
Raina menatap nanar pintu apartemennya setelah Febian keluar. Apalagi Saskia yang menangis begitu kencang dan diabaikan oleh Febian, membuat hati Raina sakit. Ujung-ujungnya dia lah yang menenangkan Saskia, hingga bocah itu tertidur akibat kelelahan menangis.
Sementara itu Febian yang kini sedang dalam perjalanan pulang setelah pulang dari apartemen Raina, adik angkatnya, pria itu menepikan sejenak mobilnya.
Febian mengacak kasar rambutnya. Sesekali menjambaknya, karena sangat frustrasi dengan kehidupannya selama ini.
Tatapannya kosong lurus ke depan. Febian mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu. Dimana dirinya saat itu sedang ada perjalanan bisnis di perusahaan pusat yang dipegang oleh Papanya.
Febian mempunyai seorang adik angkat perempuan yang bernama Raina. Tuan dan Nyonya Abyasa sejak dulu sangat menginginkan anak perempuan. Sayangnya Mama Febian sudah tidak bisa lagi mengandung karena gangguan kesehatannya. akhirnya kedua orang tua Febian sepakat mengadopsi seorang anak perempuan dari sebuah panti asuhan yang bernama Raina.
Jarak usia Febian dan Rania terpaut tiga tahun. Sejak kecil Febian sangat menyayangi Raina. Karena memang Mama dan Papanya memperkenalkan Raina pada Febian seperti adik kandungnya sendiri.
Raina mendapatkan kasih sayang yang sama seperti Febian. dia juga adalah seorang perempuan yang cantik dan cerdas. Bahkan Tuan Abyasa dulu sudah memasukkan Raina ke dalam perusahaan sewaktu perempuan itu masih duduk di bangku kuliah.
Saat Raina lulus kuliah, akhirnya Tuan Abyasa membawa Raina ke perusahaan pusat yang ada di luar negeri. selama bekerja di sana, Raina juga sering beribteraksi dengan Febian. mereka berdua sangat kompak dalam mengembangkan perusahaan. Hingga suatu ketika, kakak beradik itu terlibat sebuah skandal besar yang membuat keduanya sama-sama hancur.
Febian yang pada saat itu sedang menghadiri sebuah acara yang diadakan oleh salah satu rekan bisnisnya, ada seseorang yang berniat padanya dengan memasukkan obat perang sang pada minumannya. Febian yang merasakan hal aneh pada tubuhnya setelah menghabiskan minuman itu, dia baru sadar kalau ada orang jahat yang sengaja ingin menjebaknya. Apalagi setelah itu ada seorang wanita bayaran yang sengaja mendatanginya untuk membantu melampiaskan hasrratnya.
Sayangnya saat itu Febian segera pergi. Dia mengendarai mobilnya menuju sebuah apartemen milik sang Papa yang sangat jarang sekalu ditempati. Apalagi jarak hotel dengan apartemen sangatlah dekat, daripada harus pulang ke rumah.
Beberapa menit setelah berkendara, Febian akhirnya sampai apartemen. Dia tidak tahu kalau ternyata Raina juga berada di apartemen itu. dan saat Raina hendak keluar membuka pintu unit apartemen, tiba-tiba saja Febian juga sedang berdiri di sana. Matanya memerah dengan tubuh yang sudah panas. Febian yang sudah tidak tahan, akhirnya pria itu memaksa Raina sebagai alat untuk melampiaskan hasraatnya. Walaupun Raina sudah berteriak dan menolak, tetap saja tenaganya kalah dengan Febian.
Dari kejadian itulah kedua kakak beradik yang saling menyayangi sejak kecil itu sama-sama hancur. Apalagi selang satu bulan setelah kejadian itu Raina dinyatakan hamil.
__ADS_1
Tuan dan Nyonya Abyasa benar-benar syok dan tidak menyangka kalau dua anaknya terlibat skandal besar yang sangat mempermalukannya. Ditambah lagi dengan kabar kehamilan Raina.
“Aku ingin Raina menggugurkan janin itu sebelum dia berkembang terlalu lama.” Ujar Febian kala itu yang sangat frustasi.
Plakkk
Tuan Abyasa langsung menampar pipi Febian. sedangkan Raina sendiri sejak tadi masih terisak dalam pelukan Nyonya Abyasa. Bagaimana pun juga janin itu tidak berdosa. Yang salahadalah Febian dan Raina. Meskipun ada alasan yang menyebabkan skandal itu terjadi.
Febian memegangi pipinya yang panas akibat tamparan dari Papanya.
“Tidak mungkin juga aku menikahi Raina, Pa. dia adikku. Meskipun kita tidak ada hububgan darah. Papa lupa kalau aku sudah mempunyai Livy? aku sangat mencintainya, Pa.” ujar Febian yang seolah paham, maksud kedua orang tuanya akibat berita kehamilan Raina.
Tuan Abysa masih menundukkan kepalanya. Pria itu juga sangat bingung. Apalagi ia dan istrinya juga tahu kalau Febian sudah mempunyai kekasih, yaitu Livy. terlebih hubungannya dengan kedua orang tua Livy sangat baik sejak dulu.
“Apa maksud Papa?” protes Febian tak terima.
“Bertanggung jawab bukan berarti kalian berdua menikah. bagaimana pun juga janin itu adalah calon cucu Papa dan Mama. biarkan dia tumbuh dengan baik di sana.” Lanjut Tuan Abysa.
Febian merasa sedikit lebih lega setelah mendengar penjelasan Papanya. Apalagi pria itu tidak ingin kehilangan Livy. namun yang paling dirugikan dalam situasi ini jelas Raina. Bagaimana mungkin dia hamil tanpa suami. kalau dia tidak punya hati Nurani, jelas akan mengikuti saran Febian, yaitu menggugurkan janinnya. Sayangnya, janin yang masih berusia beberapa minggu itu sudah merenggut perhatiannya, meskipun diawali dari sebuah kesalahan.
Brukk
Raina tiba-tiba pingsan akibat masalah yang sedang ia alami. Nyonya Abysa sang terkejut dan segera membawa anak perempuannya itu ke rumah sakit. Terlebih setelah melihat wajah Raina yang begitu pucat.
__ADS_1
Setelah mendapatkan pemeriksaan dari dokter, kandungan Raina dinyatakan lemah. Kondisi psikisnya juga ikut menjadi alasannya. Dokter menyarankan agar tetap menjaga kondisi perempuan itu jika ingin kandungannya baik-baik saja.
Itulah sebabnya dulu Febian menghilang tanpa kabar dari Livy. karena selama menjalani kehamilannya, Raina tidak bisa jauh sedikit pun dari Febian. dengan terpaksa Febian menuruti kemauan kedua orang tuanya untuk ikut menjaga kandungan Raina.
“Setelah anak itu lahir, aku akan segera menikahi Livy.” ujar Febian di depan kedua orang tuanya dan juga ada Raina di sana.
Tuan dan Nyonya Abyasa hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Begitu dengan Raina yang berusaha tetap tegar, karena sampai kapanpun dia hanya akan menjadi seorang single mother.
Meskipun Febian selalu menemani masa kehamilan Raina, namun sikapnya telah berubah. Pria itu bersikap dingin pada Raina. Seakan rasa sayang yang dulu selalu ia tunjukkan sebagai seorang kakak telah hilang. Terlebih pada sosok janin dalam kandungan Raina yang sama sekali tidak ia harapkan. Febian jadi membenci dengan sosok bayi yang menurutnya telah membawa petakan dalam kehidupannya. Ia berusaha menutup rapat skandal antara dirinya dan Raina. Maka dari itu lah setelah pernikahannya dengan Livy, Febian tidak ingin mempunyai seorang anak. Baginya, hidup bahagia dengan wanita yang ia cintai sudah lebih dari cukup. Entahlah, akibat masa lalunya itu Febian memang tidak ada rasa simpati sedikitpun pada anak kecil.
Terbukti semenjak kelahiran Saskia. Anak hasil dari hubungan gelapnya dengan Raina itu juga ternyata membuat Febian semakin muak dengan sosok anak kecil. Apalagi Saskia yang sering sakit-sakitan menjadi alasan baginya untuk selalu pulang ke luar negeri.
Mungkin kalau anak itu dari lahir dari rahim Livy, akan lain lagi ceritanya. Biarlah kini dia menjadi pria sekaligus suami yang egois. Febian tetap bertekat tidak menginginkan hadirnya seorang anak dari pernikahannya. Dan menjadikan Livy wanita satu-satunya dalam hatinya yang sangat ia cintai.
.
.
.
*TBC
Happy Reading!!
__ADS_1