Magic Academy

Magic Academy
52. Melanggar


__ADS_3

Fal terus-terusan menyerang Lisia, membuat Lisia terpojok.


Lisia sangat kesusahan melawan Fal, karena kecepatan Fal yang luar biasa.


Bahkan, meski dia mengontrol ruangan sekalipun, dia masih saja kesusahan.


Lisia terkena serangan Fal, dia terlempar ke belakang. Dia menahan dirinya agar tidak menabrak tembok.


Lisia menyimpan pistolnya kembali. Dia menutup matanya dan berkonsentrasi.


'Dia gila?!' Fal segera menyerang Lisia, dia sadar jika Lisia akan menggunakan sihir tingkat S. Padahal kekuatan Lisia dibatasi, ini sama saja dengan melanggar sumpah.


Sebelum Fal menyerangnya, Lisia membuka matanya lalu dia membuat pedang cahaya menggunakan sihir cahayanya. Dia menahan pedang Fal menggunakan pedang cahaya itu.


"Kau gila ya? Jika kau melewati batasan kekuatanmu, itu sama saja melanggar sumpah. Dalam kondisi ini, kalah atau menang, kau akan tetap mati." Ucap Fal.


Lisia tersenyum, "Tenang saja, aku tidak akan mati."


Lisia mendorong pedangnya, Fal menghindari pedang Lisia.


Fal menyerang Lisia menggunakan pedangnya, Lisia menunduk untuk menghindari pedang Fal. Dia berlari dan berada di belakang Fal. Lisia melapisi kakinya dengan sihir, lalu menendang Fal.


Fal terlempar karena tendangan Lisia, dia menyembuhkan dirinya menggunakan sihir penyembuh, lalu berdiri kembali.


Lisia menggunakan sihir cahayanya, dia berada di depan Fal, Lisia melapisi tangannya menggunakan sihir lalu memukul Fal. Fal terkejut, dia tidak sempat untuk menghindari pukulan Lisia.


Fal terlempar ke tembok, tembok retak karenanya.


Lisia mendekati Fal, "Hidupmu berakhir di sini." Ucap Lisia, tatapan matanya dingin.


Fal tersenyum mengejek, "Kau pikir aku akan kalah semudah itu?"


Fal berada di belakang Lisia, dia menyerang Lisia. Lisia menghindari serangan itu dengan begitu mudah, membuat Fal terkejut.


"Kau tidak kenal dengan kata menyerah, Fal." Lisia memukul Fal.


Fal tersenyum, dari tempat Fal tadi, ada banyak pedang yang mengarah ke Lisia. Tembok tiba-tiba muncul dan melindungi Lisia.


"Kau sepertinya lupa kalau aku masih mengontrol ruangan ini." Ucap Lisia.


Fal mengeluarkan batu anti sihir. Batu itu bisa membuat orang-orang yang berada di jangkauannya tidak bisa menggunakan sihir kecuali penggunanya. Batu itu dilarang diperjualbelikan, dan dianggap ilegal. Kenapa batu seperti itu berada di tangan Fal?


"Apa Azarka yang memberikan batu itu padamu?" Tanya Lisia.


"Ya, ini adalah batu anti sihir milik kak Narz." Ucap Fal.

__ADS_1


Fal mengaktifkan batu itu, tembok yang berada di belakang Lisia tiba-tiba menghilang. Pedang yang dihalangi oleh tembok itu menyerangnya, Lisia menghindari pedang itu.


Pedang sihir cahaya yang berada di tangan Lisia juga menghilang.


Fal berada di samping Lisia, dia menyerang Lisia menggunakan sihir api. Lisia menghindari serangan itu.


Banyak pedang menyerang Lisia, Lisia terus menghindari pedang itu.


"Kalia, dia adalah pengguna sihir bayangan bukan?" Tanya Lisia.


Fal mengerutkan keningnya, "Kenapa kau bertanya soal itu?"


"Nona Zero... dia memiliki sihir yang sama dengan milik Kalia. Apa karena itu kau menjadikannya sebagai tangan kananmu?" Tanya Lisia.


Fal diam, apa yang dikatakan Lisia benar. Sihir nona Zero sama dengan sihir Kalia, karena itu dia menjadikan nona Zero tangan kanannya.


Pada awalnya, dia ingin menjadikan Wia sebagai tangan kanannya. Karena Wia adalah murid Kalia. Tapi, Wia bersikeras untuk tetap menjadi bawahan Ales.


Lalu, dia bertemu dengan nona Zero yang memiliki sihir yang sama dengan Kalia, dia menjadikan nona Zero sebagai tangan kanannya.


'Aku tidak boleh membunuhnya, aku harus menangkapnya. Dia memiliki banyak informasi yang sangat berharga.' Batin Lisia.


Lisia mengambil pedang yang mengarah padanya, lalu dia menggunakan pedang itu untuk memotong senjata lainnya.


Lisia mendekati Fal, Fal menggunakan sihir es untuk menyerang Lisia. Lisia memotong sihir es itu dan semakin mendekat.


Tiba-tiba, Lisia merasakan jantungnya sakit. Dia terjatuh ke lantai, dari mulutnya keluar darah.


"Hukuman karena melanggar sumpah telah terlihat ya." Ucap Fal.


'Tidak, aku harus bertahan, setidaknya sampai aku mengalahkannya!' Lisia berusaha untuk berdiri.


Tubuh Lisia dikelilingi kekuatan sihir, Fal terkejut, 'Bagaimana bisa?'


Lisia mengeluarkan pedang lalu menyerang Fal yang masih terkejut.


Fal menghindari pedang itu, tapi lengannya tergores pedang.


Lisia tersenyum, "Jangan terkejut, karena bukan hanya dirimu yang memiliki batu anti sihir." Lisia mengeluarkan batu anti sihir dari saku pakaiannya.


Sebelum datang ke mansion itu, Jia memberikan batu anti sihir pada Lisia.


***


Van keluar dari tempat yang mirip seperti bar itu. Lisia mengikuti Van.

__ADS_1


"Tunggu!"


Langkah Lisia berhenti, dia berbalik, "Ada apa?"


"Kau mungkin akan membutuhkan ini." Jia memberikan batu anti sihir pada Lisia.


Lisia terkejut, dia memeriksa apakah batu itu adalah batu anti sihir atau tidak.


"Kau, bagaimana kau bisa memiliki batu anti sihir?" Lisia bertanya pada Jia.


Jia meletakkan jari telunjuknya di mulut, "Tolong rahasiakan hal ini." Ucapnya tersenyum.


Lisia mengambil batu anti sihir itu, "Baiklah, tapi setelah misi ini berakhir. Aku akan bertanya padamu." Lisia menatap tajam Jia.


Jia hanya tersenyum, Lisia berbalik dan pergi menghampiri Van.


***


Lisia sendiri tidak tahu kenapa Jia memiliki batu anti sihir, tapi yang lebih penting, kenapa Jia mengetahui jika Lisia akan membutuhkan batu anti sihir itu?


"Kalau begini, tidak ada pilihan lain.." Fal mengeluarkan kekuatan yang sangat kuat.


Kekuatan ini, adalah kekuatan yang Lisia rasakan bahkan dari luar mansion. Saat memperhatikan mansion itu tadi, dia merasakan kekuatan yang sangat kuat.


Kekuatan ini jugalah yang dirasakan oleh para penyihir di kekaisaran Arkailian. Dan juga, kekuatan yang dirasakan Van dari lantai 2 mansion.


Batu anti sihir milik Lisia dan Fal telah di nonaktifkan.


Lisia membuat pedang menggunakan sihir cahaya, lalu dia menyerang Fal.


Fal menghindari pedang Lisia, dia melapisi tangannya menggunakan sihir lalu memukul Lisia.


Lisia terlempar ke belakang, dia kesakitan karena pukulan Fal.


"Kau tidak menghindari pukulanku, apa kecepatanmu melambat karena hukuman dari melanggar sumpah?" Tanya Fal, ekspresinya terlihat mengejek Lisia yang tidak berdaya sekarang.


Lisia tersenyum, dari belakang Fal, banyak senjata yang menyerangnya. Fal menghindari senjata-senjata itu.


'Jebakan?' Batinnya.


'Aku tidak bisa bergantung pada siapa pun dan menunggu bantuan datang saat ini. Kondisi ini berbeda dari yang tadi. Batin Lisia.


Pedang cahaya Lisia mengeluarkan percikan petir, Lisia menggabungkan sihir cahaya tingkat S dan sihir petir tingkat S.


Lisia menggenggam erat pedangnya, dia menatap Fal.

__ADS_1


'Aku adalah penyebab dari masalah ini, karena itu aku sendiri yang harus membereskan masalah ini!' Batin Lisia.


Bersambung...


__ADS_2