
Kini Livy sudah melajukan mobilnya menuju kediaman kedua orang tuanya. Air matanya kini mengalir deras. Meratapi kondisi rumah tangganya yang sudah berakhir. Bukan dia masih ingin mempertahankan pernikahan itu. namun Livy masih merasakan sakit atas perbuatan Febian selama ini.
Livy mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Rasa lelah setelah perjalanan jauh dari luar kota tidak ia rasakan lagi. karena rasa sakit hatinya lah yang lebih mendominasi.
Setibanya di rumah kedua orang tuanya, Livy segera masuk ke rumah. kebetulan di ruang tengah sedang ada Mama dan Papanya yang taampak bercengkrama dengan Kiara, cucu keduanya. Tatapan Livy nanar melihat kebahagiaan orang tuanya yang saat ini sedang menikmati masa tuanya bersama cucunya. Bagaimana reaksi Mama dan Papanya jika setelah ini mengetahui kenyataan pahit tentang rumah tangganya.
“Livy?” Reno yang lebih dulu tahu kedatangan anak perempuannya langsung menatap heran sekaligus cemas.
Begitu juga dengan Abi. wanita itu sampai menurunkan Kiara dari pangkuannya, lalu menghampiri Livy yang terlihat sangat kacau.
“Liv,-“
Grep
Livy langsung memeluk Mamanya dengan erat. Tangisnya pecah dalam dekapan sang Mama. ada rasa bersalah yang begitu besar dalam hati Livy terhadap kedua orang tuanya saat ia tidak bisa mempertahankan rumah tangganya. Terlebih pada Mamanya yang sedari awal tidak begitu suka dengan sosok Febian.
Reno segera membawa Kiara pada Jelita. setelah itu ia akan mengajak bicara dengan Livy, bertanya tentang apa yang sedang terjadi pada anak perempuannya itu.
Dan kini Livy sudah bersimpuh di hadapan Mama dan Papanya. Dia meminta maaf karena selama ini belum bisa membahagiakan kedua orang tuanya. Termasuk memberikan cucu. Dan kini malah ia membuat sakit hati kedua orang tuanya dengan kabar hancurnya rumah tangganya bersama Febian.
Livy menangis sesenggukan menceritakan semuanya tentang keegoisan dan kebohongan Febian padanya selama ini. hingga Livy memutuskan untuk bercerai dari Febian.
“Bangunlah, Sayang! Mama dan Papa tidak marah sama kamu.” Abi juga ikut sakit melihat keadaan Livy. ternyata selama ini anak perempuannya menutupi masalah rumah tangganya dari semua orang.
Livy sudah duduk di antara kedua orang tuanya. Baik Reno maupun Abi saling menguatkan Livy, agar tetap tegar. Mereka berdua juga akan mendukung apapun keputusan Livy, termasuk bercerai.
__ADS_1
Livy masih terisak dalam pelukan Mamanya. Sedangkan Reno tampak terdiam. Pria itu tidak menyangka kalau besannya telah membohongi keluarganya selama ini. sungguh, hati orang tua mana yang tidak sakit jika melihat anaknya diperlakukan seperti ini. dibohongi dari awal pernikahannya. Belum lagi dnegan keeogoisan Febian yang tidak menginginkan anak dari pernikahannya.
Namun, Reno tidak ingin bertindak gegabah. Bagaimana pun juga hal ini harus diselesaikan dengan baik-baik dengan kedua orang tua Febian. meskipun kesalahan besannya tidak akan mengubah keputusan Livy, tetap dia harus bicara baik-baik dengan kedua orang tua Febian.
Perasaan Livy kini sedikit lebih tenang setelah mencurahkan semua masalahnya kepada kedua orang tuanya. Termasuk pilihannya yang tepat untuk mengakhiri pernikahannya. Dan kini Livy sudah berada di kamarnya.
Mulai saat ini Livy akan tinggal menetap di rumah kedua orang tuanya. Dan urusan perceraiannya, dia sudah membuat surat gugatan cerai.
Livy sedang duduk termenung di kursi balkon kamarnya. Suasana langit sore ini tampak mendung seperti hatinya. Wanita itu mendadak ingat dengan Dewa. Pria itu tadi sempat ingin mengantarnya ke sini, namun karena suasana hatinya yang sedang kacau, Livy melarangnya dengan suara setengah membentak.
Livy mengambil ponselnya berniat menghubungi Dewa. Namun ternyata banyak sekali pesan masuk. Termasuk dari Febian. sayangnya Livy tidak mau membacanya. Dia justru tertarik membaca pesan Dewa yang dikirim tepat saat ia baru saja keluar dari rumah Febian tadi.
“Semoga kamu baik-baik saja! maafkan aku jika selama ini terlalu ikut campur dengan masalah rumah tanggamu. Aku akan pergi sesuai keinginanmu.”
Livy menitikan air matanya saat membaca pesan Dewa. Padahal tadi ia tidak meminta pria itu pergi dengan makna yang sesungguhnya. Akhirnya Livy membalas pesan itu, mengatakan agar Dewa tidak perlu merasa bersalah. Dia juga berjanji akan menemuinya saat masalahnya dengan Febianb selesai.
***
Raffael yang memang tinggal bersama kedua orang tuanya, sangat marah mendengar kabar keretakan rumah tangga adiknya dengan Febian. setelah mendengar cerita dari Mamanya, Raffael ingin memberi pelajaran pada Febian. namun sayangnya Reno mencegahnya.
“Papa harap kamu tidak ikut campur dalam masalah ini. biar ini menjadi urusan Papa dan Livy.” ucap Reno pada Raffael.
“Dari awal aku sudah tidak suka dengan Febian. ternyata benar kan, Pa kalau dia bukan pria baik-baik.” Ucap Raffael dengan menahan amarahnya.
Abi hanya mengusap lembut lengan Raffael, agar membuat anak laki-lakinya itu lebih tenang. Raffael pun membenarkan ucapan Papanya. Dia tidak boleh ikut campur dalam masalah adiknya. Tapi rasanya sangat sulit proses perceraian Livy dan Febian nanti. bisa saja Febian memakai alasan trauma dengan masa lalunya itu. terlebih dengan skandal yang terjadi antara Febian dan adik angkatnya dilakukan dengan tidak sengaja, melainkan karena jebakan.
__ADS_1
Menurut Raffael, orang suruhan Livy yang mencari informasi tentang skandal Febian masih belum sepenuhnya membuat dia puas. Semua ada sebab akibatnya. Jadi, setelah ini Raffael diam-diam akan melakukan penyelidikan sendiri tanpa sepengetahuan siapapun untuk mencari bukti yang lebih kuat agar proses perceraian adiknya berjalan dengan lancar.
“Ya sudah, Raffa ke kamar dulu, Ma Pa!” pamit Raffael mengurungkan niatnya untuk bertemu dengan Livy.
Kini Raffael sudah berada di dalam kamarnya. Pria itu tampak sibuk dengan laptopnya. Sedangkan istrinya yang sejak tadi sedang bersama anak perempuannya menatap heran pada suaminya yang tampak aneh.
“Mas, ada apa?” tanya Jelita menghampiri suaminya.
“Nggak ada apa-apa, Sayang.” Jawab Raffael tanpa mau menjelaskan maksudnya.
“Kamu jangan bohong, Mas! Aku tahu dengan raut wajah kamu yang sangat berbeda hari ini. apa ini tentang Livy? sudahlah, Mas! Biarkan dia menyelesaikan masalahnya sendiri. Lagi pula Mama dan Papa tidak melarangnya kalau mereka bercerai.” Tutur Jelita panjang lebar.
Raffael menghela nafasnya. Mungkin lebih baik hanya istrinya saja yang tahu tentang rencananya ini.
“Iya, aku tahu. Aku juga mendukung mereka bercerai. Tapi aku rasa akan sangat sulit proses perceraian mereka nanti. karena bukti kebohongan Febian sepertinya tidak memberi efek apapun, apalagi jika Febian berjanji tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi. jadi bisa saja, hakim tidak mengabulkan perceraian mereka.” Jawab Raffael.
“Lalu, apa yang akan kamu lakukan, Mas?”
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading!!