Main Hati

Main Hati
Eps 74 ~ Gila


__ADS_3

#Flashback On


Saat Livy masuk ke ruangan dokter yang menangani Febian, dokter itu mengatakan kalau Febian tengah mengalami depresi berat. Kalau keadaan pasien tak menunjukkan kemajuan, bisa jadi Febian akan gila. Dan jalan satu-satunya adalah dengan cara bertemu dengan orang yang selama ini dicari oleh Febian, yang tak lain adalah Livy.


Livy bingung, bagaimana cara membantu Febian. apalagi dirinya datang bersama sang suami. dia tidak ingin suaminya salah paham meskipun sudah berulang kali ia mengatakan pada Dewa kalau dirinya sudah tidak ada cinta lagi untuk mantan suaminya.


“Anda cukup memberi motivasi pada pasien. Lakukan apa saja yang membuat pasien lebih tenang dan nyaman saat bersama anda. mengingat masa lalu pasien kalau anda adalah mantan istrinya, jadi anda bisa dengan mudah memberikan beliau dukungan untuk sembuh. Tapi bukan maksud untuk memberi harapan, anda cukup mengatakan akan membantu dan mendampingi dalam masa pemulihan pasien. Saya yakin jika kondisi pasien sudah menunjukkan perubahan, nanti akan dengan mudah bicara yang tenang.”


Livy hanya menganggukkan kepalanya. Setelah itu ia keluar dari ruangan dojter dan menuju ruang perawatan Febian.


#Flashback Off.


Saat ini Livy sedang dalam mobil bersama suaminya dalam perjalanan pulang. sejak tadi Dewa tampak diam. terlebih setelah Livy menjelaskan semua yang ia katakan pada Febian.


“Maafkan aku, Mas. aku mau menjelaskan seperti apa lagi agar kamu percaya?” Livy benar-benar bingung menghadapi suaminya yang sedang marah.


Wajar jika Dewa marah setelah mendengar dengan jelas apa yang dikatakan istrinya tadi pada Febiab, mantan suaminya. namun ia juga berusaha kuat untuk tidak marah atau cemburu. Namun tetap saja, ada sebagian hatinya yang terluka. Apalagi saat Febian memeluk istrinya.


“Ya sudah kalau begitu cukup sampai di sini saja aku membantu Febian. aku janji tidak akan menjenguk dia lagi demi kamu.” Pungkas Livy.


Dewa yang tengah menyetir sontak menoleh pada istrinya. Kemudian ia menepikan sejenak mobilnya.


“Sayang, aku tidak bermaksud seperti itu. maaf, kalau aku yang terlalu cemburu dan sakit saat melihat kebersamaan kamu dengan dia tadi.” Dewa juga merasa tidak enak kalau istrinya berhenti membantu Febian sembuh.

__ADS_1


“Nggak apa-apa, Mas. bantuanku sudah cukup tadi.” tolak Livy yang lebih mengutamakan perasaan suaminya.


Dewa hanya menghembuskan nafasnya pelan. Dia tidak boleh egois seperti ini. apalagi dia tadi sempat berbincang dengan kedua orang tua Febian, dan sedikit banyak merasakan bagaimana perasaan orang tua Febian melihat keadaan anaknya seperti itu.


“Tapi aku akan tetap mengijinkan kamu untuk membantu dia sembuh. dan aku akan selalu menemani kamu. Aku tidak lagi cemburu. Aku percaya kalau di hati kamu hanya ada aku dan anak kita.” Ujar Dewa memberi pengertian istrinya dan berusaha membuang egonya.


Livy pun akhirnya memeluk suaminya. dia merasa lega setelah mendengar kerelaan hati Dewa yang mengijinkan untuk membantu kesembuhan Febian.


**


Kini Dewa dan Livy sudah sampai rumah orang tuanya. Tentu saja Abi dan Reno menanyakan keadaan Febian. Livy sendiri hanya menjawab singkat tanpa perlu menjelaskan lebih detail. Lagi-lagi dia menjaga perasaan sang suami.


Sore harinya Dewa mengajak anak istrinya pulang. karena besok Dewa sudah mulai beraktivitas kembali ke kantor.


Sesampainya di apartemen, Livy meletakkan Calvin ke dalam boxnya. Sedangkan ia sendiri langsung beristirahat. Jujur saja badannya lelah setelah seharian kemarin ikut sibuk membantu persiapan ulang tahun keponakannya. Lagi pula Calvin masih tidur. Sedangkan sang suami sedang berada di ruang kerjanya.


Waktu petang tiba. Dewa masuk ke dalam kamar berniat untuk mandi. ternyata terdengar suara tangis Calvin yang sepertinya baru bangun. Lalu tatapannya beralih pada sang istri yang masih tidur.


Dewa menggendong Calvin dan menenangkannya. Bayi itu sepertinya haus. Akhirnya Dewa terpaksa membangunkan sang istri.


“Sayang! Calvin sepertinya haus.”


Namun Livy tak kunjung bangun. Dewa meletakkan Calvin sebentar dan kembali membangunkan Livy. pria itu sangat terkejut saat merasakan tubuh Livy demam. Tak lama kemudian Livy terbangun dengan kepala yang berdenyut.

__ADS_1


“Sayang kamu sakit. Tunggu dulu ya? Aku ambilkan minum dan obat.”


Livy hanya mengangguk. Calvin yang sedang tergeletak di atas ranjang samping Mamanya pun kembali menangis. Alhasil Livy memguatkan tubuhnya untuk mendekati bayi itu agar bisa memberinya ASI.


“Sayang kamu sedang sakit, apa tidak masalah jika Calvin masih diberi ASI?” tanya Dewa yang memang belum paham mengenai hal itu.


“Nggak apa-apa, Mas.” jawab Livy kemudian meraih Calvin untuk segera diberi ASI.


Dewa keluar kamar mengambil minum dan juga obat penurun demam untuk istrinya. Ini adalah kali pertama bagi Livy sakit setelah melahirkan Calvin. Dewa sebagai suami juga cukup tanggap dan sigap menghadapi situasi seperti ini.


Setelah Livy meminum obatnya, Dewa memintanya untuk kembali beristirahat. Sedangkan Calvin dirinyalah yang megambil alih.


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!


Selamat hari raya idul fitri ya teman-teman. Minal aidzin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan batin. Mohon maaf jika besok tidak bisa up. Selamat liburan semuanya….!!🙏🙏🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2