
Bagaimana pun juga Raina telah menganggap Nyonya Abyasa seperti ibu kandungnya sendiri. Terlepas dari perbuatan kakak angkatnya yaitu Febian. jauh dari lubuk hati Raina, dia sudah memaafkan perbuatan Febian. termasuk dengan rasa cintanya pada Febian yang perlahan memudar. Apalagi kini ia sudah menjadi istri Mario.
“Ma, ada apa? Apa yang sebenarnya terjadi dengan Kak Febian?” tanya Raina setelah mengurai pelukannya.
Kini Raina mengajak mama angkatnya duduk agar bisa bicara dengan tenang. Tak jauh dari tempatnya, Raina melihat suaminya tampak memperhatikannya. Lalu Raina memberi kode pada Mario dengan anggukan kepala agar memberi waktu sebentar sekadar bicara dengan Mamanya.
Nyonya Abyasa mengatakan kalau keadaan Febian di dalam penjara tidak baik-baik saja. dua bulan yang lalu sipir penjara mengatakan kalau Febian sedang tidak enak badan. Dan selanjutnya Febian tidak menerima kunjungan dari siapapun, termasuk dari kedua orang tuanya. Bahkan mereka sama sekali tidak diberitahu tentang keadaan Febian saat ini.
Namun, beberapa saat yang lalu saat Tuan Abyasa sedang berada di luar negeri, ia mendapat kabar dari salah satu sipir yang mau bekerjasama dengan Tuan Abyasa untuk memberitahu kabar terkini tentang Febian.
Febian mendapat hukuman penjara selama dua tahun. Kini masa tahanannya tinggal beberapa bulan lagi, sudah termasuk remisi. Dan yang paling membuat Nyonya Abyasa sangat terpukul adalah tentang Febian yang saat ini sedang mengalami depresi.
Beberapa hari yang lalu, tepatnya setelah Nyonya Abyasa bertemu dengan Livy dan Dewa di mall, wanita itu mendapaat kabar kalau Febian terpaksa dibawa ke rumah sakit jiwa, lantaran butuh pertolongan cepat karena depresi yang dideritanya.
Raina juga ikut terpukul mendengar kabar itu. meskipun Febian telah banyak menorehkan luka di hatinya, tetap saja ia menganggap Febian kakaknya.
“Maafkan kesalahan Febian selama ini, Ra. Kata dokter yang menangani Febian, dia sering memanggil nama Saskia dan juga Livy.” ucap Nyonya Abyasa.
Raina terdiam. Dia juga tidak berharap ada namanya di hati Febian. tapi mendengar kabar itu, di mana Febian selalu memanggil nama anaknya, entah kenapa hatinya sangat sakit. Apakah pria itu masih membencinya dan menganggap dirinya lah penyebab utama keretakan rumah tangga Febian dengan Livy dulu.
“Maafkan Mama jika Mama berharap pada kamu untuk membawa Saskia menemui Febian di rumah sakit jiwa, Ra. Mungkin dengan begitu, kondisi kejiwaan Febian sedikit terobati.” Lanjut Nyonya Abyasa.
__ADS_1
“Nanti akan Raina usahakan, Ma.” Jawab Raina singkat.
Setelah itu Nyonya Abyasa memutuskan untuk pulang. bahkan wanita itu tidak menemui suami Raina hanya untuk sekadar berpamitan. Mungkin wanita itu masih malu untuk bertemu dengan mantan besannya. Sedangkan Raina juga langsung kembali ke aula tempat acara pernikahannya digelar.
Mario menghampiri istrinya yang terlihat tidak baik-baik saja setelah bertemu dengan Mama angkatnya. Namun dia tidak ingin bertanya langsung apa penyebab istrinya terlihat sedih seperti itu. mengingat acaranya belum selesai.
***
Acara demi acara berjalan dengan lancar. Anak-anak panti yang sejak tadi sangat senang menikmati hiburan pada acara pernikahan Mario dan Raina, akhirnya mereka kembali ke kamar mereka masing-masing. Begitu juga tamu dari keluarga besar Reno yang memutuskan untuk pulang. hanya meninggalkan Dewa dan Livy saja di sana. Karena Dewa masih terlibat perbincangan serius dengan Mario.
Raina melihat Livy sedang duduk seorang diri sambil menunggu suaminya selesai berbincang dengan Mario. Calvin juga tampak tidur dalam stollernya. Kemudian Raina menghampiri Livy.
“Kak Livy, boleh aku bicara penting?”
Raina sebenarnya juga bingung mau mengawali dari mana untuk mengabarkan tentang keadaan Febian saat ini. namun, akhirnya ia tetap bercerita.
Raina mulai menceritakan tentang kedatangan Nyonya Abyasa beberapa waktu yang lalu tanpa sepengetahuan Livy.
“Oh, Mama datang ke sini ya, Na? memang beberapa hari yang lalu aku bertemu dengan beliau di mall, dan aku mengatakan kalau kamu akan menikah dan aku memintanya untuk datang. tapi kenapa aku tidak tahu, ya?”
Raina juga tidak tahu dan mengatakan kalau Nyonya Abyasa menemuinya di luar aula dan bicara serius mengenai kabar Febian.
__ADS_1
“Memangnya ada apa dengan Febian, Na? bukankah dia sedang dipenjara akibat perbuatannya dulu?” tanya Livy yang entah kenapa seperti ada yang tidak beres dengan mantan suaminya itu.
Raina pun menceritakan semuanya. Seperti yang diceritakan oleh Mama angkatnya tadi, di mana Febian saat ini sedang dirawat di rumah sakit jiwa karena depresi. Jelas Livy sangat terkejut mendengarnya. Apalagi saat Raina memberitahu kalau selama depresi Febian selalu memanggil nama Saskia dan Livy.
Livy memang sudah lama tidak mendengar kabar tentang mantan suaminya, setelah perceraiannya dulu. Dan Livy hanya mendengar kalau Febian dipenjara atas kasus yang menjeratnya. Namun saat mendengar bahwa saat ini Febian sedang depresi, membuat Livy sangat iba. Apalagi pria itu pernah mengisi hari-harinya.
“Mama memintaku untuk datang ke rumah sakit jiwa dengan mempertemukan Kak Febian dan Saskia. Kata Mama dengan begitu keadaan Kak Febian lebih baik. Apa Kak Livy juga berkenan datang?” tanya Raina.
“Tentu saja tidak.” Jawaban itu bukan keluar dari mulut Livy. melainkan Dewa yang entaj sejak kapan berdiri tak jauh dari Raina dan Livy yang sedang berbincang membahas Febian.
“Mas?” Livy terkejut, langsung berdiri menghampiri suaminya. apalagi tatapan Dewa tampak dingin.
“Ayo kita pulang sekarang!” ujar Dewa langsung berbalik badan meninggalkan Livy dan Raina.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading!!
Siapa yang suudzon kalau Febian terkena HIV? Dia kan mainnya selalu pakai pengaman. Setelah kejadian kebobolan terhadap Sheina dan juga Raina waktu itu. heheheh… jadi karmanya cukup membuat dia depresi saja ygy 😉😉✌