Magic Academy

Magic Academy
44. Kematian Axena


__ADS_3

Kutukan budak Kalia telah dicabut, kini dia bukan budak lagi.


Sejak saat itu, Kalia tidak memiliki tempat tujuan, dia pun bergabung dengan organisasi black.


Mereka melawati banyak waktu bersama, hingga... 2 tahun kemudian, Axena mati, saat mereka melaksanakan misi dari tuan mereka.


***


"Axena, kau mau ke mana?" Tanya Alaya, dia melihat Axena yang memakai jubah berwarna hitam.


"Aku mendapatkan misi dari tuan." Ucap Axena.


"Sendiri?" Tanya Alaya.


Axena mengangguk, "Ya, ini misi darurat."


"Eh? Kalau begitu, aku akan membangunkan yang lain–"


Axena memotong ucapan Alaya, "Tidak perlu, mereka pasti sangat lelah." Ucap Axena.


Axena membuka pintu kamar penginapan itu, dia lalu pergi dari sana.


Alaya merasakan firasat buruk, tapi dia tidak berani untuk mengikuti Axena.


***


Axena sampai di sebuah hutan, dia menyembunyikan aura keberadaannya dan bersembunyi di balik semak-semak.


Tuannya menyuruhnya datang ke tempat itu untuk membunuh bawahan Kaisar.


Seseorang datang ke tempat itu, dia adalah seorang pria berambut hitam dan iris mata berwarna emas.


"Lisia terlambat..." Ucap pria itu.


Tak lama, seorang gadis kecil yang berusia sekitar 10 tahun datang, dia memiliki rambut berwarna perak dan iris mata berwarna merah, "Kau sudah datang dari tadi?" Tanya gadis kecil itu.


Axena terkejut melihat gadis kecil itu, 'Dia, Putri Arlisia? Kenapa putri pertama kekaisaran Arrilla berada di sini?' Batinnya.


Pria itu menggeleng, "Tidak, aku baru datang." Ucapnya.


"Gana." Panggil Lisia.


"Ya? Kenapa?" Tanya pria bernama Gana itu.


"Apa kau tidak merasakan keberadaan seseorang di sini?" Tanya Lisia.


Axena terkejut, dia yakin telah menyembunyikan aura keberadaannya, tapi kenapa dia menyadarinya?


"Seseorang?" Gana melihat sekeliling dan mulai waspada, dia tidak bisa merasakan keberadaan seseorang sama sekali.


Lisia menatap semak-semak di mana Axena bersembunyi. Axena berlari, dia segera pergi dari sana, dia bisa merasakan aura membunuh dari diri Lisia.


Gana menggunakan sihirnya dan mengejar Axena.


Gana menyerang Axena menggunakan sihirnya, Axena menghindari serangan itu. Gana menyeringai, dia menyerang Axena sekali lagi dan Axena terkena serangan itu.


Axena terjatuh ke lantai, Gana menginjak tubuh Axena agar dia tidak bisa berdiri.

__ADS_1


Lisia turun dari atas pohon, Axena terkejut, 'Dia berada di sana dari tadi?' Batinnya, dia tidak bisa merasakan aura keberadaan Lisia sama sekali.


Lisia menatap Axena, dia menyeringai, "Bibi, apa kau bawahan Azarka?" Tanya Lisia.


Axena terkejut, "Kau, bagaimana kau bisa mengetahuinya?" Dia berusaha lepas dari Gana, tapi entah kenapa, tangan dan kakinya tidak bisa bergerak, dia juga tidak bisa menggunakan sihirnya.


"Tentu saja aku mengenalnya, dia adalah musuhku." Ucap Lisia, dia tersenyum. Senyum yang seharusnya tidak dimiliki oleh anak kecil.


"Di mana dia sekarang?" Tanya Lisia.


Axena tersenyum meremehkan, "Kau pikir aku akan memberitahunya?"


Lisia menyeringai, "Gana, dapatkan informasi darinya, itu adalah keahlianmu bukan?" Perintah Lisia.


"Baik." Ucap Gana.


Lisia berbalik dan ingin pergi dari sana, tapi ditahan oleh Axena, "Tunggu!"


Lisia berbalik, "Apa?"


"Kau adalah putri pertama kekaisaran Arrilla, Arlisia Erisla de Arrilla bukan?" Tanya Axena memastikan.


Lisia diam sejenak, lalu dia menjawab, "Ya, aku adalah Putri Arlisia." Ucap Lisia.


"Jadi benar ya. Kenapa seorang putri sepertimu menjadi anggota sufours?" Tanya Axena.


subordinate of the four emperors, disingkat menjadi sufours. Mereka adalah bawahan dari empat Kaisar yang tidak diketahui oleh masyarakat umum.


Lisia diam, dia tidak menjawab pertanyaan Axena.


Tiba-tiba, seseorang lewat dari sana dengan sangat cepat, orang itu membunuh Axena, menggunakan pisau yang dibaluri dengan racun mematikan.


Sekilas, Lisia dapat melihat orang itu yang tersenyum saat membunuh Axena. Dia seakan mengejek Lisia.


Lisia memeriksa keadaan Axena, Axena telah mati.


"Sial!" Ucap Lisia.


"Bagaimana sekarang, Lisia?" Tanya Gana.


"Tinggalkan saja dia di sini, dan juga hilangkan semua bukti kalau kita pernah berada di sini." Ucap Lisia.


Dia berbalik dan pergi meninggalkan Gana.


"Huh, dia memerintahku, lalu pergi tanpa membantu. Tapi aku juga tidak bisa melawannya, karena meski dia masih anak kecil, tapi dia adalah salah satu ketua." Gumam Gana.


***


Alaya tidak bisa tidur, dia terus menunggu kedatangan Axena, firasatnya buruk.


"Apa Axena baik-baik saja? Kenapa dia belum pulang?" Gumamnya, dia khawatir dengan keadaan Axena.


Tak lama, hujan turun, hujan itu menjadi sangat deras, disertai dengan petir.


Firasat Alaya semakin buruk, "Axena.."


Alaya pada akhirnya memutuskan untuk pergi, dia pergi dari penginapan itu tanpa menggunakan payung.

__ADS_1


Axena tidak mengatakan ke mana dia pergi, karena itu Alaya terus mencari, tanpa tahu di mana Axena saat ini.


Alaya terus mencari, sampai dia kemudian menemukan Axena.


Alaya terkejut, Axena penuh dengan darah. Tangan Alaya gemetaran, dia harap Axena belum mati. Dia menyentuh tangan Axena, tangannya sangat dingin.


Alaya memeriksa kondisi Axena...


Axena telah mati.


Tangis Alaya pecah, dia tidak bisa menahan kesedihannya.


***


Bibi pemilik penginapan melihat Fal, Kalia, Narz dan Rin yang khawatir.


"Ada apa?" Tanya bibi pemilik penginapan.


"Tadi, saat kami bangun tidur, kami tidak menemukan dua teman kami." Ucap Narz.


Bibi pemilik penginapan tersenyum, "Apa maksud kalian dua gadis cantik itu? Mungkin saja mereka sedang berjalan-jalan." Ucapnya.


Narz menunduk, "Semoga saja seperti itu."


"Bibi ingin pergi berbelanja dulu ya.." Ucap bibi pemilik penginapan, dia membuka pintu penginapan.


"Ya, bibi." Ucap Narz.


Bibi pemilik penginapan tersenyum, dia lalu pergi dari sana dan menuju ke pasar. Jarak pasar dan penginapan cukup jauh, karena penginapan berada sangat jauh dari pusat kota, sedangkan pasar berada di pusat kota.


Tak lama setelah kepergian bibi pemilik penginapan, Alaya kembali sambil membawa Axena.Tatapan mata Alaya kosong, dia membuka pintu penginapan.


Narz, Fal, Kalia dan Rin terkejut melihat Alaya dan Axena, mereka segera menghampiri mereka.


"Alaya! Axena!"


"Kakak!"


"Alaya, apa yang terjadi?" Tanya Narz.


Alaya terdiam sejenak, dia menatap Narz, "Narz... aku... aku menemukan Axena... dia mati..."


Narz terkejut mendengar ucapan Alaya, dia merasa tidak percaya. Dia melihat Axena.


Rin telah memeriksa kondisi Axena, dia melihat Narz, dia tahu arti tatapan Narz, "Ya, Axena telah mati." Ucap Rin.


Rin menunduk, dia ingin menangis, tapi air matanya tidak bisa keluar.


Fal dan Kalia, mereka menangis.


***


Bibi pemilik penginapan pulang, dia membuka pintu penginapan, "Loh?" Dia tidak menemukan siapa pun di penginapan.


Bibi itu masuk ke penginapan, dia melihat uang yang sangat banyak di meja, dan juga sebuah surat.


Bibi itu membaca surat itu,

__ADS_1


Maaf, bibi. Karena urusan mendadak, kami terpaksa pergi sekarang. Biaya penginapannya telah kami simpan di meja. Terima kasih.


Bersambung...


__ADS_2