
'Aku adalah penyebab dari masalah ini, karena itu aku sendiri yang harus membereskan masalah ini!' Batin Lisia.
Semua senjata yang menyerang Fal tiba-tiba menghilang.
Lisia menyerang Fal menggunakan pedang itu, Fal menahan serangan Lisia.
Lisia terus menyerang Fal, dan Fal terus menahan serangan itu.
'Kecepatannya meningkat.' Batin Fal, dia melihat percikan petir di pedang cahaya milik Lisia, 'Dia menggabungkan sihir cahaya dengan petir ya...' Batin Fal.
Fal meningkatkan kecepatannya, dia terus menyerang Lisia. Lisia mengimbangi kecepatan Fal, dia terus menahan serangan Fal.
Tidak ada yang menyerah, mereka terus saling menyerang satu sama lain.
Kekuatan mereka membuat ruangan itu terkena efeknya. Benda-benda di sekitar mereka hancur.
***
Etian telah membereskan semua anak buah organisasi penjahat itu.
Etian memandangi semua orang yang telah dikalahkannya, ada beberapa yang telah mati dan ada yang terluka parah.
'Mereka sangat lemah.' Batin Etian.
Kekuatan yang dirasakannya dari lantai 2 semakin kuat, dan dia merasakan dua kekuatan.
Etian yakin jika kekuatan itu adalah milik Lisia, dan juga orang yang kemungkinan adalah Azarka.
Etian berlari, dia pergi ke lantai 2, dia mendekat ke ruangan yang memiliki sihir yang sangat kuat.
Di perjalanan, dia terhenti karena berpapasan dengan seorang gadis yang mengenakan jubah hitam dan topeng. Di jubah gadis itu, terdapat angka 0.
"Aku yakin sudah membunuhmu tadi." Ucap Etian.
Gadis itu adalah nona Zero, "Yang anda bunuh adalah bayangan saya, Yang Mulia Kaisar." Ucap nona Zero.
"Oh..." Ucap Etian.
Nona Zero mendekati Etian, "Yang Mulia, apakah kita bisa berbicara sebentar?" Pinta nona Zero tersenyum.
'Aku dengar Kaisar Arkailian sangat menyukai wanita, jadi dia pasti akan menuruti permintaanku bukan?' Batin nona Zero percaya diri.
Etian mengayunkan pedangnya dan menebas kepala nona Zero, "Minggir, jangan menghalangi jalanku." Ucap Etian dingin.
Tubuh nona Zero menghilang. Dia adalah bayangan.
Etian tidak mempedulikannya, dia berlari menuju ke ruangan tempat Lisia bertarung dengan Fal.
***
Nona Zero memukul meja, "Kenapa dia tidak menurutinya? Padahal menurut rumor, dia sangat menyukai wanita! Saat ini saja dia memiliki 231 selir!"
"Apakah aku membuat kesalahan? Mungkin saja dia tidak suka pada wanita yang lemah lembut.." Gumam nona Zero.
__ADS_1
Nona Zero menggunakan sihir bayangan dan mengirim sihir bayangan itu untuk menggoda lalu membunuh Etian.
***
Lisia menghindari serangan Fal, dia menusuk jantung Fal.
Tubuh Fal berubah menjadi es, yang ditusuk Lisia adalah bayangan.
Fal yang asli berada di belakang Lisia dan menyerang Lisia. Lisia menghindari serangan Fal lalu dia menyerang Fal, Fal menahan serangan itu.
Lisia bergerak dengan cepat, dia berada di depan Fal.
Fal menyerang Lisia, Lisia menunduk untuk menghindari serangan Fal. Lisia lalu menusuk perut Fal.
Fal terkena serangan itu, kali ini yang terkena adalah tubuh aslinya, bukan bayangan.
Fal menyerang Lisia, Lisia menjauh dari Fal. Pedang yang tertusuk di tubuh Fal menghilang dan berada di tangan Lisia.
Lisia berlari dan menyerang Fal, Fal menghindari serangan itu. Rambutnya terpotong sedikit karena pedang Lisia.
Fal mencoba menusuk jantung Lisia, Lisia menahannya menggunakan pedang.
Lisia bergerak, lalu dengan cepat dia berada di samping Fal.
Fal mencoba menusuk jantung Lisia, Lisia menghindari serangan itu, tapi lengannya terluka karena mencoba menghindari serangan Fal.
Lisia menggunakan sihir bayangan, bayangannya berada di belakang Fal dan menyerang Fal.
Bayangan Lisia menghilang, Lisia juga menjauh dari sana.
Tubuh Lisia dan Fal dipenuhi luka akibat bertarung tadi.
Lisia menggunakan sihir penyembuh tingkat S untuk menyembuhkan semua luka-lukanya.
Fal juga menggunakan sihir penyembuh tingkat S, tapi entah kenapa tidak semua luka Fal sembuh. Fal terkejut, kenapa lukanya tidak bisa sembuh?
"Jangan terkejut seperti itu, memang beberapa seranganku yang terkena tadi tidak bisa disembuhkan dengan sihir penyembuh tingkat S. Cara untuk menyembuhkannya, adalah sembuh sendiri dengan waktu yang sangat lama, atau menggunakan sihir penyembuh tingkat SS." Ucap Lisia.
Lisia tersenyum, "Tapi tenang saja, serangan yang terkena tidak mengenai organ yang bisa membuatmu mati. Hanya saja, mungkin itu akan mempengaruhi kecepatanmu atau hal lainnya." Ucap Lisia.
Fal tersenyum, "Meski mengenai organ yang bisa membuatku mati pun, aku tidak masalah. Yang penting aku telah membunuhmu dan membalaskan dendamku." Ucap Fal.
"Sayangnya, itu tidak akan terjadi." Ucap Lisia.
Perut Fal tiba-tiba tertusuk pedang. Seseorang muncul, orang itu memegang pedang yang menusuk perut Fal. Orang itu adalah bayangan Lisia.
"Jangan terkejut seperti itu, aku hanya menggunakan sihirku untuk membuat kau tidak bisa melihat atau merasakan keberadaan bayanganku." Ucap Lisia tersenyum.
Bayangan Lisia yang lain berada di belakang Fal, bayangan itu memukul belakang kepala Fal dengan sangat keras, tangannya dilapisi oleh sihir.
Fal terjatuh ke lantai, perlahan dia menutup matanya, dia pingsan.
Bayangan Lisia menghilang.
__ADS_1
Lisia mendekati Fal, dia mengikat tubuh Fal menggunakan rantai untuk berjaga-jaga.
***
"Kau itu tidak pernah menyerah ya."
Etian mencekik leher bayangan nona Zero.
Etian menyeringai, dia tiba-tiba terpikirkan suatu ide, "Berhentilah menggunakan bayanganmu, jika itu dirimu sendiri, baru aku akan mengabulkan permintaanmu." Ucap Etian.
Bayangan nona Zero menghilang.
***
Nona Zero tersenyum senang, "Begitu ya, jadi tadi dia tidak mengabulkannya karena itu bayanganku! Bukan diriku yang asli!"
Nona Zero berjalan pergi dari sana, dia tidak sabar untuk membunuh Etian yang telah membunuh banyak bayangannya.
Nona Zero sampai di depan Etian, "Maaf, Yang Mulia. Tadi saya pikir, anda tidak menyukai saya karena sifap saya. Karena itu saya terus mengirim bayangan dengan sifat yang berbeda, untuk melihat anda menyukai sifat yang bagaimana." Ucap nona Zero.
Etian tersenyum, "Tidak mungkin seperti itu, aku menyukaimu bagaimana pun sikapmu." Ucap Etian.
'Kalau tahu seperti ini, aku seharusnya melakukannya sedari tadi.' Batin nona Zero.
Etian bergerak dengan cepat, dia menebas kepala nona Zero.
Nona Zero menatap tidak percaya, 'K-kenapa? Aku bukan bayangan..'
"Kau sungguh bodoh ya." Ucap Etian dingin.
Nona Zero menyadari rencana Etian. Kenapa dia begitu bodoh hingga terperangkap ke dalam jebakan yang di buat oleh Etian?
Etian tidak mempedulikan nona Zero, dia berlari menuju ruangan tempat di mana dia merasakan kekuatan yang sangat besar.
Etian sampai di depan pintu ruangan itu. Kini, dia tidak lagi merasakan kekuatan yang luar biasa dari balik pintu itu.
Apa pertarungannya sudah selesai? Siapa yang menang? Jangan katakan jika Lisia kalah.
Etian membuka pintu itu, terlihat seorang gadis berambut perak yang sedang sedang menatap seorang pria berambut ungu kehitaman yang sedang pingsan, pria itu terikat rantai.
Gadis itu menoleh melihat Etian. Wajahnya terlihat, dia memiliki iris mata merah.
Sekali melihatnya, Etian langsung tahu, jika gadis itu adalah putri pertama kekaisaran Arrilla, Arlisia Erisla de Arrilla.
"Kau siapa?" Tanya Lisia.
"Ini adalah pertama kali kita bertemu ya. Perkenalkan, aku adalah Etian Lesa de Arkailian. Kaisar kekaisaran Arkailian saat ini." Ucap Etian.
Lisia berdiri, dia menunduk, "Salam kepada Yang Mulia Kaisar. Maaf karena bersikap tidak sopan." Ucap Lisia.
"Ya, tidak apa-apa, Tuan Putri." Ucap Etian tersenyum.
Bersambung...
__ADS_1