
3 bulan berlalu sejak Fal pergi mengikuti Narz. Dia juga telah menjadi bagian dari organisasi black.
Fal juga telah diajari sihir oleh Narz, di luar dugaan, Fal dapat menguasai sihir dengan mudah.
Narz dan yang lainnya juga baru tahu, ternyata Narz adalah seorang pahlawan. Dia memiliki kekuatan sihir yang kuat, meski begitu dia tidak melawan penduduk kota.
Dahulu, ada sebuah bandit yang menyerang desa, saat itu Fal masih berusia 10 tahun. Lalu Fal mengalahkan bandit itu dengan sangat mudah. Hal itu membuat dirinya dianggap pahlawan.
Tapi tentu saja, itu tidak membuat rasa iri di hati penduduk kota menghilang. Mereka tetap iri pada Fal karena terlahir sebagai orang yang kaya raya. Karena itu, setelah kematian orang tua Fal, semua harta yang seharusnya milik Fal diambil oleh penduduk kota.
Semenjak pergi dari kota, Fal di cap menjadi seorang penjahat oleh kekaisaran. Mereka pikir, dalang dibalik kehancuran kota itu dan orang yang membunuh semua penduduk kota adalah Fal.
Lalu Fal dan yang lain terus berpindah tempat, tergantung dengan perintah dari tuan mereka. Dan saat ini, mereka berada di kekaisaran Erlin.
***
Fal saat ini sedang berada di pinggir danau. Dia sendirian, Narz dan yang lainnya sedang menjalankan misi yang sangat berbahaya sehingga Fal dilarang ikut.
Braak
Fal terkejut mendengar sebuah suara, dia berlari ke asal suara itu.
Sesampainya di sana, dia melihat seorang gadis kecil, gadis kecil itu berpakaian lusuh, dan banyak luka di tubuhnya.
Fal mendekati gadis kecil itu, dia mengulurkan tangannya, "Kau tidak apa-apa?" Tanya Fal.
Gadis kecil itu ketakutan melihat Fal, dia segera berdiri dan berlari pergi dari sana.
"Tunggu!" Fal mengejar gadis itu.
Gadis itu terus berlari, sesekali dia melihat ke belakang, anak laki-laki yang tampak berusia seumuran dengannya sedang mengejarnya.
'Pergi! Cepatlah pergi dari sana! Jangan mengejarku!' Batin gadis itu.
Gadis itu tersandung, dia terjatuh ke tanah.
Fal menghampiri gadis itu, "Hei, kau tidak apa-apa? Kenapa kau lari?"
Fal ingin membantu gadis itu untuk berdiri, gadis itu segera menepis tangan Fal.
"J-jangan menyentuhku!" Ucap gadis itu.
__ADS_1
Fal terkejut, dia melihat mata gadis itu, dia terlihat sangat ketakutan.
"Tenanglah, aku tidak akan berbuat jahat padamu.." Fal mencoba menenangkan gadis itu.
Gadis itu tidak percaya pada Fal, "Mana mungkin aku percaya!" Ucap gadis itu.
Gadis itu melihat sebuah batu yang berada di sampingnya, dia mengambil batu itu dan melemparkan batu itu pada Fal, Fal menghindari batu itu.
"Pergi! Jika tidak, aku akan membunuhmu!" Ancam gadis kecil itu.
Fal tetap diam di tempatnya, dia melihat sebuah tanda di punggung tangan gadis itu, dia pernah melihat tanda itu sebelumnya, "Kau, seorang budak?" Tanya Fal tanpa sadar.
Gadis itu tambah ketakutan, dia segera berlari pergi dari sana.
Melihat gadis itu lari, Fal segera sadar ucapannya, dia mengejar gadis kecil itu.
'Gawat! Dia mengetahui identitasku! Aku harus segera pergi! Aku... aku tidak ingin... membunuh orang lagi.' Batin gadis itu.
Fal mengejar gadis itu, dia menggunakan sihirnya untuk mempercepat larinya. Beberapa saat kemudian, dia telah menyusul gadis itu.
Gadis itu ketakutan melihat Fal, dia segera mempercepat larinya. Fal mengikuti cepat lari gadis itu.
"Kau tidak perlu takut, aku tidak akan menyakitimu, berhentilah." Ucap Fal, dia berusaha membujuk gadis itu.
Sebuah anak panah melesat ke arah gadis kecil itu, Fal yang menyadari anak panah itu mempercepat larinya dan mendorong anak itu untuk menghindari anak panah, lalu Fal menunduk untuk menghindari anak panah itu.
Gadis kecil itu ketakutan, dia gemetaran, 'Mereka menemukanku!' Batinnya.
Fal melihat sekitar, mencari keberadaan orang yang menembakkan anak panah ke arah gadis itu.
Seseorang muncul dari dalam hutan, dia adalah seorang pria berambut hitam dan mata coklat, pria itu memakai masker.
Fal waspada, dia menebak jika tujuan dari pria itu adalah untuk menangkap gadis itu. Gadis itu pasti adalah seorang budak yang kabur.
"Jika kau ingin selamat, serahkan gadis itu padaku." Ucap pria itu.
Gadis itu bersiap untuk kabur, dia tidak berharap agar Fal melindunginya, karena dia tidak percaya pada Fal. Meski Fal berkata seperti itu padanya, dia tahu jika perkataan Fal tidak bisa dipercaya.
"Tidak." Ucap Fal.
Gadis itu yang tadinya ingin kabur, tiba-tiba berhenti. Dia melihat Fal, wajah gadis itu menunjukkan rasa tidak percaya.
__ADS_1
Fal menyerang pria itu menggunakan sihirnya, pria itu menghindari sihir Fal.
Pria itu berlari mendekati Fal dan berniat menyerang Fal, Fal tiba-tiba berada di belakang pria itu dan dia memukul belakang kepala pria itu. Pria itu pingsan akibat pukulan Fal.
Fal melihat gadis itu, "Aku pikir kau telah pergi." Ucap Fal.
Gadis itu waspada pada Fal, "Kau siapa?" Tanya gadis itu.
"Aku? Aku Fal." Ucap Fal tersenyum.
***
"Sial! Karena kalian, ada banyak budak yang kabur!" Seseorang yang merupakan penjual budak menatap tak suka pada Narz yang telah membebaskan banyak budak.
"Narz, ini tidak masuk dalam perintah tuan. Tuan hanya menyuruh kita untuk membebaskan satu budak." Ucap Axena, rasanya dia sakit kepala karena tindakan Narz.
"Tuan tidak menyuruh kita untuk tidak membebaskan para budak yang lain bukan?" Ucap Narz.
"Itu memang benar sih, tapi.. ah, sudahlah, percuma saja bicara denganmu." Ucap Axena.
"Sekarang, kita harus berbuat apa pada penjual budak ini?" Tanya Narz, dia menatap penjual budak itu dengan tatapan dingin.
"Sebentar lagi tentara kekaisaran akan ke sini, lebih baik kita meninggalkannya saja." Ucap Alaya.
"Tidak, seseorang bisa saja datang untuk menyelamatkannya." Ucap Axena.
"Apa sebaiknya kita bunuh saja?" Ucap Rin tersenyum.
"Tidak, jika dia mati maka kutukan budak pada para budak itu tidak akan tercabut selamanya." Ucap Narz.
"Lalu, bagaimana?" Tanya Rin.
"Kita akan membawanya." Ucap Axena.
"Lagipula, saat ini Fal pasti telah menunggu." Ucap Narz.
Narz mendekati penjual budak itu, penjual budak itu ketakutan, "A-apa yang ingin kau lakukan? Pe...pergi! Menjauh dariku!" Ucap penjual budak itu.
Narz tidak memedulikannya, dia membuat penjual budak itu pingsan, lalu dia menggendong penjual budak itu seperti menggendong karung beras.
"Ayo kita pergi." Ucap Narz.
__ADS_1
Mereka pergi dari sana, kembali ke danau dimana Fal seharusnya menunggu.
Bersambung...