Magic Academy

Magic Academy
71. Turnamen antar akademi dimulai


__ADS_3

Hari turnamen tiba. Lisia saat ini sedang bersiap-siap di kamarnya. Setelah itu, Lisia mengunci kamar asramanya lalu pergi.


Turnamen antar akademi akan dimulai ada jam 9. Masih ada waktu 1 jam sebelum turnamen itu dimulai.


Sebelum turnamen, Lisia berjalan-jalan di sekeliling Magic Academy. Banyak penjual di pinggir jalan, mereka menjual makanan, aksesoris, dan lain-lain.


Lisia masuk ke toko buku. Dia membeli 1 buah buku novel di toko itu. Mungkin dia akan menunggu giliran pertandingannya di turnamen nanti, agar tidak bosan, lebih baik dia membawa buku novel untuk dibaca.


Setelah membeli buku novel itu, Lisia menyimpan buku novel itu di dimensi sihirnya.


Lisia lanjut berjalan-jalan, ada banyak perwakilan akademi lain yang juga sedang berjalan-jalan di Magic Academy.


Lisia duduk di sebuah kursi, dia memperhatikan perwakilan dari akademi lain.


"Putri," Lisia menoleh dan melihat Rill yang sedang berada di sampingnya, "Apa aku bisa duduk di sebelahmu?"


"Duduk saja." Ucap Lisia.


Rill duduk di samping Lisia, dia melihat para perwakilan dari akademi lain yang sedang berjalan-jalan di Magic Academy.


"Ada 12 akademi yang ikut di turnamen ini. Setiap akademi memiliki 10 perwakilan, sehingga total orang yang ikut dalam turnamen ini adalah 120 orang." Ucap Rill.


Lisia menoleh ke arah Rill, "Aku pikir kau tidak tertarik dengan hal-hal seperti itu." Ucap Lisia.


"Saya tidak sengaja mendengarnya." Ucap Rill.


Lisia tidak membalas lagi, dia kembali melihat ke arah perwakilan-perwakilan dari akademi lain.


'Diantara 120 orang itu, 110 orang adalah musuh. Mengingat Magic Academy tidak pernah keluar dari posisi 3 besar, pasti akan banyak orang yang mewaspadai Magic Academy.' Pikir Lisia.


"Sebagai salah satu perwakilan Magic Academy, berhati-hatilah, Putri." Ucap Rill tanpa menoleh ke arah Lisia.


Lisia melihat Rill lalu kembali melihat ke arah para perwakilan akademi lain, "Ya, aku akan berhati-hati."


***


Lisia saat ini sedang menunggu acara di mulai di ruang tunggu. Perwakilan akademi lain juga sedang menunggu di sana.


Lisia menunggu sambil membaca novel yang dia beli di toko buku tadi. Masih ada waktu beberapa menit sebelum turnamen dimulai.


Zen menghampiri Lisia, dia membawa 2 kaleng minuman dan memberikan salah satu kaleng minuman itu kepada Lisia.


Lisia menoleh ke arah Zen, dia mengambil minuman kaleng itu, "Terima kasih." Ucapnya.


Zen duduk di sebelah Lisia. Lisia membuka kaleng minumannya dan meminumnya. Sementara Zen masih diam sambil melihat kaleng minumannya.


"Hei, turnamen ini, ditayangkan ke seluruh dunia bukan?" Ucap Zen.


"Ya." Ucap Lisia.


"Kalau begitu, apa menurutmu keluarga kerajaan juga akan menyaksikan turnamen ini di istana?" Tanya Zen.


"Jika mereka ingin menyaksikannya, mereka pasti akan menyaksikannya. Kalau tidak, berarti tidak."

__ADS_1


Lisia menoleh ke arah Zen. Dia teringat dengan rumor yang beredar mengenai Zen, 'pangeran baik hati yang berubah menjadi pangeran berdarah dingin setelah kematian ibunya.'


"Rumor mengenai dirimu itu... apa hanya dilebih-lebihkan saja?" Tanya Lisia.


Zen terkejut mendengar pertanyaan Lisia, dia melihat ke arah Lisia dan terdiam sebentar, "...kenapa kau bertanya seperti itu?"


"Dulu aku pikir rumor itu benar, tapi setelah misi saat itu... aku ragu dengan pemikiranku itu." Ucap Lisia.


Zen terdiam sebentar, dia tidak tahu harus menjawab apa.


Melihat Zen yang kesulitan menjawab, Lisia mengatakan, "Kau tidak perlu menjawabnya."


Belum sempat Zen mengatakan apa-apa, sebuah suara membuat mereka semua menoleh ke arah layar yang berada di ruang tunggu.


[Selamat pagi, para murid-murid Magic Academy, para profesor Magic Academy serta para profesor pendamping dari setiap akademi, para perwakilan dari setiap akademi yang akan mengikuti turnamen ini, juga para penonton dari seluruh dunia yang menyaksikan turnamen ini. Sekarang! Turnamen antar akademi ke-71 dimulai!]


Para penonton yang berada di arena bersorak.


Penonton bukan hanya yang berada di arena, tetapi juga dari seluruh dunia. Mereka menyaksikan turnamen antar akademi dari layar.


[Pertama-tama, mari kita sambut 4 Kaisar!]


4 Kaisar datang ke temat yang telah disediakan, mereka duduk di kursi mereka masing-masing.


[Selanjutnya! mari kita sambut para perwakilan Academy!]


Penonton bersorak, mereka fokus melihat ke arena.


Kesepuluh perwakilan dari Magic Academy memasuki arena.


Banyak orang penonton yang memotret mereka, dan para penonton bersorak.


"Semangat, semuanya!"


"Jangan mempermalukan nama Magic Academy ya!"


[Kedua! Sword Academy!]


Kesepuluh perwakilan dari Sword Academy memasuki arena.


Penonton bersorak, mereka mempersiapkan kamera dan memotret mereka.


"Sepertinya turnamen ini akan mudah." Ucap seorang pria berambut pirang yang merupakan salah satu perwakilan Sword Academy.


"Jangan meremehkan mereka." Ucap pria berambut hitam.


"Ya." Pria berambut pirang itu mengalihkan matanya malas.


[Ketiga! Wolf Academy!]


Kesepuluh perwakilan Wolf Academy masuk ke arena. Para penonton bersorak dan memotret mereka.


"Kita seperti orang penting saja." Ucap seorang gadis berambut hijau sambil tersenyum dan melambai ke arah penonton di arena.

__ADS_1


[Keempat! Fire Academy!]


Sepuluh perwakilan Fire Academy memasuki arena, mereka semua berwajah serius dan tampak bersemangat.


"Bukankah mereka adalah akademi yang semua muridnya memiliki sihir api yang hebat?"


"Ya, aku dengar sihir apinya sangat mengagumkan."


[Kelima! Dragon Academy!]


Kesepuluh perwakilan Dragon Academy memasuki arena.


Para penonton bersorak sekali lagi, membicarakan mengenai para perwakilan dari Eagle Academy.


[Keenam! Ice Academy!]


Para perwakilan Ice Academy masuk ke arena. Para penonton bersorak dan kembali heboh.


[Ketujuh! Eagle Academy!]


Para perwakilan Eagle Academy masuk ke arena. Para penonton kembali heboh melihat kedatangan Dragon Academy.


[Kedelapan! Dream Academy!]


Para perwakilan Dream Academy masuk ke arena. Para penonton menjadi heboh kembali.


[Kesembilan! Trisian Academy!]


Para perwakilan Trisian Academy masuk ke arena, mereka semua tersenyum dengan penuh percaya diri. Para penonton bersorak.


[Kesepuluh! Earth Academy!]


Para perwakilan Earth Academy masuk ke arena. Para penonton sekali lagi bersorak.


[Kesebelas! Arriena Academy!]


Para perwakilan Arrienna Academy masuk ke arena. Sekali lagi, para penonton bersorak.


[Keduabelas! Flower Academy!]


Para perwakilan Flower Academy masuk ke arena. Dan para penonton bersorak sekali lagi.


[Turnamen antar akademi kali ini akan menggunakan sistem poin! Akan ada beragam pertandingan, dan di setiap pertandingan, 12 poin akan diberikan untuk juara pertama, 11 poin untuk juara kedua, 10 poin untuk juara ketiga, dan begitulah seterusnya. Dan bagi yang mendapatkan poin tertinggi, dialah yang akan menjadi juara pertama dalam turnamen antar akademi!]


Para penonton bersorak, layar muncul dan memperlihatkan nama 12 akademi yang ikut di turnamen, saat ini poin semua akademi itu masih 0 poin.


[Turnamen antar akademi akan berlangsung selama 7 hari. Dan setiap hari, akan berlangsung 2 pertandingan yang berbeda. Dan pertandingan pertama pada hari ini adalah pertandingan...]


Pembawa acara menghentikan perkataannya sebentar, hal itu membuat para penonton penasaran.


[....ilusi!]


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2