
Sejak kematian Axena, banyak hal yang berubah.
Fal tidak seceria biasanya, dia jarang tersenyum dan sering murung.
Kalia sadar, kebahagiannya tidak akan bisa bertahan selamanya. Dia menyembunyikan kesedihannya dibalik senyuman.
Narz, ini bukan pertama kali baginya kehilangan seorang teman, tapi dia tetap saja sedih.
Alaya kehilangan sosok orang yang dianggapnya sebagai kakak, kadang-kadang Fal melihatnya menangis saat tengah malam.
Dan Rin, dia bersikap seperti biasanya, tapi mereka yakin jika Rin juga sedih, tapi dia memilih untuk menyembunyikan kesedihannya.
Sejak kematian Axena, Narz sebagai ketua yang menggantikan Axena untuk berkomunikasi dengan tuan mereka.
Lalu, 1 bulan setelah kematian Axena, dia mendapatkan misi untuk membunuh permaisuri kekaisaran Erlin.
Dia telah
***
"Kau yakin ingin pergi sendiri, Narz?" Tanya Alaya, dia khawatir pada Narz, dia tidak ingin kejadian yang terjadi pada Axena juga terjadi pada Narz.
"Ya, kalian tidak perlu khawatir." Ucap Narz tersenyum.
"Aku dengar permaisuri kekaisaran Erlin adalah orang yang kuat. Kau harus berhati-hati, tuan." Ucap Kalia tersenyum.
"Aku sudah bilang, jangan memanggilku tuan, Kalia." Ucap Narz.
"Saya sudah terbiasa memanggil anda tuan." Ucap Kalia.
"Terserah kau saja." Ucap Narz, dia lalu pergi dari sana.
***
Narz bersembunyi di atas pohon, dia menyembunyikan aura keberadaannya.
Tak lama kemudian, kereta sihir milik permaisuri kekaisaran Erlin datang.
"8.. 9.. 10.." Narz menghitung pengawal peemaisuri, totalnya ada 10 orang.
Narz mengambil topeng, lalu dia memakai topeng itu. Dia menggunakan sihir api untuk menyerang salah satu pengawal.
Para pengawal lain terkejut karena salah satu pengawal tiba-tiba diserang.
__ADS_1
Kereta sihir itu berhenti, membuat permaisuri terkejut, 'Musuh?' Batinnya waspada.
Narz mengalahkan semua pengawal itu dengan sangat mudah.
Permaisuri yang berada di dalam kereta sihir keluar, dia melihat para pengawalnya yang telah kalah dan seorang pria bertopeng yang mengalahkan semua pengawalnya.
Permaisuri menatap tajam pria bertopeng itu, "Kau siapa? Pembunuh bayaran?" Tanya permaisuri.
Narz tersenyum, "Ya." Ucap Narz berbohong.
Permaisuri mengeluarkan belati, dia menyerang Narz. Narz menghindari belati itu.
Permaisuri terus menyerang Narz, jika terkena belati itu, maka Narz mungkin saja akan mati. Karena di belati itu, terdapat racun yang sangat mematikan.
Tapi tentu saja permaisuri tidak hanya mengandalkan belatinya.
Narz melompat untuk menghindari es yang muncul di tanah. Itu adalah sihir permaisuri.
Permaisuri terus menyerang Narz, dan Narz terus menghindari serangan permaisuri.
Permaisuri sedang mengenakan gaun saat ini, hal itu membuat dirinya kesulitan bergerak. Tapi, dia tetap tenang.
Tiba-tiba, permaisuri meningkatkan kecepatannya, dia menyerang Narz.
Permaisuri menyerang Narz menggunakan belati itu, Narz menghentikan belati itu menggunakan satu jarinya. Jari Narz tidak terluka sedikit pun, karena Narz melindungi jarinya menggunakan sihir.
Permaisuri tetap tenang, dia tidak panik, wajahnya tetap datar. Dia adalah seorang permaisuri, dia pasti telah dilatih untuk menyembunyikan perasannya yang sebenarnya.
Permaisuri kembali menyerang Narz, kecepatannya meningkat lagi, sangat cepat.
Tapi Narz bisa mengikuti kecepatan permaisuri, dia menahan setiap serangan permaisuri menggunakan jarinya.
Narz tersenyum, dia tiba-tiba menghilang dan berada di belakang permaisuri.
Permaisuri terkejut, dia menoleh dan melihat Narz berada di belakangnya. Narz memukul permaisuri menggunakan sihirnya dan membuat permaisuri terlempar.
Permaisuri berusaha berdiri, meski pun sulit. Dia tidak dapat menggunakan pedang, atau pun panah. Dia hanya bisa menggunakan sihir dan belati.
Permaisuri menyembuhkan dirinya menggunakan sihir penyembuh tingkat S.
Permaisuri menatap Narz, 'Orang ini kuat.' Batinnya. Permaisuri menyalurkan kekuatan sihirnya ke belati itu, lalu menyerang Narz lagi.
Narz menghindari serangan permaisuri lalu memegang tangan permaisuri. Sihir permaisuri tiba-tiba menghilang.
__ADS_1
Permaisuri menyerang Narz menggunakan belatinya, Narz menghindari belati itu, dia melepaskan tangan permaisuri dan melompat ke belakang.
Sihir permaisuri kembali lagi, 'Jika dia menyentuhku, sihirku bisa hilang.' Batinnya.
Permaisuri terus menyerang Narz, dia lebih berhati-hati sekarang.
Narz memperhatikan permaisuri, 'Dia telah menyadarinya. Permaisuri kekaisaran Erlin memang hebat.'
Permaisuri mengeluarkan seluruh kekuatannya, seluruh tubuhnya dilapisi oleh sihir.
Permaisuri memukul Narz, Narz tidak dapat menghindari pukulan permaisuri karena sangat cepat.
Narz tersenyum, tubuhnya tiba-tiba berubah menjadi es.
'Bayangan?!' Batin permaisuri.
Permaisuri menoleh, Narz berada di belakangnya.
Tangan Narz dilapisi oleh sihir, dia memukul permaisuri dengan sangat kuat. Sihir yang melindungi permaisuri hancur karena pukulan Narz.
Permaisuri tergeletak di tanah, dia berusaha menyembuhkan dirinya, tapi tidak bisa.
'Kenapa? Dia tidak menyentuhku... kenapa sihirku tidak bekerja?' Batin permaisuri.
Narz mendekati permaisuri "Saya bisa menghilangkan sihir anda tanpa perlu menyentuh anda." Ucap Narz.
Permaisuri melihat Narz. Wajah Narz yang tadinya tersenyum berubah menjadi serius, "Permaisuri kekaisaran Erlin, saya sebenarnya ingin membunuh anda di sini, tapi saya akan memberi anda kesempatan untuk bertemu dengan putri anda untuk terakhir kalinya." Ucap Narz.
"Apa maksudmu?" Permaisuri menatap tajam Narz. Dia telah menyebarkan rumor kalau dirinya telah melatih putrinya, Selia dengan sangat keras. Tujuannya agar banyak orang berpikir jika dia tidak menyayangi putrinya dan putrinya tidak akan dalam bahaya karena musuhnya. Tapi, pria bertopeng itu sepertinya tidak terpengaruh dengan rumor itu.
"Saya tahu, anda menyayangi putri anda bukan? Saya akan memberi anda kesempatan untuk bertemu dengan putri anda untuk terakhir kalinya." Ucap Narz.
"Kenapa? Bukankah aku bisa saja mengatakan jika kau yang membunuhku?" Tanya permaisuri.
"Tenang saja. Meski mau, anda tidak akan bisa mengatakannya." Ucap Narz. Dia telah menggunakan sihir yang bisa membuat permaisuri tidak bisa mengatakan apa pun tentangnya.
Narz membuat permaisuri pingsan, lalu dia membuat semuanya seolah-olah seperti kecelakaan.
Keesokan harinya, tersebar kabar tentang kematian permaisuri.
Narz melihat istana kekaisaran Erlin dari jauh, 1 tahun yang lalu, dia telah membunuh Putra Mahkota kekaisaran Erlin, lalu sekarang dia membunuh permaisuri kekaisaran Erlin. Jika para rakyat kekaisaran Erlin tahu hal itu, mereka pasti akan sangat membencinya. Membayangkan itu, hati Narz terasa sakit. Karena dia berasal dari kekaisaran Erlin, rasanya sakit membayangkan dirinya dibenci oleh masyarakat tempat asalnya.
Lalu, beberapa bulan setelah membunuh permaisuri, dia membunuh selir pertama kekaisaran Erlin.
__ADS_1
Bersambung...