitu, pasti ada jebakan.' Arzevian tetap waspada.
"Tolong!!!"
Arzevian berbalik saat mendengar suara seseorang yang meminta tolong, 'Apa yang terjadi di sana? Tapi,' Arzevian berpikir sejenak, 'lebih baik aku tidak ke sana.'
Arzevian memilih mengabaikan suara itu dan pergi.
***
Di asal suara yang didengar Arzevian, tampak saat ini perwakilan Dream Academy yang sedang melawan seekor monster.
"Tidak... Jangan mendekat!!" Ucap perwakilan Dream Academy kepada monster itu.
Tak lama, seekor monster lagi muncul dan lama kelamaan monster tersebut makin banyak.
Sebuah lingkaran sihir muncul di depan perwakilan Dream Academy itu, sebuah cahaya muncul di lingkaran sihir itu, dan setelah cahaya itu menghilang, perwakilan Dream Academy yang lain datang untuk menolong.
***
Arzevian melepas anak panahnya dan anak panah itu tepat mengenai rusa yang dia bidik.
Dia mendekati rusa itu dan menyentuhnya, rusa itu menghilang dan dia mendapatkan 1 bintang.
Arzevian berjalan pergi dari sana, tetapi langkahnya berhenti saat melihat seekor monster dari kejauhan.
Monster itu berlari ke arahnya, dia segera mengeluarkan panahnya dan membidik kaki monster itu. Dia melepaskan anak panahnya dan anak panah tersebut tepat mengenai kaki monster itu. Tetapi itu tidak membuat monster itu kesakitan. Arzevian menyerang monster itu berkali-kali menggunakan panah.
Monster itu mengaum kesakitan saat semua kakinya berhasil diserang menggunakan banyak panah.
Tetapi, monster lain muncul dan berlari ke arah Arzevian.
'Jadi ini jebakannya?' Batin Arzevian.
Arzevian menyerang monster-monster itu menggunakan panah. Karena melihat kecepatan monster itu, jika dia lari maka monster itu bisa mengejarnya dengan mudah.
Banyak monster yang telah terjatuh akibat serangan panah Arzevian. Tetapi, salah satu monster berhasil menghindari semua panah Arzevian.
Arzevian terus menembakkan panahnya ke arah monster itu, tetapi monster itu bisa menghindar dengan mudah.
Monster itu semakin mendekat. Arzevian tidak berhenti menembakkan panah, dan akhirnya satu panah berhasil mengenai kaki monster itu.
Monster itu tidak terpengaruh, tetapi Arzevian terus menembakkan panah dan terus mengenai kaki monster itu. Monster itu kesakitan, dia menjadi marah dan berlari ke arah Arzevian.
'Kenapa dia masih bisa berlari?' Arzevian terus menembakkan panahnya, tetapi monster itu berhasil menghindarinya.
Monster itu akhirnya sampai ke tempat Arzevian, dia menendang Arzevian dan membuatnya terlempar ke pohon.
Situasi saat inilah yang dilihat Lisia dan Xava saat baru sampai di ruang tunggu.
Monster itu akan memukul Arzevian, tetapi Arzevian dengan cepat menghindarinya. Dia menembakkan panahnya ke arah mata monster itu. Monster itu kesakitan dan memegangi matanya, kemudian Arzevian menembakkan panahnya ke mata yang lainnya.
Monster itu mengamuk, dia menghancurkan semua yang ada di sekitarnya. Arzevian menghindari pukulan monster itu.
'Sekarang, di mana jantung monster ini?' batin Arzevian sambil terus menghindari serangan monster itu.
Arzevian berhenti saat melihat sebuah tanda yang mirip dengan bulan purnama di tubuh monster itu, dia membidikkan anak panahnya ke arah tanda bulan purnama itu, lalu melepas anak panahnya.
Panah itu tepat mengenai tanda bulan purnama itu, monster itu terjatuh ke tanah, dan tak lama kemudian monster itu mati.
Arzevian menatap monster itu dengan tatapan dingin, "Aku tidak suka bulan purnama." ucapnya.
Kemudian Arzevian pergi dari sana.
***
"Arzevian berhasil..."
Para perwakilan Magic Academy menghela napas lega melihat Arzevian berhasil mengalahkan monster itu.
Lisia hanya terdiam sambil menatap Arzevian di layar, 'Tatapan matanya berubah menjadi dingin, apa yang dia lihat?'
***
Arzevian telah berburu sedari tadi, dan sekarang waktu berburu telah hampir selesai.
Sebuah layar muncul, menunjukkan bintang yang dimiliki setiap perwakilan akademi.
__ADS_1
Ice Academy: 52 bintang
Eagle Academy: 45 bintang
Sword Academy: 41 bintang
Magic Academy: 38 bintang
Fire Academy: 31 bintang
Trisian Academy: 24 bintang
Wolf Academy: 21 bintang
Dragon Academy: 18 bintang
Arriena Academy: 17 bintang
Flower Academy: 13 bintang
Earth Academy: 12 bintang
Dream Academy: 10 bintang
Lalu, layar lain muncul, dan menunjukkan sisa waktu hingga pertandingan ketiga berakhir.
Sisa waktu hingga pertandingan ketiga berakhir adalah 01.00
Melihat bintang yang dimiliki lawan lebih banyak darinya, Arzevian segera pergi mencari hewan untuk diburu.
Sementara, waktu terus berjalan.
Sisa waktu yang tertera di layar terus berkurang.
Arzevian membidik seekor rusa yang berada tak jauh dari sana, lalu dia melepaskan panahnya.
Dia kemudian mendekati rusa itu dan memegangnya, kemudian rusa itu menghilang dan bintangnya bertambah 1.
Meski begitu, itu tidak mempengaruhi posisinya, dia masih berada di posisi keempat.
Arzevian segera pergi dari sana, kemudian tak jauh dari sana, dia melihat seekor beruang.
Sebuah keberuntungan baginya, karena bintang yang akan didapatkan jika berhasil menangkap beruang adalah 10 bintang.
Arzevian membidik beruang itu, kemudian dia melepaskan anak panahnya. Anak panah itu berhasil mengenai tangan beruang itu.
Arzevian berada jauh dari sana, dia menembakkan beberapa anak panah. Dan anak panah itu mengenai beruang itu.
Beruang itu kesakitan akibat anak panah yang ditembakkan Arzevian.
00.10
00.09
Waktu terus berjalan,
00.08
Arzevian terus menembakkan panahnya, dan beruang itu mengamuk karena kesakitan.
00.07
Dan kini, Arzevian menembakkan anak panah terakhir.
00.06
Anak panah itu mengenai kaki beruang itu,
00.05
Beruang itu terjatuh ke tanah,
00.04
Arzevian berlari ke arah beruang itu,
00.03
Jarak antara dirinya dan beruang itu cukup jauh,
00.02
__ADS_1
Sedikit lagi, dan Arzevian akan menyentuh beruang itu.
00.01
00.00
[Pertandingan ketiga selesai!]
[Dan.... Inilah bintang yang diperoleh setiap akademi!]
Sebuah layar muncul dan menunjukkan bintang yang diperoleh setiap akademi.
Ice Academy: 58 bintang
Eagle Academy: 50 bintang
Magic Academy: 49 bintang
Sword Academy: 44 bintang
Fire Academy: 34 bintang
Trisian Academy: 27 bintang
Wolf Academy: 21 bintang
Dragon Academy: 19 bintang
Arriena Academy: 17 bintang
Flower Academy: 15 bintang
Earth Academy: 14 bintang
Dream Academy: 11 bintang
Magic Academy mendapatkan 49 bintang, di saat-saat terakhir, Arzevian berhasil menyentuh beruang itu dan bintangnya bertambah.
Sebuah lingkaran sihir muncul di tanah masing-masing perwakilan akademi.
Para perwakilan kembali ke arena.
Dream Academy, Flower Academy dan Arriena Academy. Ketiga akademi itu kembali dengan 2 orang perwakilan. Di tengah pertandingan tadi, perwakilan lain datang ke hutan berburu, dan membantu perwakilan akademi mereka.
Akademi yang perwakilan lainnya datang untuk membantu, dikurangi bintangnya, dan hanya mendapatkan setengah dari bintang yang sebenarnya mereka dapatkan.
[Pemenangnya, Ice Academy!]
Layar yang tadinya menunjukkan bintang yang didapat di pertandingan ketiga, kemudian berubah menampilkan poin yang dimiliki setiap akademi.
Magic Academy, 33 poin
Eagle Academy, 32 poin
Fire Academy, 26 poin
Dragon Academy, 23 poin
Sword Academy, 18 poin
Wolf Academy, 16 poin
Trisian Academy, 13 poin
Ice Academy, 12 poin
Earth Academy, 7 poin
Arriena Academy, 7 poin
Flower Academy, 5 poin
Dream Academy, 4 poin
Di tempat 4 Kaisar,
"Meski begitu, Magic Academy masih berada di posisi pertama ya..." Kaisar Kairilin berkomentar.
"Itu berkat Putri Arlisia, bukankah begitu, Kaisar Arrilla?" ucap Kaisar Arkailian.
Kaisar Arrilla menatap ke arah ruang tunggu, tepatnya menatap Lisia yang berada di ruang tunggu, "Ya, begitulah."
__ADS_1
Bersambung...