
Entah sampai berapa lama mereka berdua masih terus memberikan kenikmatan malam itu. baik Dewa maupun Livy sama-sama enggan untuk mengakhiri malam panas itu. padahal masing-masing dari mereka juga menyadari kalau apa yang dilakukan malam ini sungguh tidak benar. Mereka melakukan hubungan terlarang yang jelas-jelas melanggar norma. Namun apalah daya, jika napsu sudah menguasai, rasanya sulit untuk mengakhiri.
Hingga lenguhan panjang keluar dari bibir masing-masing tanda berakhirnya malam panas itu. Livy sudah tergolek lemah tak berdaya dalam pelukan Dewa. Kemudian Dewa menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka, dan segera tidur.
Keesokan paginya, Dewa terjaga lebih dulu. Dia melihat sosok wanita cantik tampak nyenyak dalam tidurnya. Ada rasa bersalah dalam hati Dewa atas perbuatannya semalam bersama Livy. harusnya ia bisa mengontrol diri untuk tidak terpancing dengan ciuman Livy. namun nasi sudah menjadi bubur.
Dewa menatap lekat wajah Livy yang sangat damai. Mengingat ucapan Livy yang sedang sakit hati atas perbuatan suaminya, yang itu artinya Livy sangat mencintai Febian. mungkin setelah ini ia akan benar-benar pergi dari kehidupan wanita ini. membiarkan Livy hidup bahagia dengan suaminya setelah masalah mereka beres.
Dewa memutuskan untuk bangun lebih dulu. Dia memakai bajunya yang teronggok di lantai, setelah itu keluar dari kamar Livy.
Setelah memastikan pintu kamarnya tertutup, Livy mulai membuka matanya. sebenarnya Livy lah yang lebih dulu terjaga. Namun ia masih ingin menikmati hangatnya pelukan Dewa. Ia tahu kalau perbuatannya semalam salah. Tapi apalah daya, semua sudah terjadi.
Dan saat menyadari pergerakan Dewa, Livy pura-pura tidur dengan pulas. Dia juga tahu kalau Dewa sedang memandanginya. Juga merenungi perbuatannya semalam.
Kini Livy sudah bangun. Dia beranjak pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Bayangan kegiatan panasnya semalam masih terasa jelas di benak Livy. apalagi banyak sekali tanda yang ditinggalkan Dewa di area dadanya.
Usai mandi, Livy mendapat pesan dari orang suruhannya yang ia minta untuk menyelidiki tentang keluarga Abyasa. Orang suruhannya ingin bertemu dengan Livy karena ada hal penting yang ingin disampaikan mengenai hasil penyelidikannya.
Livy terpaksa meminta orang suruhannya itu untuk datang menemuinya di kota ini. karena tidak mungkin dia pulang selagi pekerjaannya di sini belum selesai.
Usai sarapan, Livy segera pergi ke kantor. pagi ini ia tidak meminta Dewa untuk mengantarnya. Biarkan saja pria itu istirahat. Dirinya juga masih canggung jika pagi ini harus bertemu Dewa setelah melalui malam panas bersama.
Livy sudah dengan setelan kerjanya keluar dari kamar. namun ternyata Dewa sudah berdiri tepat di depan pintu. Seketika suasana canggung sangat terasa diantara keduanya.
“Aku berangkat sendiri saja, Wa. Kamu bisa istirahat hari ini.” ucap Livy tanpa berani menatap mata Dewa secara langsung.
“Istirahat? Kenapa aku harus istirahat?” tanya Dewa bingung. Karena memnag dia tidak sedang sakit. Padahal menurut Livy Dewa harus istirahat setelah semalam penuh pria itu bekerja ekstra memberikan kenikmatan.
__ADS_1
“Karena semalam,-“
“Silakan, aku akan tetap mengantarmu. Bagaimana pun juga selama di sini kamu masih menjadi tanggung jawabku.” Potong Dewa tanpa mau mendengar lebih lanjut ucapan Livy yang hendak membahas malam panas itu.
Livy pun tidak bisa menolak lagi. akhirnya hari ini ia tetap pergi ke kantor diantar oleh Dewa.
Keduanya sama-sama diam selama dalam perjalanan. Hingga mobil yang Dewa kendarai tiba di basement kantor. Livy segera keluar dari mobil tanpa menunggu Dewa membukakan pintu. Setelah itu dia meminta Dewa untuk tidak perlu ikut masuk mengawalnya seperti biasa.
Dewa hanya menganggukkan kepalanya. Entah kenapa sikap Livy yang seperti ini seolah ingin menghindarinya. Apakah wanita itu menyesal atas apa yang sudah terjadi tadi malam? apakah Livy berat dan masih sangat mencintai suaminya.
***
Dua hari Livy telah menyelesaikan semua pekejaannya. Besok dia akan pulang. namun sebelumnya, nanti malam ia akan bertemu dengan orang suruhannya yang akan memberikan hasil penyelidikan tentang keluarga Abyasa.
“Wa, pekerjaanku di sini sudah selesai. besok kita akan pulang. setelah ini aku memberikan kamu waktu bebas untuk bersantai.” Ucap Livy saat dalam perjalanan pulang dari kantor.
Livy hanya ingin menyelesaikan masalahnya sendiri. Dia tidak ingin Dewa ikut dalam masalahnya.
“Hmm!” jawab Dewa singkat dengan tatapan lurus ke jalanan.
Livy tidak begitu mempedulikan jawaban singkat Dewa.juga termasuk perubahan sikap Dewa. Karena Livy sudah tidak sabar menunggu hasil laporan orang suruhannya nanti malam yang akan ia temui.
***
Malam itu pun tiba. Livy sudah siap pergi. Namun kali ini dia hanya memakai pakaian santai saja agar tidak diketahui Dewa kalau dirinya akan keluar bertemu seseorang.
Benar saja, saat Livy baru saja keluar dari kamarnya, dia melihat Dewa yang juga baru keluar. Dewa hanya mengangguk ramah setelah itu mempersilakan Livy berjalan lebih dulu. Hingga sampai di restaurant hotel mereka berpisah. Kebetulan juga Dewa sedang menerima panggilan dari seseorang. Livy pun bisa segera pergi mencari taksi dan menuju tempat ia membuat janji.
__ADS_1
Setibanya di sebuah café tak jauh dari hotel, Livy melihat seorang pria sedang mengenakan hoodie warna hitam dengan wajah tertutup masker. Livy pun segera menghampiri pria itu dan duduk tepat di hadapannya.
Pria itu memberikan amplop coklat berisi informasi seperti yang diminta oleh atasannya. Dengan tangan bergetar, Livy mulai membuka amplop itu. mengambil selembar kertas yang berisi tulisan mengenai informasi penting mengenai keluarga Abyasa.
Bibir Livy terkatup rapat dengan air mata yang sudah mengalir begitu saja saat membaca tulisan dalam selembar kertas itu.
Febian dan Raina yang statusnya kakak adik, namun tidak terikat darah pernah mempunyai skandal besar yang sampai saat ini ditutup rapat oleh keluarganya. Dari skandal yang mereka berdua lakukan ternyata membuah hasil seorang anak bernama Saskia. Namun diantara Raina dan Febian tidak ada ikatan pernikahan setelah skandal yang mereka buat. Status Raina di sana tertera sebagai seorang single mother. Di sana juga tertera dengan jelas kapan dan di mana peristiwa itu terjadi.
Livy menahan tangisnya sambil menutup mulut agar tak didengar orang sekitar. Kini dia sudah tahu alasan Febian yang dulu sempat menghilang tanpa kabar, hingga pria itu tiba-tiba datang melamarnya dan melangusngkan pernikahannya dalam waktu dekat.
Usai membaca informasi itu, Livy juga melihat beberapa foto sebagai bukti kuat. Yaitu kehamilan Raina yang tampak ditemani oleh Febian sampai Saskia lahir ke dunia ini, juga ada Febian di sana.
Livy tidak boleh membuang bukti-bukti itu, walau sebenarnya dia sangat marah dan ingin membuangnya. Dia harus kuat sampai jalannya perceraian nanti selesai.
“Nona, anda baik-baik saja?” tanya pria itu ikut khawatir melihat Livy yang sedang menangis tertahan.
“Aku baik-baik saja. terima kasih informasinya. Pekerjaan kamu sangat bagus. Setelah ini aku transfer bayaran kamu.” Jawab Livy dan segera pergi dari café itu.
.
.
.
*TBC
Happy Reading!!
__ADS_1