Main Hati

Main Hati
Eps 53 ~ Sahabat Mario


__ADS_3

Setelah perbincangan yang cukup serius itu, kini suasana kembali terlaihat hangat dan santai. Reno dan Abi sengaja memberi waktu untuk Livy dan Dewa berbicara berdua. Walau sebenarnya Livy juga masih butuh waktu untuk istirahat.


Dewa menceritakan sedikit tentang kehidupannya selama ini. termasuk menjadi asisten pribadi Mario. Dewa sendiri juga tidak menyangka kalau Mario masih memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarga Livy. jadi dia secara tidak langsung, Mario sudah menjembatani dirinya untuk bertemu dengan Livy.


“Lebih baik aku pulang dulu. Kamu juga baru pulang dari rumah sakit, dan masih membutuhkan banyak waktu untuk istirahat.” Pamit Dewa merasa tak enak telah mengganggu wakti istirahat Livy.


Livy menganggguk samar. Padahal ia juga masih ingin berlama-lama dengan Dewa. Apalagi setelah sekian lama tidak bertemu. Jujur dia ingin sekali memeluk pria itu. tapi Livy berusaha untuk menahannya dulu, sebentar lagi juga dia akan resmi menjalin hubungan suami istri dengan pria itu.


“Apa aku boleh pulang?” Tanya Dewa membuat Livy tampak bingung.


“Nggak apa-apa.” Jawab Livy sedikit gugup karena Dewa sejak tadi terus menatapnya tanpa berkedip.


“Oh, aku kira kamu akan mencegahku pulang. dan memintaku untuk menginap di sini.” ujar Dewa mengulum senyum.


Livy sampai melongo mendengar guaraun Dewa. Tak lama setelah itu dia merasakan pipinya menghangat saat tiba-tiba Dewa menciumnya sekilas.


“Aku pulang dulu! Kamu tunggu kedatanganku ke sini bersama Mama. ok!” pamit Dewa.


“Jangan merindukanku lagi, karena aku sudah menjadi milikmu.” Lanjutnya sambil terkekeh.


Livy hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap Dewa yang menurutnya konyol. Setelah itu ia mengajak Dewa masuk untuk berpamitan pada kedua orang tuanya, juga pada bayi mereka yang sudah diberi nama Calvin.


***


Dewa kini sudah di rumah sakit. Memang niat awal setelah pulang dari rumah Livy, dia langsung ke apartemennya. namun karena ia ingat dengan Mario, atau lebih tepatnya Mama Mario yang sedang sakit, akhirnya ia memilih untuk pergi ke rumah sakit lebih dulu.


Sesampainya Dewa di ruang perawatan Mama Mario, ketiga orang yang ada di sana menyambut Dewa dengan hangat. Apalagi mereka sudah tahu tentang hubungan Dewa dan Livy.


“Ehm, bagaimana keadaan anda Nyonya Chelsea?” tanya Dewa mengabaikan tatapan dua orang pria di depannya.

__ADS_1


“Tante baik-baik saja. ini sudah lebih baik. Terima kasih, Wa sudah menjenguk dan peduli pada Tante.” Jawab Chelsea dengan mengubah panggilannya pada Dewa.


“Mulai sekarang panggil kami Om dan Tante. Karena sebentar lagi kamu akan menjadi bagian dari keluarga Reno.” Ucap Chiko menjelaskan.


Baru saja Chiko melakukan panggilan video dengan Reno, Papa Livy, kalau Dewa adalah ayah dari anak yang dilahirkan Livy. Reno juga menceritakan tentang keberanian Dewa yang melamar putrinya sekaligus bertanggung jawab atas anaknya. kebetulan Mario juga ada bersama orang tuanya. Dia juga ikut senang mendengar kabar bahagia itu. ditambah lagi hubungan persahabatan Mario dan Raffael yang sudah kembali membaik.


Dewa hanya mengangguk samar. Dia juga bingung mau menjawab apa. Namun yang pasti hari ini adalah hari bahagianya.


“Wah, sebentar lagi kamu akan menjadi menantu Om Reno nih Wa. Jangan-jangan setelah ini kamu akan resign? Kamu tahu sendiri kan kalau perusahaan Om Reno ada dimana-mana.” Lanjut Mario bercanda.


“Tuan jangan bilang seperti itu. saya akan tetap menjadi asisten pribadi anda.” jawab Dewa yang sama sekali tidak berpikiran jauh ke sana. Apalagi dia bukan pria seperti Febian, yang penggila harta. Kalaupun nantinya tidak menjadi asisten pribadi Mario lagi, Dewa akan mengajak Livy tinggal berdua dengan menggeluti usahanya sendiri. Tanpa menumpang pada mertuanya.


“Eits, jangan panggil Tuan lagi dong, Wa! Bagaimana kalau kita sahabatan saja?” protes Mario tak terima.


Dewa sungguh bingung dengan situasi ini. rasanya juga masih canggung, setelah menganggap Mario sebagai atasannya, kini harus menjadi sahabatnya.


“Tante juga setuju. Apalagi kalian juga seumuran. Hanya saja Mario yang belum berani menikah. beda dengan kamu, Wa. Sangat pemberani. Melamar Livy.” sahut Mama Mario dengan menyindir anaknya.


“Saya doakan semoga Tuan Mario segera bertemu jodohnya.” Sahut Dewa mendapat tanggapan setuju dari Chiko dan Chelsea.


“Mario, Wa! Nggak pakai embel-embel Tuan.” Protes Mario lagi.


Dewa pun hanya mengangguk saja tanpa memperbaiki ucapannya. Suasana ruang perawatan Livy pun semakin menghangat. Setelah beberapa saat, Dewa pun berpamitan pulang ke apartemennya. dia juga meminta ijin pada Mario untuk pulang menemui Mamanya sekaligus membicarakan masalah pernikahannya dengan Livy.


“Karena kamu asisten pribadiku sekaligus sahabatku, baiklah aku akan mengijinkanmu pulang.” jawab Mario.


***


Sementara itu Livy yang tengah berada di kamarnya bersama Calvi, tampak tersenyum bahagia. Livy benar-benar tidak menyangka dengan keajaiban yang baru saja ia alami hari ini. apakah Tuhan memang sudah menakdirkan bertemu dengan jodohnya. Berjodoh dengan pria yang sejak dulu tidak pernah ia lupakan sedikitpun dari hatinya. Pria yang dulu pernah menjadi selingkuhannya.

__ADS_1


Mungkin jika semua orang tahu tentang jalan cerita hidupnya hingga bertemu kembali dengan Dewa, pasti akan banyak kontroversi. Menikah dengan selingkuhan pasti rumah tangganya tidak akan awet dan langgeng. Pasti kehidupan rumah tangganya penuh dengan liku karena berawal dari sebuah kesalahan.


Namun, tidak semua seperti itu. nyatanya banyak artis papan atas yang hubungannya sampai saat ini awet dengan desas desus miring yaitu menikahi selingkuhannya. Dan untuk masalah Livy ini berbeda. Justru dulu saat baru mengetahui kehamilannya, dia malah memutuskan untuk tidak mencari Dewa atau meminta pertanggung jawaban pria itu. dia menganggap kesalahan itu adalah buah dari karmanya. Jika memang Tuhan menghendakinya berjodoh dengan Dewa, pasti suatu saat akan dipertemukan lagi.


Dan hari ini, hari yang paling membahagiakan baginya. Tentu saja doa yang selama ini ucapkan, terjawab sudah. Bahkan di awal pertemuannya, Dewa langsung melamarnya.


“Sayang, akhirnya kamu akan mempunyai Papa, Nak! kamu dipertemukan dengan Papa kamu. Setelah ini kita akan hidup bersama dan bahagia.” Bisik Livy pada Calvin yang tampak menjulurkan lidahnya.


Melihat reaksi anaknya seperti itu membuat Livy tersenyum sendiri. Dia pun mengambil ponselnya dan mengambil beberapa foto Calvin yang lucu dan menggemaskan itu, lalu mengirimnya pada Dewa.


Ting


Tak lama kemudian pesannya langsung mendapat balasan dari Dewa. Reaksi Dewa juga tak kalah senangnya. Padahal sejak tadi Dewa ingin sekali melihat anaknya terbangun. Sayangnya Calvin masih nyenyak dalam tidurnya.


“Foto Calvin sudah dikirim, sekarang gantian foto Mamanya dong!”


Seketika wajah Livy memanas saat membaca pesan terakhir dari Dewa.


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!


 

__ADS_1


 


__ADS_2