
Hari ini adalah hari pernikahan Dewa dan Livy. pernikahan itu akan digelar di kediaman Reno. Tepatnya di halam belakang rumah Reno yang sudah disulap sangat apik untuk menggelar pesta sederhana pernikahan Livy dan Dewa.
Saat ini Dewa masih berada di apartemennya. apartemen milik Mario yang sudah diberikan pada Dewa, beserta mobilnya sebagai hadiah pernikahan Dewa dan Livy.
Dewa tampak gugup karena beberapa saat lagi akan berangkat ke rumah calon istrinya untuk melangsungkan pernikahannya. Sejak tadi ia belum juga keluar dari kamarnya, walau di luar sudah ada keluarga Mario dan juga Bi Tina bersama Raina dan Saskia.
Cklek
Mama Dewa masuk ke kamar anaknya untuk melihat apakah anaknya sudah selesai bersiap. Karena sejak tadi Mama Liana juga di luar menunggu Dewa tak kunjung keluar kamar.
“Wa, kalau sudah selesai kenapa tidak keluar? Ayo kita berangkat Sekarang!” Ajak Liana menarik tangan Dewa.
“Tunggu dulu, Ma!”
“Ehm, Dewa gugup Ma. Apa memang seperti rasanya?”
Liana tampak tersenyum melihat wajah gugup putranya. Kenapa di saat melihat wajah tampan Dewa justru mengingatkan dirinya pada sosok mantan suami alias Papa Dewa yang sudah lama ia tidak tahu kabarnya setelah masuk penjara beberapa tahun yang lalu.
Liana membelai pipi Dewa lalu menggenggam tangannya untuk memberikan semangat dan menghilaangkan rasa gugup yang sedang Dewa rasakan.
“Memang seperti itu, Wa. Mama yakin kalau anak Mama ini sangat gentle. Apalagi orang yang akan kamu nikahi adalah orang yang sangat kamu cintai. Yang tenang ya, Wa!”
Dewa menganggukkan kepalanya. Setelah itu memeluk Mamanya dengan erat. Rasanya kurang lengkap di hari pernikahannya tanpa dihadiri sang Papa. Walaupun ada rasa kesal dan benci terhadap Papanya, namun sebagai anak, Dewa juga merindukan sosoknya. Hanya saja kemarin saat membahas tentang Papanya, sang Mama tiba-tiba mengalihkan pembicaraan yang seolah tidak ingin membahas Papanya.
“Maafkan Mama, Wa jika di hari bahagia kamu ini kamu tidak memiliki orang tua yang lengkap.”
“Mama jangan memikirkan itu. meskipun hanya ada Mama, Dewa sudah bahagia.”
__ADS_1
Setelah drama kecil antara Dewa dan Mamanya, kini Dewa keluar dari kamar dan bersiap untuk segera pergi melangsungkan pernikahannya.
Mario menghampiri Dewa yang sudah terlihat tampan dengan setelan jas berwarna navy itu. pria yang menjadi sahabat Dewa sekaligus atasannya itu menepuk pelan bahu Dewa dan memberikan ucapan selamat.
“Selamat ya, Wa! Sebentar lagi statusmu sudah tidak perjaka lagi.” gurau Mario dan membuat semua orang yang ada di sana ikut tergelak.
“Aku sudah tidak perjaka sejak dulu kalau kamu lupa. Nyatanya sudah ada Calvin.” Jawab Dewa.
“Ah iya, aku lupa. Jadi, hanya aku saja yang masih perjaa,-“
“Jangan asal bicara! Kamu lupa dengan Ethan?” sanggah Dewa dan kembali membuat semua orang tergelak. Namun Mario tampak malu karena diingatkan dengan masa lalunya. Padahal ia sedang berproses menjalani pdkt dengan Raina.
Raina sendiri yang sedikit banyak sudah mengetahui masa lalu Mario dari Dewa tampak biasa saja. dia pura-pura sibuk dengan Saskia. Walau sejak tadi Mario tak melepaskan tatapannya.
***
Dewa sangat takjub dengan kecantikan Livy yang baru saja keluar dari rumah, dan kini duduk bersanding dengannya untuk melangsungkan prosesi sakral pernikahan.
Meskipun ini pernikahan kedua Livy, tidak dapat dipungkiri kalau Livy juga merasakan gugup. Apalagi saat melihat wajah tampan Dewa. rasanya masih tidak percaya akan takdir indah yang mempertemukan dirinya kembali dengan Dewa.
Prosesi sakral itu pun berlangsung cukup khidmat. Ucapan kata “sah” dari semua orang yang hadir dalam acara itu membuat Dewa dan Livy sangat bahagia. Mereka berdua kini sudah resmi menjadi pasangan suami istri.
Dewa dan Livy menyematkan cincin pernikahan di jari manis masing-masing. Setelah itu Livy mencium punggung tangan suaminya dan dibalas kecupan singkat di kening Livy. semua keluarga bertepuk tangan meriah, ikut bahagia menyaksikan hari pernikahan Livy dan Dewa hari ini.
Setelah itu Livy dan Dewa menuju ke sebuah pelaminan untuk melakukan sesi pemotretan bersama anggota keluarga masing-masing. Juga mendapat ucapan selamat dari keluarga yang hadir.
Livy memeluk erat Mama dan Papanya saat Reno dan Abi lebih dulu naik pelaminan untuk memberikan ucapan selamat pada anak dan menantunya.
__ADS_1
“Papa sangat bahagia akhirnya anak perempuan Papa ini juga menemukan kebahagiaannya.” Ucap Reno dengan tulus.
Livy terus menitikan air matanya. ada rasa bersalah dalam hatinya terhadap kedua orang tuanya. Bagaimana tidak, karena selama ini ia sudah banyak menorehkan luka di hati Papa dan Mamanya akibat perbuatannya.
“Jangan memikirkan masa lalu! Yang paling penting saat ini Mama dan Papa sangat bahagia sekali. Nak Dewa, tolong jaga dengan baik anak Mama dan Papa ini. tergur dia jika melakukan kesalahan. Dan jika Nak Dewa sudah tidak sanggup lagi dengan Livy, kembalikan dia secara baik-baik tanpa menyakitinya.” Ujar Abi dengan sungguh-sungguh.
“Dewa janji akan selalu membahagiakan istri Dewa, Ma. Dewa sangat mencintai Livy.” jawab Dewa.
Setelah itu disusul oleh Mama Liana yang juga memberikan doa terbaik untuk anak dan menantunya. Apalagi pengalaman masa lalunya yang sangat pahit, Mama Liana berharap hal itu tidak terjadi pada anak dan menatunya. Dan Mama Liana harap Dewa banyak belajar dari pengalaman pahit kedua orang tuanya.
Kini semua tamu yang hadir dalam acara itu sedang menikmati hidangan pesta. Sementara Dewa dan Livy masih duduk di pelaminan, karena saat ini Livy sedang memberikan ASI pada Calvin.
“Haus sekali ya boy? Sama, Papa kamu juga kehausan.” Ucap Dewa sedikit berbisik.
Arghhhh
Dewa mengerang kesakitan saat pahanya dicubit oleh istrinya.
“Ingat! empat puluh hari!”
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading!!