
[Pertandingan keenam akan segera dimulai! Dipersilahkan kepada para perwakilan setiap akademi untuk berkumpul di ruang tunggu sekarang!]
Penyampaian dari pembawa acara menyadarkan lamunan Lisia. Dia segera pergi dari sana, tapi saat dia akan pergi, seseorang tiba-tiba berada di depannya.
Lisia terkejut melihat Kaisar Erlin yang menghalangi jalannya, dia melirik ke belakang, dan ketiga kaisar lain berada di belakangnya.
“Bukankah tidak sopan menguping pembicaraan orang lain, Putri Arlisia?” Kaisar Erlin menatap tajam Lisia.
...****************...
Para perwakilan telah berkumpul di ruang tunggu saat ini.
Hain mengarahkan pandangannya ke seluruh ruangan, mencari Arlisia, tapi dia tidak juga menemukannya.
[Baiklah! Mari kita mulai pertandingan keenam turnamen antar akademi!]
Sorakan dari penonton terdengar.
[Pertandingan keenam turnamen antar akademi adalah…. Dunia Cermin!]
Mendengarnya, semua orang kebingungan. Dunia Cermin? Apa itu?
[Untuk pertandingan keenam ini, semua perwakilan setiap akademi akan ikut di pertandingan! Setiap 1 orang yang tidak ikut, poinnya akan dikurangi 1 poin! Jadi, persiapkan diri kalian dan kumpulkan anggota kalian, kami akan memberi waktu 10 menit!]
“Sial! Lalu bagaimana dengan Heria? Kondisinya belum membaik.” ucap Xava.
Hain melihat ke sekitar, bukan hanya Heria yang tidak ada di sini, “Di mana Lisia?” tanyanya.
Mendengar pertanyaan Hain, mereka semua menyadari Lisia tidak berada di sini.
“Ke mana dia menghilang?”
“Aku akan mencari Lisia.” ucap Arzevian, “Bereilla, coba kau periksa keadaan Heria.”
Tepat setelah Arzevian mengatakannya, pintu ruang tunggu terbuka. Terlihat Heria baru saja tiba di ruang tunggu, “Aku akan ikut di pertandingan keenam ini.” ucap Heria.
”Heria! Tapi, kondisimu—“
__ADS_1
“Aku baik-baik saja.” sela Heria, “Aku akan ikut di pertandingan ini.”
”Tapi—“
“Biarkan saja dia ikut.” ucap Arzevian, “Aku juga akan pergi mencari Lisia.” lanjutnya.
Kemudian, Arzevian pergi dari sana. Untuk mencari Lisia yang tidak kembali juga sedari tadi.
...****************...
Sementara Lisia, kini masih terjebak di antara 4 Kaisar.
”Berani sekali kau menguping pembicaraan kami, Putri Arlisia.” Kaisar Erlin menatap tajam Lisia.
Kaisar Kairilin tertawa, “Setelah dipikir-pikir, dulu kau mengetahui tentang sufours juga karena menguping pembicaraan kami.” ucapnya.
Lisia tidak membalas, sedari tadi dia hanya terdiam sambil menatap 4 Kaisar. Mendengar perkataan Kaisar Kairilin, membuatnya teringat dengan kejadian 8 tahun lalu.
8 tahun lalu, terlihat seorang anak perempuan berusia 8 tahun yang sedang berada di depan pintu, dia terdiam sambil menutup mulutnya. Terkejut dengan apa saja yang baru dia dengar dari pembicaraan keempat orang yang berada di ruangan itu. Salah seorang diantaranya menyadari keberadaannya, dia membuka pintu ruangan itu dan melihat anak itu yang berada di depan pintu.
“Kau pikir, semuanya bisa selesai dengan meminta maaf?” tanya Kaisar Erlin.
”Lalu? Apa kalian akan menghukumku?” Lisia membalasnya tanpa takut sedikitpun. Padahal, dialah yang salah salah saat ini. Dia tahu dia bersikap tidak sopan kepada keempat Kaisar, tapi mengingat kejadian 8 tahun yang lalu itu membuatnya sangat kesal.
“Lisia!”
Sebelum sempat keempat Kaisar membalas perkataan Lisia, Arzevian memanggil Lisia. Arzevian menghampiri Lisia, melihatnya berada di antara 4 Kaisar, dia menebak Lisia sedang berada dalam masalah.
Arzevian menundukkan kepalanya, “Maaf Yang Mulia, tapi pertandingan akan segera dimulai dan pesertanya kali ini adalah semua perwakilan. Karena itu saya akan membawa Arlisia.”
Hening beberapa saat, sebelum akhirnya Kaisar Arrilla membuka suara. “Pergilah.”
”Terima kasih, Yang Mulia.” Segera, Arzevian menarik tangan Lisia dan pergi dari sana.
...****************...
Para perwakilan telah berkumpul di arena saat ini, semua perwakilan ikut di pertandingan kali ini.
__ADS_1
[Wah! Semua akademi memiliki perwakilan yang lengkap! Baiklah, untuk pertandingan ini tujuan kalian adalah keluar dari Dunia Cermin! Untuk lebih jelasnya, kalian akan mengetahuinya saat pertandingan! Sekarang, mari kita mulai pertandingan keenam turnamen antar akademi!]
Lingkaran sihir muncul di bawah para perwakilan setiap akademi, cahaya menyelimuti tubuh mereka dan dalam sekejap mereka bertelportasi ke tempat pertandingan keenam dimulai, yaitu Dunia Cermin.
Cahaya yang menyelimuti tubuh Lisia perlahan menghilang. Di sekelilingnya, terdapat tempat yang cukup gelap.
Lisia menggunakan sihir cahayanya, agar dia bisa melihat sekeliling. Dia menatap ke sekeliling, tapi tidak menemukan para perwakilan lain.
Yang benar saja, di mana mereka semua?
Sementara di tempat lain, terlihat Bereilla yang berjalan di tempat gelap itu. Dia menggunakan sihir api untuk menerangi jalannya, dia berjalan sedari tadi sembari berteriak memanggil nama temannya.
“Aduh.” Bereilla berhenti saat dirinya menabrak sesuatu, dia menggunakan tangannya, dan ternyata terdapat benda yang berada di hadapannya, kaca?
Sekelilingnya yang semula gelap, kemudian menjadi bercahaya. Benda yang ditabrak Bereilla tadi… cermin. Tapi… di bayangan cermin itu… wajahnya sama, tapi kenapa berbeda dengan dirinya saat ini?
Di tempat lain, terlihat yang lainnya juga sama seperti Bereilla. Di hadapan mereka terdapat cermin. Tapi bayangannya, bukan seperti bayangan mereka, meski wajahnya sama.
Bayangan apa itu?
...****************...
“Dunia cermin…” Terlihat Kepala Sekolah Magic Academy sedang berada di hadapan layar besar yang menunjukkan para perwakilan.
”Pertandingan yang menguji mental kali ini… Apa hasilnya akan sama dengan pertandingan pertama kemarin?” gumamnya, pikirannya berputar mengingat pertandingan pertama, di mana banyak akademi yang gagal dikarenakan mental yang lemah.
Pandangan matanya kini beralih pada Lisia. Kira-kira… Apa kali ini dia akan lolos dari ilusi ini? Atau malah akan terjebak?
Di layar, terlihat Lisia sedang berada di depan cermin. Sorot matanya menatap dingin cermin yang berada di hadapannya… Apa yang berada di cermin tidak terlihat dengan jelas.
Tapi, di sisi Lisia… Dia dapat melihat dengan jelas apa yang berada dalam cermin itu.
Seorang gadis berambut hitam, dengan mata merah yang sama seperti matanya. Wajahnya mungkin berbeda dari Lisia… Tapi dia adalah Lisia.
Tidak… Lebih tepatnya Eris. Wujud yang digunakan Lisia, sebagai anggota sufours.
Bersambung…
__ADS_1