Main Hati

Main Hati
Eps 21 ~ Cemburu


__ADS_3

“Apa maksud Bi Ratih?” tanya Dewa bingung.


Bi Ratih menghembuskan nafasnya pelan. Wanita paruh baya itu bukanlah orang bodoh yang tidak tahu apa-apa, termasuk apa yang ia lihat dari Bahasa tubuh Dewa dan juga majikannya.


“Bibi tahu, Wa kalau rumah tangga Non Livy dan Tuan Febian selama ini tidak baik-baik saja. walau mereka tidak pernah menunjukkannya secara langsung, bahkan mereka terlihat selalu mesra, namun Bibi tahu kalau Non Livy selama ini tersiksa dengan pernikahannya. Terlebih mengenai momongan. Namun, semenjak kehadiranmu ke rumah ini, Bibi bisa melihat perubahan sikap Non Livy. Bibi bisa membedakan kedekatan kamu dan Non Livy melebihi seorang atasan dan bawahan.” Jawab Bi Ratih panjang lebar.


Dewa masih terdiam setelah mendengar penuturan Bi Ratih. Dia tidak menyangka kalau Bi Ratih bisa mengetahui kedekatannya dengan Livy. namun apakah dia salah jika berusaha menghibur Livy di tengah rasa kalut yang wanita itu hadapi dalam perjalanan rumah tangganya. Bahkan Bi Ratih sendiri juga tahu kalau memang Livy terlihat tidak bahagia dalam pernikahannya.


“Entahlah, Bik. Aku juga tidak tahu harus bersikap bagaimana. Karena sejak awal memang aku berniat untuk bekerja di sini. namun setelah beberapa kali aku melihat kesedihan yang terpancar dari wajah Non Livy, juga pernah menyaksikan sendiri pertengkaran Non Livy dengan suaminya, aku ikut merasa iba. Aku tahu kalau semua ini salah, namun Non Livy sendiri yang melarangku untuk keluar dari pekerjaan ini. aku benar-benar bingung, Bik.” Ucap Dewa akhirnya.


Bi Ratih terkejut saat mendengar penjelasan Dewa. Apalagi pria itu pernah menyaksikan secara langsung pertengkaran majikannya. Karena selama ini Bi Ratih tidak pernah sekalipun melihatnya.


Dewa juga mengatakan kalau dia sudah beberapa kali mau resign, namun Livy selalu mencegahnya dengan alasan wanita itu sudah nyaman dengannya. Bi Ratih pun menjadi bingung sendiri. Karena tidak bisa memberikan solusi. Tidak mungkin juga mendukung kedekatan Livy dan Dewa, namun dia juga tidak tega jika terus melihat kesedihan Livy yang selalu wanita itu tutupi dengan sempurna.


“Aku juga nggak tahu apa nama perasaan ini, Bik. Yang jelas ini salah. Aku juga tidak mau merusak rumah tangga mereka. Tapi Bi Ratih tahu sendiri kan kalau Non Livy terlihat tidak baik-baik saja. jadi, aku mungkin hanya ingin membuatnya nyaman. Itu saja, Bik.” Ucap Dewa yang tak ingin membahas masalah perasaannya terhadap Livy. dia juga sadar kalau tidak mungkin bisa memiliki Livy seutuhnya.


Bi Ratih kini terdiam. Tidak bisa memberikan solusi terbaik. Karena baginya yang terpenting bisa melihat majikannya bahagia itu sudah lebih dari cukup.


“Apa Bi Ratih tahu tentang sesuatu dari Tuan Febian dan juga Non Livy? maksudku alasan Tuan Febian tidak ingin memiliki anak.” Tanya Dewa.


Bi Ratih menjawabnya dengan gelengan kepala. Lalu wanita paruh baya itu mengatakan beberapa hal selama ia dulu bekerja di rumah kedua orang tua Febian. Bi Ratih tidak tahu pasti waktu itu ada masalah besar apa yang terjadi pada keluarga majikannya. Yang Bi Ratih tahu saat itu tiba-tiba saja Febian menghilang tanpa kabar cukup lama. Namun setelah itu pulang lagi ke rumah orang tuanya dan melamar Livy, bahkan langsung menikah dalam waktu dekat.


Dewa hanya menganggukkan kepalanya. Pria itu seperti merasakan kejanggalan dari Febian. seperti ada yang ditutupi oleh pria itu terhadap istrinya. Apalagi dia pernah mendengar secara langsung pertengkaran Livy dan Febian yang membahas masalah anak. Dimana Febian lah yang tidak menghendaki seorang anak. Apakah pria itu pernah mengalami trauma masa lalu yang berhubungan dengan seorang anak.


Drt drt drt

__ADS_1


Obrolan Bi Ratih dan Dewa terputus lantaran ada panggilan masuk ke ponsel Dewa. Ternyata seseorang yang menjadi topik pembahasanlah yang menghubunginya. Dewa pun segera menerima panggilan dari Livy.


“Bik, aku pergi dulu. Non Livy menyuruhku datang ke kantor.” pamit Dewa setelah mengakhiri panggilannya dengan Livy.


“Ingat, Wa! Kamu jangan pernah sekalipun mempunyai niat buruk untuk merusak rumah tangga Non Livy.” pesan Bi Ratih sebelum Dewa pergi.


“Terima kasih, Bik sudah mengingatkan.” Jawab Dewa kemudian segera pergi bersiap ke kantor Livy.


Bi Ratih juga tidak yakin bisa mengatakan hal itu pada Dewa. Meskipun Dewa adalah pria yang baik. Dan walaupun nantinya hubungan Dewa dan Livy berlanjut, Bi Ratih hanya berharap semuanya baik-baik saja. Mungkin saja, rumah tangga Livy dan Febian akan berakhir dan Livy bersatu dengan Dewa.


“Astaga!” gumam Bi Ratih menutup mulutnya saat menyadari atas pemikirannya yang seolah berharap hubungan Livy dan Febian berakhir.


***


Setelah sampai, Dewa segera menuju ruangan Livy. namun, saat baru saja ia keluar dari lift, tanpa sengaja Dewa beertemu dengan Sekar, sekretaris Raffael.


“Wa, senang bisa bertemu kamu lagi. oh iya, bagi nomor ponsel kamu dong Wa! Weekend nanti bisa nggak kita jalan?” ujar Sekar yang tampak bahagia bisa bertemu dengan Dewa.


Dewa dan Sekar memang dulu adalah teman lama. Lebih tepatnya saat Dewa baru pertama kali datang ke kota ini. dan Sekar lah yang telah membantunya mencari pekerjaan di sebuah restaurant. Semenjak saat itu hubungan mereka semakin akrab. Hanya saja Dewa menganggap Sekar teman, tidak lebih dari itu. hingga akhirnya mereka kehilangan kontak, karena Dewa sudah tidak bekerja lagi di restaurant dan memilih bekerja sebagai seorang bodyguard.


Karena tidak ingin menolak permintaan Sekar, Dewa pun mengeluarkan ponselnya lalu mencatat no ponsel Sekar. Kalau untuk pergi weekend, dia juga belum pasti bisa.


“Sudah masuk belum nomorku?” tanya Dewa setelah melakukan panggilan ke nomor Sekar.


“Ponselku ada di tas. Nanti saja lah aku cek. Thanks ya, Wa. Aku tinggal dulu.” Pamit Sekar dan segera masuk ke dalam lift.

__ADS_1


Dewa pun melanjutkan langkahnya ke ruangan Livy yang hanya tinggal beberapa langkah saja. namun langkahnya terhenti saat melohat Livy sudah berdiri tak jauh darinya. Dewa merasa seperti sedang kepergok selingkuh saat melihat tatapan tajam Livy yang tertuju ke arahnya.


“Selamat siang, Nona! Ini makanan yang sudah anda pesan.” Sapa Dewa berusaha mencairkan suasana.


Livy tak menyahut. Wanita itu berbalik badan dan kembali masuk ke ruangannya. Niat hati ingin pergi ke ruangan direktur keuangan karena ada hal penting yang akan ia bahas. Namun ternyata ia harus disuguhi pemandangan tak sedap antara Dewa dan Sekar. Terlebih saat mereka berdua bertukar nomor telepon.


Dewa mengikuti Livy masuk ke ruangannya. Dia juga bingung mau bersikap seperti apa pada Livy. wanita itu terlihat  sedang cemburu.


Cklek


Dewa menutup pintu ruangan itu saat sudah masuk. Livy yang masih berdiri tepat di hadapannya tiba-tiba saja wanita itu berbalik badan dan memeluknya.


Grep


“Kamu jahat, Wa! Kamu sengaja membuatku cemburu seperti tadi?” ucap Livy sambil memukul-mukul dada Dewa.


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!

__ADS_1


__ADS_2