Magic Academy

Magic Academy
38. Fal


__ADS_3

8 tahun yang lalu


Kota Zelen, kota yang berada di kekaisaran Arkailian. Kota ini dikenal karena tanahnya yang sangat subur. Penduduk kota hidup dengan damai, mereka tidak kelaparan.


Hingga pada suatu hari, hujan tiba-tiba berhenti. Tanah mulai menjadi kering, tanaman mati, dan sungai mulai kering.


Penduduk kota meminta tolong pada Kaisar yang berkuasa saat itu. Mereka mengirim surat, tapi, tidak ada balasan dari Kaisar. Mereka berpikir, Kaisar mengabaikan mereka.


Banyak dari penduduk kota yang pergi ke kota lain agar bisa bertahan hidup, dan ada pula yang tetap tinggal di kota asal mereka.


Hingga pada suatu hari, sebuah organisasi bernama Black datang ke kota itu. Mereka membagikan makanan pada para penduduk kota, para penduduk kemudian menganggap organisasi itu sebagai penyelamat mereka.


Para anggota organisasi itu membagikan makanan kepada penduduk kota, seorang pria yang merupakan anggota organisasi itu melihat seorang anak kecil yang tidak mengantri untuk mendapatkan makanan.


Pria itu mengambil satu buah roti dan menghampiri anak itu, "Hei nak, siapa namamu?" Tanya pria itu.


Anak itu menatap pria yang bertanya padanya, "A-aku Fal." Ucap anak itu.


"Namaku Narz." Ucap pria bernama Narz itu tersenyum.


"Fal, kenapa kau tidak ikut mengantri?" Tanya pria itu pada Fal.


Fal hanya diam, dia teringat tatapan dingin para penduduk kota padanya. Orang tuanya telah mati, para penduduk kota bersikap dingin padanya dan hal itu membuat dirinya kesepian. Jika dia ikut mengantri, para penduduk desa akan semakin membencinya, jadi lebih baik dia menunggu sampai semua penduduk kota telah mendapatkan makanan lalu dia meminta makanan.


Narz memberikan roti itu pada Fal, "Makanlah ini." Narz tersenyum.


Fal terpaku sesaat, baru kali ini ada seseorang yang bersikap sebaik ini pada dirinya.


Fal mengambil roti itu, dia memakan roti itu, "Terima kasih.." Ucap Fal dengan suara kecil, tapi Narz masih bisa mendengarnya.


Narz tersenyum, "Sama-sama."


***


Anggota organisasi black telah selesai membagikan makanan pada penduduk desa. Sebagai balas budi, para penduduk desa memberikan tempat tinggal untuk sementara kepada anggota organisasi black.


"Untuk sementara, kalian tinggal di sini saja. Ini mungkin tidak seberapa, tapi tolong terimalah." Ucap walikota.


Narz melihat sekeliling, "Rumah siapa ini?" tanya Narz.


Walikota menunduk, dia terlihat sedih "Ini adalah rumah salah satu penduduk desa dahulu, beliau adalah orang yang sangat baik, tapi beliau mati karena kecelakaan." Ucap walikota.


Narz melihat walikota, 'Kecelakaan? Apa itu benar?' Batin Narz, dia meragukan perkataan walikota.


"Kalau begitu, saya permisi. Silahkan beristirahat di sini." Walikota pergi dari sana.

__ADS_1


"Mereka sangat mudah ditipu." Ucap Alaya, seorang gadis yang merupakan anggota organisasi black.


"Secara tidak langsung, kau mengatakan jika mereka bodoh." Ucap Axena, seorang wanita yang merupakan anggota organisasi black.


"Memang itu kenyataannya bukan?" Ucap Alaya.


"Bersyukurlah, karena kebodohan mereka kita bisa bersembunyi di sini." Ucap Rin, seorang pria yang merupakan anggota organisasi black.


"Tapi itu hanya untuk sementara, suatu hari nanti mereka pasti akan menemukan kita." Ucap Axena.


Organisasi black, mereka adalah organisasi penjahat peringkat S. Mereka telah membunuh banyak orang, tanpa diketahui apa tujuan mereka yang sebenarnya.


Keempat Kaisar telah memberi peringatan kepada penduduk untuk berhati-hati. Tapi kota Zelen tidak mengetahui hal itu, mereka terlambat mendapatkan kabar.


"Kita bisa membuat para penduduk kota itu melindungi kita bukan? Dengan memberikan makanan pada para penduduk agar mereka tidak kelaparan. Kaisar pasti tidak akan membunuh rakyatnya." Ucap Alaya.


"Tidak, Kaisar bisa saja membuat kesepakatan dengan penduduk untuk menyerahkan kita, sebagai gantinya kaisar akan memberikan makanan dan uang pada penduduk kota. Lalu penduduk kota itu bisa berkhianat dan menjual kita pada Kaisar." Ucap Narz.


"Benar, lebih baik kita menunggu perintah dari tuan." Ucap Axena.


Tok tok tok


Seseorang mengetuk pintu, mereka berempat segera waspada. Apa penduduk kota telah mengetahui identitas mereka? Atau, ada orang tidak sengaja mendengar percakapan mereka?


Narz melirik ketiga temannya, mereka memberi isyarat agar Narz membuka pintu. Narz mengangguk, dia berjalan mendekati pintu dengan hati-hati.


Fal membawa sebuah selimut, "S-suhu kota ini dingin ketika malam, jadi ini untuk kalian..." Fal memberikan selimut itu pada Narz.


Narz mengambil selimut itu, dia tersenyum "Terima kasih, Fal."


Fal terpaku, dia telah lama tidak mendengar seseorang berterima kasih padanya, dia mengangguk "Ya, sama-sama."


Fal berbalik, dia akan pergi tapi dihentikan oleh Narz, "Tunggu!" Ucap Narz.


Fal menoleh, "Ya?"


"Ada yang ingin kami tanyakan kepadamu, masuklah." Ucap Narz.


Fal sedikit bingung, tapi dia menuruti Narz, dia masuk ke rumah itu. Fal melihat sekeliling rumah itu, wajahnya terlihat sedih.


Narz menyadari jika Fal sedih, "Ada apa?" Tanya Narz.


Fal menggeleng, "Tidak apa-apa." Ucap Fal.


"Duduklah." Ucap Narz, Fal menuruti perkataan Narz.

__ADS_1


"Kenapa kau menyuruhnya untuk masuk?" Alaya berbisik pada Narz.


"Diam." Ucap Narz.


"Namamu Fal bukan?" Tanya Axena. Axena menatap Fal, "Di mana kau tinggal?" Tanya Axena.


Fal terdiam, dia ragu untuk menjawab pertanyaan Axena. Fal adalah pemilik rumah itu, setelah ayah dan ibunya meninggal, semua harta kekayaan milik orang tuanya diberikan padanya, termasuk rumah itu.


Tapi, penduduk kota menanam makanan di ladang milik Fal, menggunakan rumah Fal untuk ditinggali oleh tamu, menggunakan harta Fal seenaknya dan memperlakukan Fal dengan kasar.


Fal juga masih kecil, dia tidak memiliki kekuatan untuk membalas perbuatan penduduk kota pada dirinya.


Melihat Fal tidak menjawab, Axena berkata "Maaf, kau tidak perlu menjawab pertanyaanku tadi."


"Hei, bocah. Dimana orang tuamu?" Tanya Rin.


Axena, Alaya dan Narz menatap tajam Rin, Rin melihat ketiga temannya "Ada apa? Aku salah?" Tanyanya.


Fal menggeleng, "Tidak apa-apa, kakak tidak salah. Apakah hanya itu yang ingin kakak tanyakan? Kalau hanya itu, aku pergi."


Narz tersenyum, "Fal, malam ini tinggallah di sini. Kau tidak memiliki rumah bukan?" Ucap Narz.


Fal terpaku, tapi dia dengan cepat menggeleng "Tidak kak, aku pergi saja." Ucapnya.


"Jangan menolak, Fal. Tenang saja, kami bisa menjelaskan pada penduduk kota." Ucap Axena.


Fal menunduk, dia ragu, tapi dia juga ingin kembali tinggal di rumah ini, "Baiklah." Ucap Fal.


***


Fal dan Alaya telah tertidur, sementara Axena, Narz dan Rin masih bangun.


"Kenapa tadi kalian menatapku dengan tatapan tajam?" Tanya Rin, "Memangnya perkataanku salah?"


"Dia adalah anak yatim piatu, itu sudah jelas bukan?" Ucap Axena.


"Eh? Serius?" Rin terkejut, dia sedikit merasa bersalah pada anak itu.


"Jika dia memiliki orang tua, orang tuanya pasti akan melarang anak mereka untuk keluar saat jam seperti ini, biarpun mereka mengizinkannya, pasti ada yang menemaninya." Ucap Axena.


"Bisa saja jika orang tuanya tidak peduli padanya bukan?" Ucap Rin.


"Meski begitu, dia pasti masih memiliki tempat tinggal. Tapi, melihat reaksinya tadi, sepertinya dia tidak memiliki tempat tinggal, atau mungkin tempat tinggalnya direbut." Ucap Narz.


Mereka telah datang ke banyak tempat. Berdasarkan pengalaman mereka, mereka bisa menebak kondisi Fal.

__ADS_1


Axena melihat Fal, 'Dia pasti sangat menderita...'


Bersambung...


__ADS_2