Main Hati

Main Hati
Eps 65 ~ Traveling


__ADS_3

Livy sangat menikmati perannya menjadi seorang ibu. Terlebih setelah tinggal bersama suaminya di apartemen.


Harusnya sudah sejak dulu ia bisa menjadi seorang Ibu. Hanya saja semua itu memang sudah digariskan oleh Tuhan seperti sekarang ini. Livy juga bersyukur karena dipertemukan pria yang sangat bertanggung jawab seperti Dewa. walau jalan yang mereka awali penuh dengan kesalahan.


Tanpa terasa usia Calvin sudah dua bulan. Bayi itu tumbuh sangat sehat dengan mengkonsumsi ASI secara full. Livy yang sejak dulu sudah terbiasa dengan anak kecil, kini ia tidak merasa kesulitan sama sekali saat merawat anaknya sendiri. Terlebih setelah kepulangan Mama Liana beberapa minggu yang lalu. Livy santai-santai saja dengan bayinya, walau hanya berdua saja kalau sedang ditinggal suaminya bekerja.


**


Saat ini Livy sedang menyiapkan sarapan untuk suaminya yang akan pergi ke kantor. sedangkan Calvin sedang tertidur pulas setelah mandi dan minum susunya.


“Sayang, nanti aku pulang kerja lebih awal. Bagaimana kalau kita jalan ke mall? Barangkali ada sesuatu yang kamu beli atau kebutuhan Calvin.”


“Iya, Mas. Kebetulan sekali diapers Calvin tinggal sedikit persediaannya. Sekalian kita beli baju untuk acara pernikahan Mario dan Raina minggu depan.”


Dewa mengangguk setuju. Dia juga hampir lupa kalau minggu depan bosnya akan menikah. ya, Mario dan Raina mempercepat pernikahan mereka setelah dua minggu yang lalu mereka bertunangan. Meskipun acara pernikahan Mario dan Raina nanti digelar sederhana, tetap saja ia akan ikut disibukkan dengan acara itu.


Dewa dan Livy kini sedang menikmati menu sarapan mereka. Dewa selalu lahap dengan masakan yang dibuat oleh istrinya. Karena memang Livy tidak ingin memakai jasa pembantu, selagi dia bisa mengatasinya sendiri.


“Sayang, maaf aku belum bisa mengajak kamu untuk pergi berbulan madu. Kita tunda dulu, ya?” ucap Dewa tiba-tiba.


“Nggak apa-apa, Mas. nggak perlu dibahas sekarang. Calvin juga masih kecil. Aku tidak tega meninggalkannya.” Jawab Livy.


Ngomong-ngomong masalah bulan madu. Sejak mereka melakukan kegiatan panas waktu itu, sampai sekarang mereka belum melakukannya lagi. apalagi Livy sudah selesai masa nifasnya. Banyak sekali factor yang menyebabkan mereka belum melakukannya lagi. diantaranya karena Livy masih takut jika intinya masih sakit pasca lahiran secara normal. Alhasil Dewa tidak berani memaksa. Apalagi akhir-akhir ini dia juga sering lembur dan pulang agak malam. jadi sepulang kerja langsung istirahat. Begitu juga dengan istrinya yang pasti lelah setelah seharian merawat dan menjaga Calvin.


Dewa memang sengaja membahas masalah bulan madu untuk memberi sinyal pada istrinya apakah sudah siap untuk melakukan kegiatan itu. karena mau meminta secara langsung pun Dewa tidak tega.


“Baiklah. Lagi pula tanpa pergi bulan madu, kita bisa melakukannya di rumah bukan?” ucap Dewa sambil mengamati perubahan wajah istrinya.

__ADS_1


“I..iya. kita bisa melakukannya di rumah.” jawab Livy terbata.


“Kapan?” desak Dewa.


“Nanti.” jawab Livy reflek, lalu ia segera menutup mulutnya.


Dewa tersenyum puas dengan jawaban istrinya baru saja. membuatnya semakin bersemangat menjalani hari ini. sedangkan Livy sendiri tidak mungkin meralat ucapannya setelah melihat binar bahagia di mata suaminya.


***


Sesuai janji Dewa pada istrinya, hari ini Dewa pulang kerja lebih awal. Mereka akan pergi ke mall dan tentunya ini adalah pertama kalinya bagi Calvin diajak jalan-jalan.


Livy sudah mempersiapkan semua kebutuhan Calvin selama jalan-jalan nanti. bahkan saat suaminya baru datang, wanita itu sudah dandan cantik, begitu juga dengan Calvin yang tampak menggemaskan.


“Ayo, Sayang kita berangkat!” seru Dewa saat baru saja keluar dari kamar dengan penampilan casual dan wajahnya yang sudah fresh.


Kini mereka keluar dari unit apartemen. Livy menggendomg Calvin, sedangkan Dewa membawa stoller buat jaga-jaga nanti saat jalan di mall.


Beberapa saat kemudian mereka tiba di mall. Livy meletakkan Calvin pada stoller yang didorong oleh Dewa. sedangkan ia memilih beberapa perlengkapan bayi milik Calvin yang persediaannya hampir habis.


Puas berbelanja kebutuhan Calvin, kini mereka menuju outlet pakaian. Livy membeli gaun dengan warna senada dengan suaminya untuk pergi ke acara pernikahan Mario dan Raina nanti. mereka sengaja tidak memesan di butik, karena di mall itu sudah menyediakan beberapa gaun yang ukurannya sangat pas dengan Livy dan juga suaminya.


Selesai berbelanja pakaian, mereka pun menuju restaurant untuk mengisi perut sekaligus makan malam. namun tiba-tiba saja Dewa berbelok mengajak istrinya masuk ke outlet pakaian dalam. Tentu saja Livy tahu apa yang akan dilakukan suaminya.


“Sayang, ambillah sesukamu. Untuk persiapan nanti malam.” ujar Dewa dengan berbisik di akhir kalimatnya.


Wajah Livy memerah. Ternyata suaminya benar-benar menagih janjinya nanti malam. setelah itu ia mengambil beberapa set pakaian dinas malam dengan model yang terbaru. Setelah itu membawanya ke kasir.

__ADS_1


Dewa tampak tidak sabar untuk mengeksekusi istrinya dengan pakaian yang sudah dibeli Livy baru saja. bahkan sekarang otaknya sudah traveling membayangkan istrinya memakai pakaian itu.


“Mas, makan dulu! Kenapa melamun sih?”


“Ah iya, Sayang!”


Dewa makan terlebih dulu, sedangkan Livy menggendong Calvin sambil memberikannya ASI. Tak lama kemudian bergantian. Dewa selesai makan, segera mengambil alih Calvin dan membiarkan istrinya makan.


Usai makan, mereka berdua memutuskan untuk pulang. Calvin sendiri juga sudah tidur dalam gendongan Mamanya. Sedangkan Dewa mendorong stoller yang berisi barang belanjaan.


“Livy!” tiba-tiba ada seorang wanita memanggil nama Livy.


Sontak saja Dewa dan Livy langsung menoleh ke sumber suara. Mereka terkejut saat melihat Nyonya Abyasa ada di mall itu.


“Livy, apa kabar Sayang?” sapa Nyonya Abyasa.


Selama ini memang kedua orang tua Febian tinggal di Indonesia. Terlebih sejak Febian menjalani masa hukumannya. Mereka juga sudah mendengar kabar pernikahan Livy dengan Dewa. hanya saja mereka tidak tahu kalau Livy sudah mempunyai anak. Membuat Nyonya Abyasa berpikiran buruk.


“Dia Calvin, anak kami berdua Nyonya.” Ucap Dewa tiba-tiba seolah mengerti apa yang sedang ada dalam pikiran mantan mertua istrinya itu.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading!!


__ADS_2