Main Hati

Main Hati
Eps 33 ~ Khilaf Terindah


__ADS_3

Beberapa hari yang lalu saat Livy menenangkan Saskia yang sedang rewel karena demam, Livy mengambil sehelai rambut Saskia untuk dilakukan tes DNA dengan sampel rambut Febian. setelah itu, Livy datang ke rumah sakit dan meminta tolong temannya untuk mengetes kecocokan DNA dari dua orang itu. Livy meminta hasilnya dikirim melalui pesan saja karena memang ia akan melakukan perjalanan ke luar kota.


Dan hasil tes DNA itu malam ini juga keluar. Betapa hancurnya hati Livy saat membaca hasil tes itu. Saskia adalah anak biologis Febian. sebuah kebohongan besar yang telah dilakukan oleh suaminya selama ini. tentu saja hati Livy sangat sakit. Bagaimana pun juga pria itu dulu sangat ia cintai sepenuh hati. Kenapa Febian tega melakukan itu semua. Bahkan mertuanya juga bisa dipastikan ikut andil dalam kebohongan Febian.


Hati Livy sudah terlanjur sakit. Dengan adanya bukti tes DNA itu, setelah ini ia akan menggugat cerai suaminya. tidak ada kata maaf bagi Febian untuk menebus kesalahannya. Hatinya sudah cukup sakit menerima keegoisan pria itu selama pernikahannya yang tidak mengharapkan anak. Kini ditambah lagi dengan kebohongan besar kalau ternyata suaminya itu sudah mempunyai seorang anak dari wanita lain.


Livy melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tak lama kemudian ia berhenti tepat di depan sebuah Club malam. mungkin malam ini ia akan menghabiskan malamnya di tempat itu. tempat yang sebelumnya belum pernah ia kunjungi sama sekali. Livy berharap dengan berada di tempat itu bisa membuatnya melupakan rasa sakit akibat penghianatan Febian selama ini.


Kini Livy sudah duduk tepat di depan meja bartender. Dia segera memesan minuman beralkohol yang tidak tahu jenisnya. Dia hanya meminta pada bartender agar memberikan minuman itu tanpa banyak bertanya.


Satu sloki minuman beralkohol telah berhasil masuk ke dalam mulutnya. Ada rasa seperti terbakar dalam tenggorokan Livy. namun wanita itu mengabaikannya. Justru Livy meminta bartender untuk menuangkan minuman itu lagi.


Livy mulai merasakan kepalanya pusing akibat minuman itu. namun ia masih mengabaikannya. Rasanya masih sangat sakit hatinya setelah mengingat kejahatan suaminya selama ini.


“Nona, apa kamu mau menambah dengan minuman ini? rasanya sangat nikmat daripada yang kamu minum itu.” ujar pria asing yang sejak tadi terus memperhatikan Livy dan duduk tak jauh darinya.


Livy tak menanggapinya. Namun pria itu merasa kalau Livy menyetujui tawarannya. Setelah itu dituangkannya minuman itu untuk Livy. belum juga Livy meminum minuman dari pria asing itu, tiba-tiba sepasang lengan kekar menarik tubuh Livy menjauh dari meja bartender.


Dewa mengeluarkan beberapa lembar uang di atas meja bartender sebelum akhirnya membawa Livy keluar dari Club itu.


Dengan raut muka sedikit kesal, Dewa berjalan memapah Livy yang sedang sempoyongan. Untung saja dia datang tepat waktu setelah berhasil mengejar Livy menggunakan taksi. Kalau tidak, sudah bisa dipastikan kalau Livy akan berakhir tidak selamat dengan pria hidung belang yang dengan sengaja memberikan minuman beralkohol dengan kadar tinggi.


Kini Dewa sudah berhasil membawa Livy masuk ke dalam mobil. Secepatnya dia akan membawanya kembali ke hotel.

__ADS_1


Dalam perjalanan, Livy terus meracau memaki Febian yang telah membohonginya selama menjalani rumah tangganya. Isak tangis dicampur suara umpatan keluar begitu saja dari bibir Livy. kini Dewa pun mengerti kalau ternyata Livy sudah menemukan bukti akurat atas status Febian dengan gadis kecil bernama Saskia.


“Livy, aku tahu kamu sangat terpukul dengan kenyataan ini. kumohon, jangan melakukan hal gila seperti ini lagi. selesaikan masalah kalian baik-baik jika kamu memang ingin mengakhirinya.” Ucap Dewa setelah mobil yang sewaan yang ia kemudikan sudah tiba di basement hotel.


“Febian jahat, Wa! Tega dia telah membohongi pernikahan ini. dia tidak tahu betapa cintanya aku sama dia. Aku benci dia, Wa.” Jawab Livy dengan kepala yang semakin pusing efek minuman tadi.


Dewa tidak lagi menanggapi ucapan Livy. pria itu segera membantu Livy keluar dari mobil dan memapahnya masuk ke dalam kamar Livy.


Sesampainya di depan pintu kamar, Dewa mencari kartu akses di tas Livy. kemudian dia berhasil membawa Livy masuk dan merebahkannya di atas ranjang.


Brukkk


Dewa membiarkan Livy tergeletak di sana dengan posisi yang tidak nyaman. Hatinya juga sakit setelah mendengar ucapan Livy yang ternyata sangat mencintai suaminya. mungkin setelah ini lebih baik ia pergi jauh dari kehidupan wanita itu.


Grep


“Jangan pergi, Wa! Jangan pernah berniat pergi meninggalkan aku, Wa!” lirih Livy di tengah-tengah isakannya.


“Tidak akan. Sekarang istirahatlah!” jawab Dewa tanpa membalikkan badannya.


“Please, Wa! Jangan tinggalkan aku! temani aku malam ini!” tutur Livy lalu dengan cepat ia menarik Dewa hingga keduanya terjatuh di atas ranjang.


Dewa terjatuh tepat di atas tubuh Livy. sungguh posisi yang membuatnya tidak nyaman. Apalagi jarak bibirnya dengan bibir Livy sangat dekat. Namun Dewa berusaha membuat otaknya waras. Dia tidak ingin hal buruk terjadi malam ini.

__ADS_1


“Jangan seperti ini, Vy! Tidurlah! Aku tidak akan pergi.” Ucap Dewa lalu ia segera bangun.


Sayangnya Livy sudah terlanjur nyaman dengan pelukan Dewa. Sebelum Dewa sempat terbangun sempurna, Livy kembali menarik tubuh Dewa hingga keduanya kini saling menempel berhadapan. Livy juga segera meraup bibir Dewa dengan begitu lembut seolah bisa meredakan rasa sakit di hatinya.


Ternyata ciuman itu berhasil membuat Dewa masuk ke dalam pusaran kenikmatan. Gairaahnya tidak dapat dibendung lagi saat Livy semakin pandai memainkan lidahnya. Akal sehat Dewa pun perlahan hilang diganti dengan hasraat yang sudah membumbung tinggi.


Dewa akhirnya ikut membalas ciuman Livy. hingga keduanya sama-sama aktif membelitkan lidah. Biar saja malam ini keduanya khilaf. Mungkin ini adalah khilaf terindah yang pernah mereka lalui.


Kini permainan lebih didominasi oleh Dewa. Pria itu memang baru pertama kalinya melakukan hubungan badan, namun secara teori dia masih lebih pintar dari Livy. hingga dia bisa tahu dimana saja titik-tik yang akan membuat Livy sangat puas malam ini.


Begitu juga dengan Livy. wanita itu merasakan sensasi yang sangat berbeda di setiap sentuhan yang Dewa berikan. Tidak sama seperti yang dilakukan oleh Febian. atau memang karena selama ini Livy dan Febian sudah tidak pernah lagi bercinta, hingga membuatnya sangat haus belaian.


“Lakukan sekarang juga, Wa! Titah Livy di tengah-tengah gairaahnya yang sudah memuncak.


Dewa menganggukkan kepalanya. Jujur saja dia juga sudah tidak tahan. Apalagi melihat kemolekan tubuh Livy yang sudah membuatnya panas dingin. Kemudian Dewa mengecup singkat bibir Livy sebelum akhirnya melesatkan senjata pamungkasnya ke dalam inti Livy.


Livy sedikit meringis saat merasakan intinya terasa begitu sesak. Entahlah apa penyebabnya. Namun yang pasti setelah itu keduanya saling memberikan kenikmatan di setiap hujaman yang Dewa berikan.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading!!


__ADS_2