Main Hati

Main Hati
Eps 28 ~ Tidak Wajar


__ADS_3

Usai mendapat ancaman dari Raina, Febian kembali masuk ke kamarnya. Wajahnya benar-benar terlihat frustasi karena takut jika adik angkatnya itu benar-benar mewujudkan ucapannya.


Dengan wajah yang masih keruh, Febian sama sekali tak mempedulikan Livy yang baru saja selesai mandi. pria itu masih mengenakan setelan kerjanya masuk begitu saja ke dalam kamar mandi.


Mungkin yang dilakukan Febian di dalam kamar mandi sama dengan apa yang dilakukan Livy tadi. namun Febian lebih frustasi dibandingkan Livy. Febian mengguyur badannya dengan air dingin. Bayang-bayang kemarahan Livy setelah mengetahui kebohongannya tiba-tiba memenuhi otaknya.


Febian benar-benar tidak ingin kehilangan Livy. apapun yang akan terjadi nanti, dia harus tetap mempertahankan Livy, wanitanya. Pasti ada solusi dari semua masalah itu tanpa ia harus kehilangan Livy.


Usai mandi, Febian segera turun. Di ruang tengah dia melihat istrinya tampak asyik bercengkrama dengan Saskia juga Raina. Lagi-lagi Febian dihantui rasa bersalah juga ketakutan yang begitu besar. Hingga tanpa sengaja Livy menatap aneh pada suaminya yang sikapnya sangat jauh berbeda dari sebelumnya.


Sampai di meja makan pun Febian masih diam di saat semua penghuni lainnya sedang asyik menikmai makan malam mereka. Saskia yang terus merengek ingin duduk di pangkuan Febian pun akhirnya dia turuti saja tanpa penolakan. Meskipun Febian masih menunjukkan raut muka datar.


Raina berusaha meencairkan suasana yang sedikit canggung dengan mencoba mengakrabkan diri pada Livy. dia tidak mempedulikan Febian yang murung menemani Saskia makan.


“Kak Livy sangat hebat ya, selain menjadi ibu rumah tangga, Kak Livy juga berkarir.” Ujar Raina.


“Biasa saja, Na. kamu juga hebat. Bukankah kamu juga wanita karir? Bahkan kamu juga bisa sambil mengurus anak.” Sahut Livy.


Raina memang sebelumnya bekerja di perusahaan orang tua angkatnya. Namun sejak mengandung Saskia hingga melahirkan, wanita itu sudah tidak lagi bekerja. Kedua orang tuanya tetap memenuhi kebutuhannya, termasuk Saskia.


“Ehm, iya. Kak.” Jawab Raina sembari melirik Febian sekilas.


Usai makan malam itu, Raina lebih dulu beranja dari ruang makan dengan mengajak Saskia masuk ke kamar. kini hanya tinggal ivy dan Febian. keduanya masih dalam mode saling diam. termasuk Febian yang masih terlihat frustasi dengan ancaman Raina tadi.


Karena pekerjaan kantor hari yang begitu melelahkan, akhirnya Livy beranjak lebih dulu meninggalkan suaminya tanpa mengucap sepatah kata pun. Tak lama setelah itu disusul Febian. namun Febian memilih masuk ke ruang kerjanya. Dia akan menghubungi kedua orang tuanya untuk bertanya perihal kedatangan Raina dan Saskia.


**


Beberapa kali Febian menghubungi Mama dan Papanya bergantian. Namun sama sekali tidak ada jawaban. Karena memang perbedaan waktu di negara ini dan di luar negeri sangat jauh berbeda. Pasti kedua orang tua Febian saat ini sedang beristirahat. Namun sayangnya Febian tidak peduli akan hal itu. dia harus bicara dengan Mama dan Papanya hari ini juga.

__ADS_1


Panggilan yang keenam kalinya baru Nyonya Abyasa menjawab panggilan anaknya.


“Ma, apa maksud Mama menyuruh Raina dan anak sialan itu datang ke sini?” todong Febian saat panggilannya baru saja tersambung.


Nyonya Abyasa tampak menghela nafasnya pelan mendengar kemarahan putranya. Wanita paruh baya itu pasti tahu kalau Febian tidak akan terima dengan kedatangan Raina ke rumahnya. Apalagi tinggal menetap di sana.


“Mama tidak punya pilihan lagi, Bian. Kamu juga tidak mungkin terus-menerus datang ke sini. jadi Mama dan Papa memberi ijin pada Raina untuk tinggal bersama kamu.” Ujar Nyonya Abyasa.


“Mama tahu apa resikonya jika Raina tinggal di sini? aku tidak ingin kehilangan Livy hanya karena dia mengetahui kebohonganku selama ini, Ma. Aku tidak ingin dia tahu tentang skandalku bersama Raina.”


“Bian, Mama tahu kamu sangat mencintai Livy. lebih baik kamu bicara jujur saja dengan istri kamu. Mama yakin kalau Livy pasti akan memaafkanmu. Dia wanita yang sangat baik. Setelah itu kalian bisa menjalani rumah tangga dengan baik dengan memiliki seorang anak.”


Kedua orang tua Febian memang sudah mengetahui kalau Febian tidak ingin memiliki anak dengan Livy karena masa lalunya yang kelam bersama Raina. Namun Nyonya Abyasa juga tak henti-hentinya menasehati putranya untuk melupakan masa lalu itu. mungkin dengan berkata jujur, Raina akan ikhlas memberikan Saskia pada Febian untuk tinggal bersama Livy. bagaimana pun juga Raina masih mempunyai masa depan yang panjang. Dengan begitu Raina juga bisa hidup normal seperti dulu lagi.


“Tidak semudah itu, Ma!” pungkas Febian dan segera memutus panggilannya.


***


Drt drt


Livy belum sepenuhnya tidur saat menyadari ada pesan masuk ke ponselnya. Dia segera membuka pesan yang ternyata dari Dewa.


“Ada hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu.”


Livy tampak mengerutkan kening saat membaca pesan itu. tidak biasanya Dewa mengirim pesan malam-malam begini. Terlebih sekarang posisinya sedang ada di rumah. apalagi Febian sudah pulang. sepenting apakah hal yang ingin dibicarakan oleh Dewa.


Livy pun segera membalas pesan Dewa. dia meminta Dewa agar besok saja mengatakan hal penting itu. namun belum sempat pesan itu terkirim, Livy mendengar suara pintu kamarnya terbuka. Alhasil dia meletakkan kembali ponselnya dan pura-pura tidur demi menghindari perdebatan kecil dengan Febian.


Febian sendiri yang baru saja masuk kamarnya sangat terkejut saat melihat istrinya tidur di sofa. Hatinya sangat sakit melihat perubahan sikap Livy padanya. Namun dia sendiri juga sangat egois, tidak mau bicara jujur pada Livy.

__ADS_1


Febian berjongkok di sisi sofa di mana Livy tengah tidur. Tatapannya nanar pada sosok wanita cantik yang sangat ia cintai.


“Sayang, maafkan aku! sampai kapanpun aku tidak akan melepaskanmu. Aku tidak peduli walau sikapmu dingin seperti ini padaku, asal kamu tetap berada di sampingku.” Ucap Febian dengan suara serak menahan kesedihannya. Setelah itu ia mendaratkan kecupan singkat pada kening Livy.


***


Keesokan harinya, Livy sudah siap dengan setelan kerjanya. Wanita itu terlihat sangat cantik saat menuruni tangga hendak menuju ruang makan. Sementara Febian, entah pria itu kemana karena sejak Livy bagun sudah tidak melihat lagi keberadaan suaminya.


Ternyata Febian tadi habis dari ruang kerjanya. Setelah itu menemui Raina yang sedang menemani Saskia bermain di depan.


“Kalau kamu mau bekerja, datanglah sendiri ke kantor. aku tidak sudi berada satu mobil denganmu.” Ujar Febian dingin, setelah itu meninggalkan Raina.


Usai menghabiskan makanannya, Livy dan Febian segera berangkat ke kantor masing-masing. Hanya saja Livy membiarkan suaminya berangkat lebih dulu.


Febian keluar dari rumah hendak masuk ke dalam mobilnya tiba-tiba Saskia berlari ke arahnya. Gadis kecil itu memeluk Febian seperti tidak ingin ditinggal pergi. Namun Febian juga tidak bisa berbuat apa-apa. Takut jika diketahui oleh istrinya.


“Sepertinya memang ada yang tidak wajar dari hubungan mereka.” Gumam Dewa yang lagi-lagi melihat interaksi Febian dengan Raina dan juga Saskia.


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!


 

__ADS_1


__ADS_2